الله الرحمن الرحيم
shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para
sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
syarah (penjelasan) ringkas terhadap Kitab Tauhid karya Syaikh
Muhammad At Tamimi rahimahullah, yang banyak merujuk kepada kitab Al
Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At Tauhid karya Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
hafizhahullah, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas
karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
menghapus keberkahan usaha.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
no. 2087 dan Muslim no. 1606.
wa sallam memberikan peringatan agar tidak meremehkan masalah sumpah serta
tidak sering bersumpah yang biasa digunakan para pedagang untuk melariskan
barang dagangannya dan menarik keuntungan, karena ketika seseorang bersumpah
terhadap suatu barang dagangan, bahwa barang ini dihargai sekian dan sekian
atau ia membelinya sekian padahal tidak demikian, sehingga pembeli menganggap
hal itu benar dan akhirnya si penjual mengambil keuntungan dari penjualan
barangnya karena sumpah yang disampaikan padahal ia sama saja telah berdusta
dan bermaksiat kepada Allah, maka sebagai hukumannya adalah dicabutnya
keberkahan pada usahanya.
Peringatan agar tidak bersumpah untuk melariskan barang dagangan, karena
hal itu sama saja tidak memuliakan nama Allah Ta’ala dan hal itu sama saja
mengurangi kesempurnaan tauhid.
Akibat yang diperoleh dari sumpah dusta.
Usaha yang haram meskipun secara lahiriah tampak banyak keuntungannya,
namun tidak berkah; sehingga tidak ada kebaikan di dalamnya; dikeluarkan untuk yang
sia-sia.
sallam bersabda,
اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ , وَلَا يُزَكِّيهِمْ , وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: أُشَيْمِطٌ
زَانٍ , وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ , وَرَجُلٌ جَعَلَ اللَّهَ لَهُ بِضَاعَةً لَا يَشْتَرِي
إِلَّا بِيَمِينِهِ، وَلَا يَبِيعُ إِلَّا بِيَمِينِهِ
dibersihkan-Nya (dari dosa), dan bagi mereka azab yang pedih, yaitu: orang yang
sudah beruban (tua) berzina, orang miskin yang sombong, dan seorang yang
menjadikan Allah sebagai pelaris barang dagangannya, dimana ia tidak membeli dan
menjual kecuali dengan bersumpah.” (Hr. Thabrani dengan sanad yang shahih)
dalam ketiga kitab mu’jamnya. Al Haitsami dalam Majmauz Zawaid (4/78) berkata,
“Para perawinya adalah para perawi kitab shahih.”
anhu adalah seorang sahabat yang berasal dari Ashbahan atau Ramahurmuz, ia
masuk Islam saat Nabi shallallahu alaihi wa sallam tiba di Madinah, hadir dalam
perang Khandaq dan peperangan-peperangan lainnya, ia wafat pada tahun 36 H.
wa sallam menyebutkan tiga orang yang durhaka yang mendapatkan hukuman yang
berat karena buruknya perbuatan mereka. Mereka itu adalah:
dan dirinya sudah seharusnya mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. Hal
ini menunjukkan kecenderungannya kepada maksiat.
orang, namun lebih buruk lagi jika dilakukan oleh orang miskin. Hal ini
menunjukkan bahwa tabiatnya sombong.
ia tidak menjual dan membeli kecuali bersumpah dengan nama-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya meremehkan
nama Allah sehingga menjadikannya sebagai sarana melariskan barang dagangannya.
terhadap banyak bersumpah dalam jual-beli.
Peringatan agar tidak sering bersumpah dalam jual-beli.
Dorongan memuliakan sumpah.
Perintah memuliakan nama Allah Azza wa Jalla.
Menetapkan sifat ‘kalam’ (berfirman) bagi Allah, dan bahwa Dia mengajak
bicara orang yang taat dan memuliakan orang itu dengan diajak bicara.
Peringatan terhadap dosa zina, apalagi dilakukan oleh orang yang sudah tua.
Peringatan terhada dosa sombong, apalagi dilakukan oleh orang miskin.
Hushain radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، – قَالَ عِمْرَانُ فَلاَ
أَدْرِي: أَذَكَرَ بَعْدَ قَرْنِهِ قَرْنَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا – ثُمَّ إِنَّ بَعْدَكُمْ
قَوْمًا يَشْهَدُونَ وَلاَ يُسْتَشْهَدُونَ، وَيَخُونُونَ وَلاَ يُؤْتَمَنُونَ، وَيَنْذُرُونَ
وَلاَ يَفُونَ، وَيَظْهَرُ فِيهِمُ السِّمَنُ
di masaku, kemudian generasi berikutnya, dan generasi berkutnya lagi.” Imran
(perawi hadits ini berkata) berkata, “Aku tidak ingat lagi; apakah Beliau
menyebut generasi setelah masa Beliau dua kali atau tiga kali.” Beliau juga
bersabda, “Setelah kalian akan datang generasi yang memberikan kesaksian
sebelum diminta, berkhianat dan tidak dapat dipercaya, bernadzar dan tidak
memenuhi nadzarnya, dan badan mereka tampak gemuk-gemuk.”
Bukhari no. 3650 dan Muslim no. 2534.
alaihi wa sallam menerangkan bahwa generasi terbaik umat ini adalah tiga
generasi pertama; para sahabat, tabi’in, dan tabiut tabiin karena Islam tegak
ketika itu dan dekatnya mereka dengan masa Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam. Setelah berlalu tiga generasi utama ini, maka akan muncul keburukan di
tengah umat ini, banyak perkara bid’ah, orang-orang meremehkan persaksian,
meremehkan amanah dan nadzar, dan bersenang-senang dengan dunia serta lalai
dari akhirat. Munculnya perbuatan-perbuatan buruk yang disebutkan di atas
(bersaksi palsu, berkhianat, dan tidak memenuhi nadzar) menunjukkan lemahnya
keislaman mereka.
orang-orang yang meremehkan persaksian, sehingga berani bersaksi palsu; dimana
persaksian adalah salah satu macam sumpah.
Keutamaan tiga atau empat generasi pertama Islam; para sahabat, tabi’in,
dan tabi’ut tabiin.
Tercelanya segera memberikan kesaksian.
Tercelanya meremehkan nadzar dan wajibnya memenuhi nadzar.
Tercelanya khianat dan dorongan menunaikan amanah.
Tercelanya berlebihan menikmati kesenangan dunia, cinta dunia, dan
berpaling dari akhirat.
Bukti kenabian dan kerasulan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam; dimana
Beliau memberitahukan sesuatu yang akan terjadi setelah Beliau dan ternyata
sesuai dengan kenyataan. Ini menunjukkan bahwa Beliau utusan Allah dan
mendapatkan berita dari-Nya.
dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ تَسْبِقُ
شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ، وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ
pada masaku, kemudian generasi setelahnya, dan generasi setelahnya, kemudian
akan datang kaum yang persaksiannya mendahului sumpahnya atau sumpahnya
mendahului persaksiannya.”
tabiin) memukuli kami karena persaksian dan sumpah yang kami lakukan ketika
kami masih kecil (agar tidak meremehkan sumpah dan persaksian).”
no. 2652 dan Muslim no. 2533.
bin Yazid An Nakha’i Al Kufi. Ia termasuk tabiin dan ahli fiqihnya di antara
mereka. Ia wafat pada tahun 96 H.
atau sumpahnya mendahului persaksiannya’ adalah memadukan antara sumpah dan
bersaksi, terkadang salah satu lebih dulu daripada yang lain. Hal ini
menunjukkan kesegeraan mereka memberikan kesaksian dan bersumpah, dan
menunjukkan sikap remeh mereka terhadap keduanya. Hal ini juga menunjukkan
kurang wara dan pedulinya mereka terhadap agama.
wa sallam memberitahukan bahwa generasi terbaik umat ini adalah tiga generasi
pertama umat ini. Setelah itu akan ada generasi yang meremehkan persaksian dan
sumpah karena lemahnya keimanan mereka dan kurangnya rasa takut mereka kepada
Allah Azza wa Jalla.
pernah datang kepada Anas bin Malik dan mengeluhkan kepadanya tentang hal yang
kami rasakan dari Hajjaj (bin Yusuf raja yang kejam), maka Anas berkata,
الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ»
bagi kalian melainkan setelahnya lebih buruk lagi sampai kalian berjumpa dengan
Rabb kalian.”
dari Nabi kalian shallallahu alaihi wa sallam.” (Hr. Bukhari)
Keutamaan tiga generasi pertama Islam (para sahabat, tabiin, dan tabi’ut
tabiin).
Tercelanya bersegera memberikan kesaksian dan bersumpah.
Bukti kenabian dan kerasulan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Perhatian kaum salaf terhadap pendidikan anak-anaknya.
Muhammad wa alaa alihi wa shahbihi wa sallam
bin Musa
Maraaji’: Al Mulakhkhash fi
Syarh Kitab At Tauhid (Dr. Shalih Al
Fauzan), Maktabah Syamilah, dll.




































![[Lirik+Terjemahan] JKT48 – Manatsu no Sounds Good! (Musim Panas Sounds Good!)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/JKT48-ManatsunoSoundsGood-1.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)
