Lebih Dekat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (9)
semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan
orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
shallallahu ‘alaihi wa sallam, semoga Allah menjadikan risalah ini ikhlas
karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma amin.
shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan haknya kepada masing-masing
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka hendak bertanya tentang ibadah Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika telah diberitahukan, mereka menganggap
ibadah Beliau sedikit, mereka berkata, “Bagaimanakah kami dengan Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah diampuni dosanya yang telah lalu dan
yang akan datang.” Salah seorang di antara mereka berkata, “Adapun saya, maka
saya akan shalat malam selama-lamanya”, yang lain berkata, “Saya akan puasa
selamanya dan tidak berbuka.” Sedangkan yang lain lagi berkata, “Saya akan
menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.” Maka Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallampun datang kepada mereka lalu bersabda, “Kamu yang berkata
begini dan begitu. Ketahuilah, demi Allah, aku adalah orang yang paling takut
kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya; akan tetapi aku berpuasa dan
berbuka, aku shalat dan tidur, serta aku menikahi wanita. Maka barang siapa
yang membenci sunnahku, ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari)
Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Beliau bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan.” Para
sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami
tidak dapat tidak harus duduk-duduk untuk berbincang-bincang.” Kemudian Beliau
bersabda, “Jika kalian tetap ingin berbincang-bincang, maka berikanlah hak
jalan.” Para sahabat bertanya, “Apa haknya?” Beliau menjawab, “Yaitu
menundukkan pandangan, menghindarkan gangguan, menjawab salam, menyuruh
mengerjakan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran.” (HR. Bukhari)
بْنِ الْعَاصِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا
عَبْدَاللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ
قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَلَا تَفْعَلْ صُمْ وَأَفْطِرْ وَقُمْ
وَنَمْ فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا *
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Wahai
Abdullah, aku diberitahukan, bahwa kamu selalu berpuasa di siang hari dan
shalat di malam hari?” Aku menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”, Beliau pun
bersabda, “Jangan lakukan, berpuasa dan berbukalah, bangun malam dan tidurlah,
karena jasadmu memiliki hak yang wajib kamu penuhi, demikian juga matamu
memiliki hak, dan istrimu juga memiliki hak.” (HR. Bukhari)
orang yang saleh meskipun dipandang rendah di mata manusia
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Bahwa ada seorang laki-laki atau wanita
berkulit hitam yang sering menyapu masjid, lalu ia meninggal, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam pun menanyakan tentang keberadaannya.
memberitahukanku? Tunjukkan kepadaku di mana kuburnya.” Maka mereka pun
menunjukkannya, lalu Beliau mendatangi kuburnya kemudian menyalatkannya.” (HR.
Bukhari)
pandang tentang Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
Maqdisiy berkata tentang Beliau,
adalah manusia yang paling berani, ‘Ali bin Abi Thaalib pernah berkata, “Kami ini,
jika perang semakin berkecamuk, kedua pasukan bertemu, kami berlindung di balik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Beliau tidak pernah berkata “Tidak” ketika diminta.
bahkan melebihi gadis yang berada di tempat pingitan, matanya tidak kuat lama
memandang seseorang.
pernah marah karena dirinya (disakiti), lain halnya jika larangan Allah Ta’ala
dilanggar, maka Beliau marah karena Allah. Jika Beliau marah karena Allah, maka
tidak ada seorang pun yang ikut marah karena kemarahan Beliau.
kuat maupun yang lemah di hadapan Beliau adalah sama.
Beliau suka, Beliau akan makan, dan jika tidak suka, maka Beliau tinggalkan.
tidak pernah makan di atas meja, Beliau juga tidak menolak barang yang mubah. Jika
Beliau mendapatkan kurma, maka Beliau akan makan, dan jika Beliau mendapatkan
roti, Beliau juga akan makan. Jika Beliau mendapatkan daging panggang, Beliau
akan makan, dan jika Beliau mendapatkan roti gandum atau sya’ir (sejenis
gandum) Beliau pun akan makan, dan jika ada susu Beliau cukupkan diri
dengannya, Beliau pun makan semangka dengan kurma basah, Beliau suka makanan
manis dan madu.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari dunia ini dalam keadaan
tidak pernah kenyang karena makan roti sya’ir.”
kepada keluarga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun di rumah
Beliau tidak pernah menyala api (tidak masak), Beiau dan keluarganya hanya
makan kurma dan air saja.
menerima zakat, dan selalu membalas orang yang memberi hadiah.
pakaian, Beliau makan seadanya dan memakai pakaian seadanya.
baju sendiri, membantu pekerjaan istrinya, dan menjenguk orang yang sakit.
tawaadhu’, Beliau penuhi undangan orang yang mengundangnya baik ia orang kaya,
orang miskin, orang hina, maupun mulia.
menghadiri pengurusan jenazah mereka, Beliau jenguk orang yang sakit di
kalangan mereka, Beliau tidak hinakan orang yang miskin dan tidak takut
terhadap raja.
dan pernah memboncengi seorang budak di belakangnya maupun yang lainnya.
dari bulu domba, memakai sandal yang disol, Beliau suka kain hibarah (kain
bercorak) buatan Yaman, yang warnanya ada merah dan putih.
mata cincinnya juga dari perak.
yang sia-sia, Beliau panjangkan shalatnya dan pendekkan khutbahnya.
menampakkan kegembiraan, meskipun kesedihan menimpa Beliau, dan keadaannya yang
selalu berfikir.
sesuatu yang bau.
memuliakan mereka, Beliau tampakkan kegembiraan kepada orang-orang dan tidak
bersikap kasar kepada seorangpun.
diamkan, Beliau terkadang bercanda namun isinya benar, Beliau selalu menerima
alasan orang yang datang menyebutkan alasan kepadanya.
namun Beliau tidak pernah makan dan berpakaian melebihi mereka.
yang kosong dari ibadah, yang kosong dari hal yang berguna baik baginya maupun
keluarganya.
bersabda, “Tidak seorang nabi pun kecuali pernah mengembala kambing.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia menjawab, “Akhlak Beliau adalah Al
Qur’an”, Beliau marah karena Allah dan ridhapun karenanya.
radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Aku belum pernah menyentuh sutera tebal
maupun tipis yang lebih lunak dari tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, aku tidak juga pernah mencium wewangian yang lebih wangi daripada wangi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh aku telah melayani Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 10 tahun, Beliau tidak pernah berkata
kepadaku “Ah”, tidak juga berkata terhadap yang aku perbuat, “Kenapa kamu
lakukan ini?” Dan tidak mengatakan kepada perbuatan yang tidak aku lakukan,
“Tidakkah kamu kerjakan yang ini dan itu?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karya Al Haafizh Abdul Ghaniy Al
Maqdisiy, fasal fii akhlaaqihi)
‘alaa Nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihihi wa shahbihi wa sallam
bin Musa
Maraji’: Maktabah Syamilah, Al Ushul Ats Tsalatsah (Muhammad
bin Abdul Wahhab), Nubadz min akhlaaqin Nabi (Abdul Hamid As Suhaibani), Quthuuf minasy Syamaa’ilil Muhammadiyyah (M. bin Jamil Zaenu), Mukhtashar siiratin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Abdul Ghaniy Al Maqdisi), I’rif
Nabiyyaka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yaa bunayya (Abdul Majid Al Bayanuni), Minhaajul Muslim (Abu Bakar Al Jaza’iri), Riyaadhush Shaalihiin (Imam Nawawi), Untaian Mutiara Hadits
(Penulis), dll.
cincin karena dibutuhkan ketika itu, yaitu untuk stempel surat-surat Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikirim kepada raja-raja untuk mengajak
mereka kepada Islam, dan Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya membolehkan
cincin yang terbuat dari perak, adapun dari besi apalagi emas maka tidak
diperbolehkan bagi laki-laki, dan Beliau melarang memakai cincin di telunjuk
dan jari tengah.




































