الله الرحمن الرحيم
semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan
orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
atau nama-nama Allah Yang Indah, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini
ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Menyempitkan), (93) Al Baasith (Allah Maha Melapangkan)
sallam,
وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَا يَطْلُبُنِي أَحَدٌ بِمَظْلَمَةٍ ظَلَمْتُهَا
إِيَّاهُ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ
yang menyempitkan dan melapangkan rezeki dan Pemberi rezeki serta yang
menetapkan harga. Sesungguhnya saya tidak ingin menghadap Allah dalam keadaan
ada seorang yang menuntut kezaliman karena tindakanku terhadapnya baik dalam
masalah darah maupun harta.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban
dan Baihaqi, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no.
1846)
Mengawalkan)
Mengakhirkan)
alaihi wa sallam dalam shalat malam.
Berbuat baik)
sallam:
Allah muhsin, maka berbuat ihsanlah.” (HR. Ibnu ‘Addiy dari Samurah,
dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 1823)
Pemberi)
sallam,
yang memberi, adapun saya hanya membagi-bagikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pemberi)
Esa)
adalah witr (Esa), Dia menyukai yang ganjil[i].”
(HR. Bukhari dan Muslim)
setelah menyebutkan nama-nama di atas berkata, “Inilah yang kami pilih setelah menggalinya; 81 ada dalam kitab Allah
dan 18 ada dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun kami
masih ragu-ragu dalam memasukkan nama Al Hafiy[ii], karena nama tersebut disebutkan dengan ditaqyid (dibatasi), yaitu pada
firman Allah Ta’ala menyebutkan tentang (perkataan) Nabi Ibrahim,
Muhsin, karena kami belum melihat para perawinya dalam (Mu’jam) Thabrani,
namun Syaikhul Islam menyebutkannya termasuk nama-nama-Nya (Asmaa’ul Husna).
Kemudian saya menemukannya dalam Mushannaf Abdurrazzaq (Juz 4/492/ no. 8603)
dari Syaddad bin Aus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam[iii].”
antara nama-nama Allah Ta’ala ada yang diidhafatkan (dihubungkan), seperti Maalikul
mulki Dzul
Jalaali wal Ikraam.” (Al
Qawaa’idul Mutsla hal. 25 cet. Maktabah Al ‘Ilm)
dalam Asma’ul Husna, silahkan buka buku yang kami tulis dengan judul “Untaian
Mutiara Hadits” atau bisa didownload di sini: https://drive.google.com/open?id=0Bx0SaxmNLRN2YTRFWnZuUHI4aUE
nama-nama-Nya dan mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya dapat menumbuhkan
rasa cinta kepada Allah, mendorong kita untuk beramal saleh dan menjauhi maksiat, mendapatkan kecintaan dari Allah
dan memasukkan kita ke surga.
dan sifat-Nya yang tinggi agar Dia memasukkan kita semua ke dalam surga-Nya dan dijauhkan dari neraka, Allahumma
aamin.
a’lam wa shallallahu ala Nabiyyina Muhammad wa alaa alihi wa shahbihi wa sallam
versi 3.45, Ta’liq Mukhtashar ala Lum’atil I’tiqad, (Syaikh M. bin Shalih Al
Utsaimin), Al Qawa’idul Mutsla (Syaikh M. bin Shalih Al Utsaimin), http://www.alukah.net/sharia/0/82205/
, dll.
Subhaanahu wa Ta’ala suka kepada yang ganjil. Oleh karena itu, Dia menetapkan
banyak ibadah dan makhluk dalam jumlah ganjil, seperti menetapkan shalat lima
waktu, thawaf sebanyak tujuh kali, langit berjumlah tujuh, dan menganjurkan
tiga kali dalam berbagai amal, seperti wudhu dan mandi.
termasuk nama Allah pula adalah Al Kafil (Yang Maha Menjamin) berdasarkan Qs.
An Nahl: 91, wallahu a’lam.
Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ (1824).








































