Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Religi

Bahan Renungan Setelah Ramadhan

Keimanan by Keimanan
17.07.2016
Reading Time: 10 mins read
0
ADVERTISEMENT
بسم
الله الرحمن الرحيم

RELATED POSTS

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bahan Renungan Setelah Ramadhan

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam
semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan
orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’d
u:

Berikut hal-hal
yang perlu kita renungkan setelah Ramadhan berlalu, semoga Allah menjadikan
risalah ini ditulis ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma amin.

Hikmah
puasa

ADVERTISEMENT
Puasa yang Allah Azza wa Jalla syariatkan kepada kita
tujuannya adalah agar kita menjadi insan yang bertakwa. Allah ‘Azza wa Jalla
berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا
كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai
orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

(QS. Al Baqarah: 183)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memiliki hikmah yang dalam
mengapa Dia tetap mensyariatkan ibadah ini dari generasi ke generasi dan tidak
menghapusnya. Yang demikian karena besarnya pengaruh puasa bagi seseorang dalam
menjadikannya seorang yang saleh dan bertakwa.

Bukankah puasa adalah ibadah yang berat? Sebelum kita
memasuki bulan Ramadhan, kita sudah merasakan beratnya. Akan tetapi, ketika
seseorang mampu menjalankan ibadah ini, maka nantinya ketika dihadapkan
perintah-perintah Allah yang lain, maka ia akan sanggup menjalankannya.

Bukankah ketika berpuasa seseorang menahan diri dari
hal-hal yang enak dan disukai hawa nafsunya, seperti makan, minum, dan
syahwatnya, maka diharapkan nantinya setelah ia selesai menjalankan ibadah puasa,
ketika dihadapkan kepadanya perbuatan maksiat yang sesuai dengan hawa nafsunya,
ia pun mampu menahan dirinya sebagaimana dirinya mampu menahan diri dari makan,
minum, dan syahwatnya?

Bukankah ketika berpuasa seseorang merasakan
penderitaan lapar dan haus, sehingga ia pun merasakan beban yang dialami
saudara-saudaranya yang fakir dan miskin, yang membuatnya ingin bersedekah dan
membantu mereka? Bukankah ini bagian dari ketakwaan?

Bukankah ketika berpuasa kita diperintahkan Allah
Subhaanahu wa Ta’aala untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
dan hal-hal yang merusak pahalanya seperti berkata kotor, mencaci-maki orang
lain, berdusta dan perkataan maksiat lainnya, serta diperintahkan untuk menahan
diri dari tindakan-tindakan maksiat, seperti berkelahi, berbuat jahat kepada
orang lain, menzaliminya, dan perbuatan maksiat lainnya? Bukankah ini semua
bagian dari ketakwaan?

Alhamdulillah, dengan adanya ibadah puasa, maka
kemaksiatan kepada Allah yang merupakan penyebab rusaknya bumi semakin berkurang,
sehingga Allah tetap melimpahkan keberkahan-Nya kepada kita,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا
عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا
فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Kalau
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi
, ” (Terj. QS. Al A’raaf: 96)

Dengan
demikian, puasa merupakan bentuk tarbiyah (pendidikan dan pelatihan) dari Allah
kepada kita agar siap menjadi orang yang bertakwa.

Sudahkah
kita menjadi orang yang bertakwa?

Oleh karena yang diinginkan Allah
dari hamba-hamba-Nya setelah menjalankan puasa adalah menjadi manusia yang
bertakwa, maka tidak sepatutnya bagi kita setelah menjalankan ibadah puasa
kembali kepada kebiasaan yang dahulu kita kerjakan berupa kemaksiatan, seperti
meninggalkan shalat dan enggan melaksanakannya dengan berjamaah, durhaka kepada
orang tua, memutuskan tali silaturrahim, bermusuhan, menyakiti tetangga, tidak
menjaga lisannya dari dusta, ghibah (membicarakan orang lain), namimah (adu
domba), melepas jilbab, mengumbar aurat, dan melakukan maksiat lainnya, wal
‘iyadz billah.

Perumpamaan mereka yang kembali
bermaksiat setelah Ramadhan berlalu

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ
أَنْكَاثًا

“Dan janganlah kamu seperti
seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat,
menjadi cerai berai kembali.”
(QS. An Nahl: 92)

Dalam ayat ini Allah
Subhanahu wa Ta’ala melarang kita agar tidak seperti wanita dungu, yang telah
memintal benangnya dan berhasil membuat baju yang bagus, namun setelah itu ia
mengurai kembali benang-benangnya hingga menjadi tercerai-berai. Demikianlah
perumpamaan seseorang yang kembali lagi berbuat maksiat dan memperburuk amalnya
padahal sebelumnya di bulan Ramadhan, ia perbaiki amalnya. Orang yang seperti
ini adalah orang yang kurang akalnya.

Tanda diterimanya ibadah

Sesungguhnya tanda diterimanya
ibadah dari seorang hamba adalah, hamba tersebut diberi taufik oleh Allah untuk
mengerjakan ibadah-ibadah lainnya, mengerjakan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi
maksiat. Maka perhatikanlah dirimu, apakah selanjutnya engkau berada di atas
ketaatan atau berada di atas kemaksiatan?

Tetap beribadah, meskipun Ramadhan
telah berlalu

Berpuasa di bulan Ramadhan dan mengisinya dengan ibadah
juga dimaksudkan agar setelah Ramadhan berlalu, kita menjadi terbiasa mengisi
hidup dengan beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. Dan inilah tujuan dari
diciptakan kita di dunia, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja dan mengisi
hidup di dunia dengan beribadah.

Dan perlu diketahui, bahwa perintah beribadah ini,
tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi terus diperintahkan di setiap hari, di
setiap bulan, di setiap tahun, hingga ajal menjemput. Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang
kepadamu yang diyakini (ajal).”
(Terj. QS. Al Hijr: 99)

Ibadah adalah amanah yang diembankan
kepada manusia, yang nantinya setelah mereka menjalankannya, maka Allah akan membalas
mereka dengan balasan yang besar, yaitu masuk ke dalam surga-Nya yang penuh
dengan kenikmatan. Penghuninya akan kekal dan tidak akan mati, akan senang dan
tidak akan sedih, akan bahagia dan tidak akan sengsara, akan sehat dan tidak
akan sakit, akan muda terus dan tidak akan tua, dan apa yang diinginkan ada di
hadapan tanpa perlu kerja keras dan susah payah. Sebaliknya, barang siapa yang
meninggalkan ibadah (menyembah selain Allah dan enggan mengisi hidupnya dengan
beribadah, minimal yang wajib) dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka
nerakalah tempatnya, wal ‘iyadz billah. Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman,

فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37)
وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39)

“Adapun orang yang melampaui
batas (sehingga meninggalkan ibadah),–Dan lebih mengutamakan kehidupan
dunia,–Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).”
(QS.
An Naazi’at: 37-39)

Puasa Syawwal

Meskipun bulan Ramadhan telah berlalu;
bulan di mana amal saleh dilipatgandakan pahalanya. Namun kesempatan meraih
pahala yang banyak masih ada, di antaranya adalah dengan melanjutkan berpuasa
selama enam hari di bulan Syawwal, di mana bagi mereka yang melakukannya akan
dianggap seperti berpuasa setahun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ
رَمَضَانَ, ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ
اَلدَّهْرِ 

“Barang
siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari di
bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun.” (HR. Jama’ah Ahli Hadits selain
Bukhari dan Nasa’i)

Dalam
melakukannya lebih utama secara berturut-turut, namun boleh juga tidak
berturut-turut. Boleh juga melakukannya di awal bulan Syawwal, di pertengahan,
maupun di akhirnya.

Para ulama mengatakan, “Dianggap seperti berpuasa
setahun adalah karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan,
bulan Ramadhan dihitung sepuluh bulan, sedangkan enam hari di bulan Syawwal
dihitung dua bulan.”

Sungguh sangat beruntung orang yang
memanfaatkan kesempatan ini untuk berpuasa sebelum waktunya habis.

Khatimah (penutup)

Sebagai penutup, sesungguhnya Allah Maha Kaya, tidak
membutuhkan ibadah hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا
فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

“Barang siapa yang mengerjakan amal
yang saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan
perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan Tuhanmu sekali-kali
tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya.
(Terj.
QS. Fushshilat: 46)

Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa
‘alaa alihi wa shahbihi wa sallam.

Marwan
bin Musa

Tags: Agama IslamDakwahIlmuInformasiIslamiMuslimWawasan Pengetahuan
ShareTweetSendShare
Keimanan

Keimanan

Related Posts

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya
Religi

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026
Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta
Religi

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi
Religi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan
Religi

Amalan Menjelang Bulan Syakban: Persiapan Menuju Ramadan

13.01.2026
Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Religi

Puasa Ramadan 2026 — Tanggal & Niat Qadha yang Wajib Diketahui Umat Muslim

09.01.2026
Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani
Religi

Hadiah Pahala – Fatwa al-`Asqalani

15.06.2025
Next Post

Erdogan's Way vs Paham 'Take Away'

Gus Yaqut Klaim yang Dibakar Itu Bendera HTI dan Untuk Jaga Kalimat Tauhid

Mengurus Visa India untuk Konferensi

Iklan

Recommended Stories

Usaha Yang Menjanjikan

21.11.2013

BENAR BENAR FOKUS BERIBADAH KETIKA I’TIKAF

30.04.2019

Sejarah Menjadi Indonesia (372): Pahlawan Nasional Fatmawati (Bengkulu); Soekarno, Flores Bengkulu Padang Djakarta Bengkulu

23.01.2022

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?