hamba-Nya untuk senantiasa berdzikir dalam berbagai keadaannya. Diantara
keutamaannya adalah :
ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan
bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Q.S al
Baqarah 152).
suci.
‘alaihi Wasallam :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَلَا أُنَبِّئُكُمْ
بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا، عِنْدَ مَلِيكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِي
دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِعْطَاءِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ
لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ، فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا
أَعْنَاقَكُمْ ” قَالُوا: بَلَى. قَالَ: «ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى»Dari Abu Darda’ dia berkata,
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam berkata : Maukah aku kabarkan kepada kalian AMAL KALIAN
YANG TERBAIK, yang paling suci di sisi
Raja kalian, yang paling meningkatkan derajat kalian, dan lebih baik bagi
kalian daripada memberikan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian
daripada bertemu musuh, lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal
leher kalian ?
salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Yaitu dzikir kepada Allah
‘azza wa Jalla. (H.R Imam Ahmad, Imam Ibnu Majah, al Hakim
dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
mendapati hatinya dalam keadaan tenteram karena banyak mengingat Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman :
قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ketahuilah hanya dengan
mengingat Allah hati menjadi tentram. (Q.S ar Ra’du 28).
Nashir as Sa’di berkata :
mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah” maksudnya, kegundahan dan
kegelisahan hati mereka lenyap dan berganti dengan kebahagiaan hati dan
kenikmatan kenikmatannya.
hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” maksudnya semestinya dan
sudah seyogyanya kalbu itu tidak menjadi tenang dengan sesuatu selain dengan
mengingat-Nya. Karena tidak ada yang lebih nikmat, lebih memikat dan lebih
manis bagi kalbu ketimbang (kenikmatan dalam) mencintai Penciptanya, berdekatan
dan mengenal-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
dalam benteng.
syaithan kedalam diri manusia adalah karena lalai berdzikir. Imam Ibnul Qayiim
menyebutkan tiga pintu masuk syaithan kedalam diri manusia ada tiga. Satu
diantaranya adalah : Lalai berdzikir,
karena orang yang berdzikir (seolah olah) berada dalam benteng. Ketika dia
lalai (dari berdzikir) maka pintu benteng itu terbuka. Lalu musuh pun akan
memasukinya dan orang ini akan kesulitan untuk mengeluarkan musuh (syaithan)
yang telah masuk.
bahwa berdzikir kepada Allah Ta’ala
adalah ibadah bahkan seutama utama ibadah dan salah satu ibadah terbaik. Dan
ketahuilah bahwa salah satu sifat ibadah haruslah mengikuti contoh yang
diajarkan Rasulullah termasuk dalam hal berdzikir. Oleh karena itu setiap hamba
berkewajiban memilih dan hanya mengamalkan dzikir dzikir yang lafazh dan
caranya telah diajarkan Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam.
adanya amal yang tertolak yaitu sebagaimana dijelaskan dalam sabda beliau
:
ِأَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
ada petunjuk kami maka amalan itu tertolak. (H.R Imam Muslim).
diragukan lagi, bahwa sesungguhnya doa dan dzikir adalah termasuk ibadah yang
sangat utama. Ibadah itu harus didasari dengan sikap ittiba’ (mengikuti jejak)
Nabi dengan konsekwen dan konsisten. Bukan dengan mengikuti hawa nafsu dan
bukan pula mengada ada, membuat sesuatu yang baru yang tidak ada contohnya.
(Majmu’ Fataawa).
bermanfaat adalah : (1) Adanya keselarasan antara lisan dan hati ketika
berdzikir. (2) Dzikir yang bersumber dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam. (3) Orang yang berdzikir mengetahui makna dan maksud yang terkandung
di dalam dzikir yang dia ucapkan. (Fawaidul Fawaid).
mengamalkan dzikir dzikir yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam. Bahkan ada pula dzikir yang dibarengi dengan tangisan
berjamaah. Mereka ada yang berdalih bahwa dzikir yang kami amalkan ini memang
tidak diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam tetapi BANYAK ORANG
MENGAMALKANNYA. Perbuatan orang banyak bukan dalil. Dalil adalah dari al Qur an
dan as Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih.
firman-Nya :
الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ
وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti
hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. (Q.S al An’am
116).
menolong kita untuk senantiasa bisa berdzikir kepada-Nya :
عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
yang selalu ingat kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik
kepada-Mu. (H.R Abu Daud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Wallahu A’lam. (1.770)







































