الله الرحمن الرحيم
Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga
hari Kiamat, amma ba’du:
tujukan kepada para da’i dan para pendidik agar dakwah dan pengajaran mereka
dipahami dengan baik oleh mad’u (objek dakwah) atau peserta didik dan diterima
mereka insya Allah. Berikut ini poin-poin pentingnya:
ikhlas karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala, karena Dia hanya menerima amal yang
ikhlas karena-Nya.
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَ مَاكَانَ لَهُ خَالِصًا، وابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
Allah tidak menerima amal selain yang ikhlas karena-Nya dan mencari
keridhaan-Nya.” (HR. Nasa’i, dihasankan Syaikh Al Albani dalam Shahihul
Jami’ no. 1856)
dada yang lapang, dimudahkan urusan, serta dilepaskan kekakuan lisan. Berdoalah
seperti doa Nabi Musa ‘alaihis salam sebelum berangkat kepada Fir’aun,
اشْرَحْ لِي صَدْرِي–وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي–وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي–يَفْقَهُوا
قَوْلِي.
dadaku–Dan mudahkanlah untukku urusanku,–Dan lepaskanlah kekakuan dari
lidahku,–Agar mereka mengerti perkataanku,” (Terj. QS. Thaahaa: 25-28)
dengan memuji Allah Ta’ala dan bershalawat kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam. Lebih baik lagi jika anda mengawali pembicaraan anda dengan
khutbatul hajah, yaitu:
وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ, أَمَّا بَعْدُ:
memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, meminta ampunan kepada-Nya,
berlindung juga kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal
perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada
yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada
yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak
disembah kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya semoga shalawat dan salam terlimpah
kepadanya. Amma ba’du:
jelas oleh mad’u.
menyentuh perasaan mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman,
وَقُل لَّهُمْ فِي أَنفُسِهِمْ قَوْلاً بَلِيغًا
katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.” (QS. An Nisaa’: 63)
agar ucapan kita membekas dalam hati mereka adalah dengan menaik-turunkan suara
sebagaimana praktek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menerangkan
tentang Dajjal (lihat Shahih Muslim no. 2937). Dan jika perlu adanya
pengulangan, maka ulangilah agar nasihat yang engkau sampaikan betul-betul
menancap dalam hati mereka. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:
بِكَلِمَةٍ أَعَادَهَا ثَلاَثًا، حَتَّى تُفْهَمَ عَنْهُ
kalimat, maka Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali agar dapat
dipahami.” (HR. Bukhari)
olehmu wahai da’i, agar mereka (para mad’u/obkjek dakwah) dapat mengambil
pelajaran dari apa yang engkau sampaikan.
bertahap (sedikit demi sedikit). Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata:
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُحَدِّثُ الْحَدِيثَ لَوْ شَاءَ الْعَادُّ أَنْ
يُحْصِيَهُ أَحْصَاهُ
sallam ketika menyampaikan sesuatu, jika sekiranya ada orang yang mau
menghitung kata-katanya tentu mampu menghitungnya.” (HR. Abu Dawud, dan
dishahihkan oleh Al Albani)
tingkat pemahaman mereka. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:
أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُه
sesuai yang mereka pahami. Sukakah kalian jika Allah dan rasul-Nya
didustakan?” (Diriwayatkan oleh Bukhari)
tundukkan. Usahakan perhatian anda tidak tertuju kepada seorang mad’u, tetapi
kepada semuanya.
adalah perkara serius dan bukan main-main.
menerangkan kepada kawan anda di samping anda.
bebas berbicara sehingga ucapan Anda tergelincir dalam kesalahan atau banyak
perkataan sia-sia, dan jangan terlalu tertahan sehingga Anda merasa ketakutan
(gerogi).
ragu-ragu ketika bicara. Perumpamaan orang yang ragu-ragu adalah seperti orang
yang hendak menyeberang jalan, yang keadaannya antara maju atau mundur sehingga
lebih mudah ditabrak oleh kendaraan yang lewat.
perkataan yang Anda sampaikan.
menyampaikan, maka anda akan menyesal setelahnya.
Dzikrullah.
اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةُ
مَرَّةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَقُومَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ
أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ
ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di satu majlis sebelum bangun
(dari duduknya), “Wahai Tuhanku, ampuni aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya
Engkau Maha penerima tobat lagi Maha Pengampun,” sebanyak seratus kali.” (HR.
Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al Albani)
bertanya.
majlis.
اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ
إِلَيْكَ.
Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang
berhak disembah kecuali Engkau saja, dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku meminta
ampun dan bertobat kepada-Mu.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabir,
dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 4487)
beberapa risalah saya berikut:
- Fiqh Dakwah
- Sarana Dakwah
wa shahbihi wa sallam.
Marwan bin Musa







































