rizki (yang halal) agar hamba hamba
Allah bisa : (1) Memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga serta rang orang
yang dalam tanggungannya. (2) Untuk menjaga kehormatan dan harga diri agar
tidak hidup sebagai peminta minta. (3) Bisa membantu orang lemah dan
kekurangan. (4) Bisa melakukan ibadah yang membutuhkan biaya besar seperti
ibadah haji dan umrah, membangun masjid, madrasah, pesantren dan yang lainnya.
menyebutkan perumpamaan tentang bagaimana burung keluar dari sarangnya di pagi hari dan
berusaha mencari rizki bagi dirinya.
Beliau bersabda :
تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ
بِطَاناً
kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian
rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut PERGI PADA PAGI
HARI dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. (H.R
Imam Ahmad, Ibnu Majah, at Tirmidzi dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh al
Albani).
menjamin rizki untuk semua makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ
مُبِينٍ
di bumi melainkan semua dijamin Allah rizkinya. Dia mengetahui tempat
kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang
nyata. (Q.S Huud 6).
Allah Ta’ala membagi nikmat rizki kepada hamba hamba-Nya tanpa dihitung
hitung, sesuai dengan kehendak-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
حِسَابٍ
yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. (Q.S Ali Imran 37).
membagi rizki, Allah Ta’ala dengan hikmah-Nya, melebihkan seseorang dari yang
lain. Allah Ta’ala berfirman :
ٱلرِّزْقِ ۚ
Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rizki. (Q.S an
Nahal 71)
Ta’ala berfirman :
لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia
kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki) ?. Sesungguhnya yang
demikian itu terdapat tanda tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
(Q.S az Zumar 52).
karena itu SEKERAS APAPUN USAHA seorang hamba untuk mendapatkan rizki yang
banyak sesuai keinginannya, tidaklah dia akan memperoleh kecuali apa yang telah
ditetapkan Allah Ta’ala baginya. Allah telah menetapkan ukuran yang paling
tepat bagi setiap hamba hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ
خَبِيرٌ بَصِيرٌ
sekiranya Allah melapangkan rizki kepada hamba hamba-Nya niscaya mereka akan
berbuat melampaui batas di bumi. Tetapi Dia menurunkan (rizki) dengan UKURAN
YANG DIA KEHENDAKI. Sungguh Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba hamba-Nya,
Maha Melihat. (Q.S asy Syura 27)
bahkan berlomba mendapatkannya adalah BEKAL UNTUK MENGHADAPI HARI AKHIRAT
DENGAN SELAMAT. Ini tidak dijamin KECUALI BEBERAPA SAHABAT YANG DIJAMIN
RASULULLAH SALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM untuk masuk surga.
menghabiskan umur dengan terus menerus memburu rizki dunia apalagi sampai membuat terlantar amal shalihnya.
Teruslah memperkokoh iman yaitu iman
yang melahirkan amal shalih. Sungguh IMAN DAN AMAL SHALIH adalah modal memasuki
SURGA DENGAN SELAMAT. Allah Ta’ala berfirman :
تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ
mengerjakan amal shalih mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya
sungai sungai. Itulah kemenangan yang agung. (Q.S al Buruj 11).
Wallahu A’lam. (1.927)






































![[Lirik+Terjemahan] NMB48 – Takane no Ringo (Apel Yang Sulit Digapai)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/NMB48-TakanenoRingoTypeA.jpg?fit=400%2C400&ssl=1)
