Salallahu ‘alaihi Wasallam. Orang orang munafik adalah musuh yang sangat
berbahaya bagi Islam. Sehari hari mereka menampakkan dirinya sebagai orang
Islam tetapi hatinya berpenyakit.
bahkan menghancurkan Islam bahkan mereka senang bekerjasama dengan orang kafir. Dan keadaan
atau kelakuan buruk munafik masih terus
berlanjut sebagaimana yang kita saksikan dalam masyarakat kita di zaman ini.
orang munafik diantaranya adalah sebagaimana disebutkan dalam satu sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam :
حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
munafik ada tiga (1) Apabila berbicara
dia bohong. (2) Apabila berjanji ia
mengingkari (3) Apabila diberi amanat ia berkhianat. (H.R Imam Muslim).
orang orang munafik, yang mengaku ngaku Islam ini mereka ikut shalat bersama
sahabat. Cuma saja keadaan shalat mereka SANGATLAH BURUK, diantaranya :
berinfak karena terpaksa.
يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ
كَارِهُونَ
orang munafik) tidak melaksanakan shalat melainkan DENGAN MALAS dan tidak
(pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan
(terpaksa). Q.S at Taubah 54.
melaksanakan shalat dengan malas dan karena riya.
الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى
الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ
إِلَّا قَلِيلًا
orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka.
Apabila mereka berdiri untuk shalat mereka LAKUKAN DENGAN MALAS. Mereka
bermaksud riya (ingin dipuji) dihadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat
Allah kecuali sedikit sekali. (Q.S an Nisa’ 142)
melaksanakan shalat dengan mengakhirkan waktunya.
menunjukkan betapa buruknya keadaan shalat orang munafik adalah melalaikan dan
mengakhirkan waktu shalat dari waktu yang seharusnyanya tanpa udzur. Dari Anas
bin Malik, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
صلاة المنافق يجلس يرقب الشمس حتى إذا كانت بين قرنى الشيطان قام فنقرها أربعا لا
يذكر الله فيها إلا قليلا
orang munafik. Ia duduk sampai matahari terbenam di antara dua tanduk setan. Lalu
ia mengerjakan shalat Ashar empat raka’at. Ia hanya mengingat Allah dalam
waktu yang sedikit. (H.R Imam Muslim).
sangat berat melaksanakan shalat shubuh dan isya.
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ
يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً
yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat Isya.
Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu
mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak. (H.R Imam Bukhari).
bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata : Orang munafik itu
shalat dalam keadaan riya dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar orang lain).
Di masa silam shalat Shubuh dan shalat Isya tersebut dilakukan dalam keadaan
gelap sehingga mereka, orang munafik, tidak menghadirinya. Mereka enggan
menghadiri kedua shalat tersebut.
Zhuhur, Ashar dan Maghrib, mereka tetap hadir karena jama’ah yang lain melihat
mereka. Dan mereka kala itu cari muka dengan amalan shalat mereka tersebut.
Mereka hanyalah sedikit berdzikir kepada Allah.
belum ada lampu listrik seperti saat ini. Sehingga menghadiri dua shalat itu
terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya
karena shalat Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya
tidur. (Syarh Riyadhus Shalihin).
hamba hamba Allah selalu memohon agar dijauhkan dari sifat dan keadaan shalat
munafik yang sangat buruk. Wallahu A’lam. (1956).






































