الله الرحمن الرحيم
Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah,
keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat,
amma ba’du:
merujuk kepada kitab Ushulut Takhrij wa Dirasah Al Asanid Al Muyassarah
karya Dr. Imad Ali Jum’ah, semoga
Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
Yang Memuat Sebagian Besar Masalah Agama
Kitab Sunan
hadits yang diurutkan sesuai bab fiqih, dan isinya hanya memuat hadits-hadits
yang marfu (sampai kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam).
masyhur adalah:
Muhammad bin Idris (w. 204 H)
Abdullah bin Abdurrahman (w. 255 H)
Muhammad bin Yazid Al Qazwini (w. 273 H)
Sulaiman bin Al Asy’ats As Sijistiani (w. 275 H)
Mujtaba), Abu Abdurrahman Ahmad (w. 302 H)
Ali bin Umar (w. 385 H)
Abu Bakar Ahmad bin Al Husain (w. 458 H).
terhadap Sunan
kitab yang penulisnya membawakan sebuah kitab hadits, lalu ditakhrij
hadits-haditsnya dengan sanadnya sendiri yang berbeda dengan jalur sanad
pemilik kitab hadits itu, lalu dapat bertemu dengan syaikh (guru) penulis kitab
itu atau di atasnya termasuk bertemu dengan seorang sahabat. Contoh: Al
Mustakhrajah ala Sunan Abi Dawud karya Qasim bin Ashbagh (w. 340 H).
kitab hadits yang diurutkan sesuai bab fiqih yang memuat hadits marfu, mauquf
(sampai kepada sahabat), maupun maqthu (sampai
kepada tabiin). Oleh karena itu, di dalamnya terdapat hadits Nabi shallallahu
alaihi wa sallam, pendapat para sahabat, tabiin, dan terkadang tabi’ut tabiin.
Mushannaf dengan kitab Sunan adalah bahwa kitab Sunan hanya membuat hadits
marfu dan jarang memuat atsar, sedangkan mushannaf memuat hadits marfu, mauquf,
dan maqthu.
yang paling masyhur:
Salamah, Hammad bin Salamah Al Bashri (w. 167 H)
Sufyan Waki bin Jarrah (w. 197 H)
Abdurrazzaq bin Hammam Ash Shan’ani (w. 211 H)
bin Muhammad bin Abi Syaibah (w. 235 H)
Makhlad Al Qurthubi (w. 276 H)
kitab hadits yang disusun secara tertib sesuai bab fiqih, memuat hadits marfu,
mauquf, dan maqthu, sama seperti kitab Mushannaf meskipun berbeda nama.
Muwaththa dengan Sunan adalah bahwa kitab Sunan hanya membuat hadits marfu dan
jarang memuat atsar, sedangkan muwaththa memuat hadits marfu, mauquf, dan maqthu.
paling masyhur:
bin Anas Al Madani (w. 279 H)
Muhammad bin Abdurrahman bin Abi Dzi’ib (w. 185 H)
Abdullah bin Muhammad Al Marwazi (w. 293 H)
Yang Memuat Salah Satu Bagian Dari Masalah Agama
kecil yang memuat salah satu dari dua hal ini:
dari salah seorang sahabat atau setelahnya. Contoh: Juz Maa Rawaahu Abu
Hanifah ‘anish Shahabah karya Abu Ma’syar Abdul Karim Ath Thabari (w. 178
H)
secara mendalam.
Contoh:
Raf’il Yadain fish Shalah karya Bukhari (w. 256 H)
Qira’ah khalfal Imam karya Bukhari
dipakai kitab hadits ini?
ini dipakai ketika seorang pencari hadits hendak mencari hadits yang
diriwayatkan dari jalur seorang sahabat atau seorang muhaddits (Ahli Hadits)
yang haditsnya terhimpun dalam satu juz atau hendak mencari hadits yang terkait
dengan tema suatu juz.
Targhib wat Tarhib
Targhib wat Tarhib adalah kitab hadits yang mengumpulkan hadits-hadits terkait
targhib (dorongan) dengan adanya keutamaan suatu amal saleh, serta terkait
tarhib (ancaman) dengan adanya sanksi bagi orang yang melakukan suatu keburukan.
yang paling masyhur terkait hal ini adalah:
Targhib wat Tarhib karya Umar bin Syahin (w. 385 H)
Azhim Al Mundziriy (w. 656 H)
Kitab Zuhud, Fadha’il, Adab, dan Akhlak
ini memuat hadits-hadits terkait zuhud, fadha’il (keutamaan suatu amal), dan
akhlak,
antara yang masyhurnya adalah:
Az Zuhd karya Abdullah bin Al Mubarak (w. 181 H)
Adz Dzikr wad Du’a karya Ya’qub bin Ibrahim Al Kufi (w. 182 H)
Fadha’ilul Qur’an karya Syafi’i (w. 204 H)
Az Zuhd karya Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)
Ghibah karya Ibnu Abi Dunya, Abdullah Al Baghdadi (w. 281 H)
Dzammul Hasad karya Ibnu Abi Dunya, Abdullah Al Baghdadi
Dzamud Dunya karya Ibnu Abi Dunya, Abdullah Al Baghdadi
Nabi shallallahu alaihi wa sallam karya Abdullah bin Muhammad Al Ashbahani
(w. 369 H)
Kitab Fadha’ilush Shahabah karya Abu Nu’aim Al Ashhabani (w. 430 H)
Shalihin karya Yahya bin Syarf An Nawawi (w. 676 H)
Yang Memuat Sebagian Masalah Agama
Kitab-kitab Hukum (Ahkam/Fiqih)
ini memuat hadits-hadits hukum (fiqih) yang merupakan ringkasan hadits-hadits
hukum dari kitab-kitab hadits induk.
ini disusun sesuai urutan fiqih, ada yang besar, sedang, dan ada yang ringkas.
antara yang masyhurnya adalah:
Ahkamul Kubra karya Abu Muhammad Abdul Haq Al Isybiliy (w. 581 H)
Ahkamush Shughra karya Al Isybiliy
Ahkam karya Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al Maqdisiy
Ahkam ‘an Sayyidil Anam karya Abdul Ghani Al Maqdisiy
Muntaqa fi Ahaaditsil Ahkam karya Abdussalam bin Taimiyah
Imam fi Ahaditsil Ahkam karya Ibnu Daqiqil Ied, Muhammad bin Ali (w. 702 H)
Ilmam bi Ahaditsil Ahkam karya Ibnu Daqiqil Ied
Maram min Adillatil Ahkam karya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani (w. 852 H)
Kitab yang memuat tema khusus
ini hanya memuat bab atau masalah khusus saja, dimana penulisnya mengkaji satu
tema saja dari setiap kitab, lalu diperdalam dari seluruh sisi, di samping
mencantumkan sejumlah hadits yang terkait tema tersebut.
yang paling masyhurnya adalah:
Fitan wal Malahim karya Nu’aim bin Hammad Al Marwazi (w. 228 H0
Ikhlas karya Abdullah bin Abi Dunya (w. 281 H)
Asma wash Shifat karya Ahmad bin Al Hasan Al Baihaqi (w. 458 H)
Dzammul Kalam karya Abdullah bin Muhammad Al Anshari Al Harawi (w. 481 H)
Al Jihad karya Abdullah bin Al Mubarak Al Marwaziy.
yang Memuat Bidang Ilmu Tertentu
adalah kitab-kitab yang tidak fokus membahas hadits Nabi
shallallahu alaihi wa sallam, seperti kitab Tafsir, Fiqih, Tarikh, dsb. Akan
tetapi di dalamnya memuat banyak hadits. Dan dalam hal ini ada dua macam:
Kitab yang meriwayatkan hadits secara langsung; tidak dari kitab hadits yang
lain.
namun disebutkan siapa Imam Ahli Hadits yang meriwayatkannya.
yang paling masyhur terkait hal ini adalah:
Qur’an
karya Muhammad bin Jarir Ath Thabari (w.
310 H) tentang tafsir.
At Thabari karya Muhammad bin Jarir Ath Thabari (w. 310 H)
tentang tarikh (sejarah).
Mughni karya Ibnu Qudamah (w. 620 H) kitab fiqih madzhab Hanbali.
Majmu Syarh Al Muhadzdzab karya Nawawi (w. 676 H) kitab fiqih madzhab
Syafi’i.
Ibnu Katsir karya Ismail bin Umar (w. 774 H)
Durrul Mantsur fi Tafsiril Kitabil Azizil bil Ma’tsur karya As Suyuthi (w.
911 M).
Yang Membahas Sebagian Masalah Agama
Kitab-kitab takhrij
kitab yang memuat takhrij terhadap suatu kitab hadits.
paling masyhurnya adalah:
Ahadits Al Kasysyaf karya Az Zaila’i, Abdullah bin Yusuf (w. 762 H).
Rayah Li Ahaditsil Hidayah karya Az Zaila’i (w. 762 H).
karya Ibnu Hajar, Ahmad bin Ali (w. 852 H)
fi Takhrij Ahadits Syifa karya As Suyuthi (w. 911 H)
Hadits dan Ta’liq (catatan atau komentar terhadapnya)
adalah kitab yang memuat syarah atau penjelasan terhadap sebagian kitab ilmiah,
dimana penulisnya membawakan hadits yang banyak disertai penjelasan sumbernya.
adalah:
(Syarh Al Hidayah karya Al Marghinani terkait fiqih madzhab Hanafi) karya Ibnul
Hammam (w. 681 H)
bisyarhi Shahih Al Bukhari karya Ibnu Hajar Al Asqalani.
Shahih Al Bukhari karya Mahmud bin Ahmad Al ‘Aini (w. 855 H).
karya Muhammad Murtadha Az Zubaidiy (w. 1205 H)
para ulama mutaakhirin
yang fokus terhadap hadits dan ilmunya
ditambahkan para ulama kontemporer yang memiliki perhatian terhadap hadits dan
ilmunya saat mereka meneliti sebagian kitab yang memuat hadits-hadits namun
tidak diketahui sumbernya, misalnya: Syaikh Ahmad Syakir, Syaikh Mahmud Syakir,
Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah, Syaikh Habibur Rahman Al A’zhami, Syaikh
Muhammad Fua’d Abdul Baqi, dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani.
shahbihi wa sallam.
Maraji’: Maktabah Syamilah versi
3.45, Ushulut Takhrij wa Dirasah As Sanad Al Muyassarah (Dr.
Imad Ali Jum’ah), dll.







































