الله الرحمن الرحيم
semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang
mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma
aamin.
(pengertian) sahabat
secara istilah adalah orang yang bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam dalam keadaan muslim dan wafat di atas Islam.
Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam mencintai mereka.
mencintai mereka, dan mereka pun mencintai-Nya, Dia berfirman,
يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى
الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ
yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah
lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang
yang suka mencela.” (Qs. Al Maidah: 54)
sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka.
kaum mukmin yang lain, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman memuji mereka,
الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا
الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang
yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun
ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah
kemenangan yang besar.” (Qs. At Taubah: 100)
sallam bersabda,
أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ، ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ، وَلاَ نَصِيفَهُ»
sahabatku. Jika sekiranya salah seorang di antara kamu menginfakkan emas sebesar
gunung Uhud, maka infak itu tidak akan menyamai infak mereka baik satu mud
maupun separuhnya.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
Shiddiq radhiyallahu anhu adalah sahabat yang paling utama, setelah itu Umar,
Utsman, dan Ali radhiyallahu anhum.
sallam bersabda,
لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ، وَلَكِنْ أَخِي وَصَاحِبِي»
kekasih dari umatku, tentu aku akan memilih Abu Bakar, akan tetapi ia adalah
saudaraku dan sahabatku.” (Hr. Bukhari)
berkata, “Dahulu kami mengatakan (tentang orang-orang yang paling utama) ketika
Nabi shallallahu alaihi wa sallam masih hidup, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman,
dan Ali, kemudian hal itu sampai ke telinga Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
namun Beliau tidak mengingkari.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud)
umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, lalu Umar. Jika aku mau menyebut
yang ketiga, tentu aku sebut dia, yakni Utsman.” (Diriwayatkan oleh Ibnu
Asakir, Kanzul Ummal no. 32684 dan 36139)
mereka.
Utsman, bahwa suatu ketika gunung Uhud bergetar, padahal di atas mereka ada
Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, maka Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
وَصِدِّيقٌ، وَشَهِيدَانِ»
atasmu ada Nabi, Ash Shiddiq, dan dua orang syahid.” (Hr. Ahmad, Bukhari, Abu
Dawud, dan Tirmidzi)
sallam juga bersabda kepada Ali radhiyallahu anhu,
هَارُونَ مِنْ مُوسَى؟ غَيْرَ أَنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي»
kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa, hanyasaja tidak ada
lagi nabi setelahku.” (Hr. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
radhiyallahu anha putrinya, dan Hasan serta Husain radhiyallahu anhuma kedua
cucunya,
قَبْلَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ أَنْ يُسَلِّمَ عَلَيَّ
وَيُبَشِّرَنِي بِأَنَّ فَاطِمَةَ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الجَنَّةِ وَأَنَّ
الحَسَنَ وَالحُسَيْنَ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الجَنَّةِ»
turun ke bumi sebelum malam ini, ia meminta izin kepada Rabbnya untuk
memberikan salam kepadaku dan memberikan kabar gembira kepadaku, bahwa Fatimah
adalah pemimpin wanita penduduk surga, dan bahwa Hasan dan Husain adalah pemimpin
para pemuda penghuni surga.” (Hr. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al Albani)
dan Husain), sesungguhnya aku mencintai keduanya.” (Hr. Bukhari)
anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الزُّبَيْرُ بْنُ العَوَّامِ»
(sahabat yang setia), dan sesungguhnya hawariku adalah Zubair bin Awwam.” (Hr.
Bukhari dan Muslim)
radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
saleh.” (Hr. Bukhari)
radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
yang dimerdekakan) kami.” (Hr. Bukhari)
radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
maupun akhlak.” (Hr. Bukhari)
anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الجَنَّةِ
hadapanku di surga.” (Hr. Bukhari)
Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhum,
Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda,
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَسَالِمٍ، مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ ، وَأُبَيِّ بْنِ
كَعْبٍ، وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ»
empat orang, yaitu dari Abdullah bin Mas’ud, Salim maula Abi Hudzaifah, Ubay
bin Ka’ab, dan Mu’adz bin Jabal.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ
atas wanita yang lain adalah seperti keutamaan makanan Tsarid (roti berkuah
dicampur daging) di atas makanan lainnya.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
alaihi wa sallam bersabda,
يُبْغِضُهُمْ إِلَّا مُنَافِقٌ، فَمَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ
أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللَّهُ»
melainkan orang mukmin, dan tidak ada yang membencinya melainkan orang munafik.
Barang siapa yang mencintai mereka, maka Allah akan mencintainya, dan barang
siapa yang membenci mereka, maka Allah akan membencinya.” (Hr. Bukhari dan
Muslim)
شِعْبًا، لَسَلَكْتُ فِي وَادِي الأَنْصَارِ، وَلَوْلاَ الهِجْرَةُ لَكُنْتُ
امْرَأً مِنَ الأَنْصَارِ»
sebuah lembah atau jalan di gunung, tentu aku akan menempuh lembah orang-orang
Anshar, dan kalau bukan karena hijrah, tentu aku termasuk orang-orang Anshar.”
(Hr. Bukhari)
anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Saad bin Mu’adz.” (Hr. Bukhari)
radhiyallahu anhu, bahwa suatu ketika ia bersama salah seorang sahabat
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di rumah Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam pada suatu malam yang gelap, ketika mereka berdua pulang, tiba-tiba
ada cahaya di hadapan mereka sehingga mereka dapat berjalan di bawah cahaya
itu, dan ketika mereka berdua berpisah, cahaya pun terbagi dua (sebagaimana
dalam Shahih Bukhari no. 3805).
anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah
memerintahkan kepadaku untuk membacakan kepadamu ayat “Lam yakunilladziina
kafaru…dst.” (Qs. Al Bayyinah).” Lalu Ubay bertanya, “Apakah Allah menyebut
namaku?” Beliau menjawab, “Ya.” Maka Ubay pun menangis.” (Hr. Bukhari dan
Muslim)
anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Allah.” (Hr. Bukhari)
radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ini.” (Hr. Bukhari)
وَأَشَدُّهُمْ فِي أَمْرِ اللَّهِ عُمَرُ، وَأَصْدَقُهُمْ حَيَاءً عُثْمَانُ،
وَأَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، وَأَفْرَضُهُمْ زَيْدُ
بْنُ ثَابِتٍ، وَأَعْلَمُهُمْ بِالحَلَالِ وَالحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ أَلَا
وَإِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا وَإِنَّ أَمِينَ هَذِهِ الأُمَّةِ أَبُو
عُبَيْدَةَ بْنُ الجَرَّاحِ»
umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas dalam menjalankan perintah Allah
adalah Umar, yang paling benar malunya adalah Utsman, paling pandai terhadap Kitabullah
adalah Ubay bin Ka’ab, paling mengerti faraidh (warisan) adalah Zaid bin
Tsabit, dan paling mengerti yang halal dan yang haram adalah Mu’adz bin Jabal.
Ingatlah, sesungguhnya setiap umat memiliki orang terpercaya, dan orang terpercaya
umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al
Jarrah.” (Hr. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim, dan
Baihaqi, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami no. 895)
sahabat, dan berdiam diri terhadap perselisihan yang terjadi di antara mereka.
begitu banyak. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ، ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ، وَلاَ نَصِيفَهُ»
sahabatku. Jika sekiranya salah seorang di antara kamu menginfakkan emas sebesar
gunung Uhud, maka infak itu tidak akan menyamai infak mereka baik satu mud
maupun separuhnya.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan bahwa mereka adalah wanita suci dan
bersih, serta mendoakan ridha Allah untuk mereka, demikian juga memandang,
bahwa istri Beliau yang terbaik adalah Khadijah binti Khuwailid dan Aisyah
binti Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu anhuma.
أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah
ibu-ibu mereka.” (Qs. Al Ahzaab: 6)
alaa aalihi wa shahbihi wa sallam
Maraji’: Minhajul Muslim (Abu
Bakar Al Jazairiy), Maktabah Syamilah versi 3.45, Kanzul
Ummal (Alauddin Ali bin Hisamuddin Asy Syadzili), dll.






































