KEMUNGKARAN
ma’ruf nahi munkar yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan
sebagaimana firman Allah Ta’ala :
بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ
الْمُنْكَرِ
perempuan sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar. (Q.S at Taubah
71)
kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran adalah diantara sifat sifat orang
beriman. Allah Ta’ala berfirman :
لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar” (Q.S
Ali Imran 110).
Salallahu ‘alaihi Wasallam mengingatkan orang orang beriman untuk melazimkannya
sebagaimana sabda beliau :
مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ،
فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
kemungkaran maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, jika tidak bisa, maka
dengan lisannya, jika tidak bisa juga, maka dengan hatinya, itulah selemah
lemahnya iman. (H.R Imam Muslim).
para hamba-Nya, dengan berita tentang
kaum kuffar Bani Israil yang telah dilaknat yaitu sebagaimana disebutkan dalam
firman-Nya :
إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا
عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
dengan lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka
durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lainnya selalu tidak
melarang tindakan mungkar yang mereka lakukan. Sesungguhnya amat buruklah apa
yang selalu mereka perbuat itu. (Q.S al Maidah 78-79)
orang orang beriman menjaga dirinya untuk tidak membiarkan kezhaliman. Allah
Ta’ala berfirman :
الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ
الْعِقَابِ
HANYA MENIMPA ORANG ORANG YANG ZHALIM SAJA DIANTARA KAMU. Ketahuilah bahwa
Allah sangat keras siksaannya. (Q.S al Anfal 25)
perkataan Ibnu Abbas, ahli tafsir paling
utama dan terkemuka dikalangan sahabat.
Beliau berkata : Allah Ta’ala telah
memerintahkan orang-orang beriman untuk tidak membiarkan kemungkaran di hadapan
mereka. Jika tidak, Allah akan meratakan adzab atas mereka, menimpa orang dzalim
maupun yang tidak.
dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang orang yang zhalim saja
diantara kamu” TETAPI AKAN MENIMPA PELAKU KEZHALIMAN DAN JUGA YANG
SELAINNYA (yaitu orang orang yang membiarkan kemungkaran, peny.)
mengingatkan bahwa dikhawatirkan ALLAH
TA’ALA AKAN MENURUNKAN SIKSA-NYA KEPADA ORANG ORANG YANG MEMBIARKAN
KEMUNGKARAN.
munkara fa lam yunkiruuhu au syaka an ya’umma humullahu bi ‘iqaabih”.
Sesungguhnya manusia itu bila melihat kemungkaran tapi tidak mengingkarinya,
maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan siksa-Nya yang juga menimpa mereka.
(H.R Imam Ahmad, Imam at Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau :
بِعَمَلِ الْخَاصَةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانِيْهِمْ وَهُمْ
قَادِرُوْنَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوْهُ فَلاَ يُنْكِرُوْهُ فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ
عَذَّبَ اللهُ الْعَامَةَ وَالْخَاصَةَ
masyarakat (umum) karena perbuatan orang-orang tertentu hingga masyarakat umum
melihat kemungkaran di hadapan mereka sedang mereka mampu mengingkarinya tetapi
mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian maka Allah akan
menyiksa masyarakat (umum) dan orang-orang tertentu itu. (H.R Imam Ahmad dan
ath Thabrani)
berusaha mencegah setiap perbuatan maksiat ataupun kemungkaran SESUAI DENGAN
KEMAMPUANNYA. Jika tidak maka adzab Allah akan turun secara merata,
na’udzubillahi min dzaalik. Wallahu A’lam. (1845)






































