Dengan Orang Lain
Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, para
sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
tentang adab bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain, semoga Allah
menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
menghina, mencacatkan, dan melecehkan orang lain. Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam bersabda,
بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ
mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, dan berkata kotor.” (HR. Bukhari dalam Al
Adabul Mufrad dan dishahihkan oleh Al Albani)
dan sifat orang lain
kelelahan dan memperhatikan waktu yang tepat ketika hendak berkunjung. Demikian
pula hendaknya ia memperhatikan sifatnya, dimana di antara mereka ada yang mudah
marah dan mudah tersinggung, ada pula yang memiliki sifat santun. Ada yang
cerdas; mudah menangkap apa yang disampaikan dan ada pula yang lambat memahami.
Ia juga hendaknya memaklumi hal itu dan lihat pula kebaikannya.
orang tua dan kepada anak muda. Misalnya dengan menghormati yang tua dan
mendahulukan mereka, serta memaklumi dan menyayangi yang muda sehingga ia
membimbing mereka dengan lembut serta memberikan haknya masing-masing secara
sesuai. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
يَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرِنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا
orang yang tidak mengenal hak orang yang tua di antara kami dan tidak
menyayangi yang muda di antara kami.” (Hr. Ahmad, dan dishahihkan oleh
pentahqiq Musnad Ahmad cet. Ar Risalah dan oleh Al Albani dalam Ash
Shahihah no. 2196)
kabar saudaranya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ
عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling membantu seperti satu
jasad. Apabila salah satunya sakit, maka yang lain ikut merasakan
dengan tidak bisa tidur dan demam.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
hati) kepada orang lain
alaihi wa sallam bersabda,
أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَبْغِي أَحَدٌ عَلَى
أَحَدٍ
kepadaku, “Bertawadhulah kalian!” sehingga tidak ada yang boleh sombong
terhadap orang lain dan tidak ada seorang yang menganiaya orang lain.” (Hr.
Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
ketika bertemu dengan saudaranya
alaihi wa sallam bersabda,
شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
baik meskipun ringan sekalipun engkau hanya bertemu saudaramu dengan wajah
ceria.” (Hr. Muslim)
berkata,
يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ
manusia hal-hal yang mereka kenali (fahami). Sukakah kalian jika Allah dan
Rasul-Nya didustakan?” (Diriwayatkan oleh Bukhari)
اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ
مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari
purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Sukakah seorang di antara kamu memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha
Penyayang.” (Qs. Al Hujurat: 12)
alaihi wa sallam bersabda,
وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلَا تَحَسَّسُوا، وَلَا تَجَسَّسُوا،
وَلَا تَنَافَسُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا
عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا»
bersangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Jangan berusaha mendengar
pembicaraan orang lain, jangan mencari-cari kesalahan, Jangan berlomba-lomba
mengejar dunia, jangan saling membenci dan membelakangi. Jadilah kalian
hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Hr.
Muslim)
ketergelinciran mereka dan menahan emosi terhadap mereka.
Ta’ala berfirman,
بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada
orang-orang yang bodoh.” (Qs. Al A’raaf: 199)
radhiyallahu anhu, bahwa ada seorang yang berkata kepada Nabi shallallahu
alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat,” maka Beliau bersabda, “Jangan engkau
marah!” Beliau terus mengulangi kata-kata “Jangan engkau marah!” (Hr. Bukhari)
berdebat dengan mereka.
alaihi wa sallam bersabda,
زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا،
وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ
فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ»
surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar, dan menjamin
istana di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun bercanda,
serta aku menjamin istana di bagian atas surga bagi orang yang baik akhlaknya.”
(Hr. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Albani)
diperhatikan, di antaranya:
mengejutkan orang sakit, atau yang lainnya.
merekia punya waktu istirahat, waktu makan, dan waktu bekerja.
pembicaraannya dengan ucapan salam dan mengakhirinya dengan salam
pembicaraan jika tidak dibutuhkan
sedang sibuk dengan pekerjaan penting atau ada agenda penting yang harus
dilakukannya.
merendahkan suaranya dan tidak larut terbawa pembicaraan dengan laki-laki yang
bukan mahram
فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan
ucapkanlah .perkataan yang baik.”
(Qs. Al Ahzaab: 32)
hendaknya wanita tidak mengeraskan suara dari kebiasaannya serta tidak larut
dalam pembicaraan dengan laki-laki, memperlama pembicaraan, menghias,
melembutkan, dan memaniskan ucapannya.
Hp orang lain tanpa izinnya.
izin dan pengetahuannya
Hp untuk hal-hal yang terlarang
handphone adalah salah satu di antara nikmat Allah untuk orang-orang yang hidup
di zaman sekarang, maka termasuk mensyukurinya adalah menggunakannya untuk
kebaikan.
handphone sudah semakin canggih seperti komputer, di samping terdapat
aplikasi-aplikasi untuk berkomunikasi dengan orang lain secara mudah seperti
aplikasi media sosial; ada whatsapp, facebook, twitter, line, dsb. Kita
bisa menggunakan itu semua untuk mengingatkan orang lain kepada kebaikan,
memberi nasihat, atau berdakwah.
atau bergabung dengan group orang lain, kemudian kita kirimkan taushiyah
singkat. Berikan taushiyah kepada mereka (cukup sehari satu taushiyah) dengan
materi-materi yang ringan dari dasar dan seterusnya, seperti materi akidah,
ibadah, adab-akhlak, muamalah, tafsir, hadits, targhib-tarhib, info ta’lim,
taushiyah ulama, dsb.
bertanya, “Ustadz, afwan saya tidak punya ilmu untuk menyampaikan materi ke
group.”
tahu bahwa materi-materi keislaman tersebar di sana-sini dari para asatidzah, di
medsos, di web, dan internet? Antum hanya tinggal copas tentunya dengan
menyebutkan sumbernya.
buat antum materi-materi yang insya Allah sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang shahih dengan pemahaman Salafush
Shalih (generasi Islam terdahulu), yaitu di blog sederhana milik saya:
asatidzah lainnya.
taushiyah singkat, antum bisa join/bergabung di telegram penulis: http://t.me/wawasan_muslim atau di telegram langsung cari: wawasan_muslim
akan dapatkan taushiyah harian dari saya.
group, buatlah aturan agar para anggota tidak asal memposting dan menshare
secara bebas. Berikut contoh aturan dalam group:
(Whatsapp)
saya cintai karena Allah,
Ta’ala,
أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ
ذَلِكَ ابْتَغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً
pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang
menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan
perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena
mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An Nisaa’: 114)
adalah chattingan, postingan, atau share sesuatu yang biasa kita lakukan baik
di group maupun secara japri (jaringan pribadi).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.
” (Hr. Tirmidzi)
masukan dari Syaikh dan beberapa ikhwah yang saleh, maka di sini saya buatkan aturan di group ini
sebagai berikut:
untuk taushiyah, ta’awun alal birri wat taqwa, tawashau bil haq wa tawashau bil
marhamah, amar maruf dan nahi munkar dengan cara yang baik, membantu saudara
kita yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan, memdamaikan dua orang atau
lebih yang bertengkar, menyampaikan info kajian, info dunia-Islam, tanya-jawab kepada para asatidzah, dan
kebaikan yang semisalnya.
menshare hadits dhaif atau amaliyah yang tidak ada dalilnya, kecuali dengan maksud bertanya.
menshare foto atau video wanita yang terbuka auratnya
menshare tulisan atau video yang isinya memecah-belah kaum muslimin serta
mengadu domba, dan mengajak kepada pemberontakan
tahdzir-tahdziran, karena group ini
masih banyak yang awam, serta tidak melakukan perdebatan yang berkepanjangan.
kasar, merendahkan orang lain, dan kalimat-kalimat yang tidak pantas
diucapkan seorang mukmin.
kelembutan, santun, dan kalimat yang baik ketika meluruskan.
menginfokan jual beli, maka bisa dilakukan pada hari Sabtu dan Ahad.
ghibah terhadap saudara kita.
ini saya buat, jika ada yang melanggar,
maka mohon maaf jika dengan terpaksa saya keluarkan.
Allah, yang keliru dari saya, mohon maaf atas segala kekurangan, dan saya
harapkan kita lebih banyak membaca Al Quran daripada membaca media sosial.
Shalih Al Arifi
بالتواصل معهم ويسأل الله أن يكون هذا الاجتماع على طاعته سبحانه ؛ ويرجو من الله
أن يستمر هذا التواصل حتى يدخلوا جنات النعيم زمراً زمرا ؛ ولايكون ذلك إلا إذا
كان الاجتماع على الخير والتواصي به ؛ يقول تعالى ( الأَخِلاَّء يومئذ بعضهم لبعض
عدو إلا المتقين ) أسأل الله أن يجعلني وإياكم من المتقين ..
البعيد وتجعل الناس كأنهم في قرية واحدة ؛ وإن من شكر هذه النعمة استعمالها في
مرضاة الله ..
صوراً ليُضحك الناس ! ويبوء هو بإثمها ! ولربما تناقلها الكثير عن طريقه فيكون له
وزر هؤلاء جميعاً وقد كان في غنىً عن ذلك ..
قصير ؛ والناقد بصير ؛ والحساب عسير ..
قلوبكم موقع الغيث من الأرض العطشى .
تنفع المؤمنين
terhormat anggota group yang diberkahi ini
bahwa seorang mukmin bergembira karena dapat berkumpul dengan
saudara-saudaranya dan merasa senang dapat berkomunikasi dengan mereka, ia
hendaknya meminta kepada Allah agar perkumpulan itu di atas ketaatan
kepada-Nya, dan berharap kepada Allah agar komunikasi ini terus berlanjut
sampai masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan secara berombongan.
mungkin dicapai kecuali jika perkumpulan (group yang dibuat) didasari atas
kebaikan dan mengingatkan manusia kepadanya. Allah Ta’ala berfirman,
akrab, satu sama lain akan menjadi musuh kecuali orang-orang yang
bertakwa.” (QS. Az Zukhruf: 63)
Allah agar Dia menjadikan aku dan kalian termasuk orang-orang yang bertakwa.
kepada kita adalah banyaknya sarana komunikasi yang menjadikan orang yang jauh
menjadi dekat dan menjadikan manusua seakan-akan berada dalam satu tempat, dan
termasuk mensyukuri nikmat ini adalah menggunakannya untuk mendatangkan
keridhaan Allah.
ada sebagian orang yang menyebarkan video video yang diharamkan atau
gambar-gambar yang hanya membuat orang lain tertawa. Sehingga ia akan pulang
membawa dosa-dosanya.
disebar lagi oleh banyak orang sehingga ia menanggung dosa mereka semua,
padahal ia tidak butuh menyebarkannya sama sekali.
berusahalah untuk tidak menyebarkan selain yang baik.
sebentar, pengkritik selalu memperhatikan celah kita, sedangkan hisab demikian
sulit….
terbesit dalam hatiku yang mencintaimu. Aku meminta kepada Allah agar kalimat
ini mendapat tempat di hatimu seperti halnya hujan di tanah yang kering
untuk mengingatkan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang
beriman.
mencintaimu: Ali bin Shalih Al Arifi
dalam group whatsapp, silahkan simak di sini: https://t.me/wawasan_muslim/5995
sebagai berikut:
Syair Adab dalam Group WhatsApp
disebarkan dalam group, kecuali yang isinya sesuai dengan tujuan dibentuknya
group
Allah dan sabda Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam, serta ucapan para ulama
dari sumbernya
biasanya tidak layak disebarkan. Berhati-hatilah mudah menyebarkan dari orang
yang tidak dikenal
terkadang tidak berfaedah apa-apa bagi akal yang jernih
kesesatan janganlah disebarkan, dan canda gurau janganlah sering dilakukan
sedikit sekedar hiburan, namun tidak menyakitkan hati orang lain
dari menyampaikan cerita orang-orang
awam pada umumnya, karena itu bukanlah akhlak orang-orang mulia
menggambar makhluk bernyawa, karena ada ancaman dalam hadits-hadits yang Shahih
terhadapnya
dalam menyampaikan berita, karena dapat disiarkan lagi kepada yang lainnya
hingga sampai ke berbagai negeri
yang melampaui batasan dari yang disebutkan di atas dan berlebihan, maka lebih
baik dihilangkan
sebelumnya telah diingatkan, dan semoga Allah membalas orang yang lebih dulu
menasihati
beberapa peraturan yang saya sebutkan secara singkat, siapa saja yang
menyelisihinya, berarti telah keliru sikapnya
‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam
Maraji’: Maktabah Syamilah versi 3.45,
Adabul Muslim fil Yaumi wal Lailah (Darul Wathan), Kutubus Sittah,
‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud (Muhammad Asyraf bin Amir Al Azhim
Abadi), dll.







































