HURAIRAH
lebih dikenal dengan nama Abu Hurairah. Beliau begitu dekat dengan Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam. Hampir setiap waktu beliau bersama Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam. Beliau selalu menghafalkan dan meneruskan banyak
hadits sehingga beliau dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan
hadits yaitu 5.374.
:
عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ
صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى
وِتْرٍ
(Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam) untuk melakukan tiga hal yang tak akan
aku tinggalkan hingga meninggal dunia, yaitu : puasa tiga hari setiap bulan,
shalat dhuha dan tidur dalam keadaan telah melakukan shalat witir. (H.R Imam Bukhari)
diberikan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam tersebut, Abu Hurairah
mengaku TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN WASIAT TERSEBUT SAMPAI MENINGGAL DUNIA.
kepada Abu Hurairah, hakikatnya adalah nasehat untuk kita semua umat beliau. Dari
hadis tersebut, dapat pula kita memahami tentang beberapa
keutamaan nasehat tersebut, yaitu :
bulan.
dianjurkan untuk melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan. Lebih utamanya
dilakukan pada tanggal 13,14 dan 15 bulan hijriyah yaitu puasa yaumul bidh.
Ibnu Milhan al Qaisi, dari ayahnya, ia berkata :
-صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ
وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada
ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah). Dan beliau bersabda :
PUASA YAUMUL BIDH ITU SEPERTI PUASA SETAHUN. (H.R Abu Daud dan an Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
puasa tiga hari setiap bulan lebih utama dilakukan pada 13, 14 dan 15 bulan
Hijriyah, yaitu puasa yaumul bidh. Tetapi tidak mengapa dilakukan pada hari
selain itu sebagaimana penjelasan Aisyah berikut ini :
radiyallahu ‘anha pernah ditanya Mu’adzzah :
اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ
قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى
مِنْ أَيِّهِ صَامَ.
‘alaihi wa sallam berpuasa (sunnah) tiga hari setiap bulannya ?. Aisyah
menjawab : Iya. Mu’adzah lalu bertanya : Pada hari apa beliau melakukan puasa
tersebut ?. Aisyah menjawab : Beliau
tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya di hari mana saja). H.R at
Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan
oleh Syaikh al Albani).
keutamaan puasa tiga hari setiap bulan mendapat pahala seperti puasa sepanjang
tahun telah dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Milhan al Quaisi diatas. Selain
itu dijelaskan pula dalam hadits Abdullah bin Amr bin al ‘Ash, berikut ini :
أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
pada tiga hari setiap bulannya adalah SEPERTI PUASA SEPANJANG TAHUN. (H.R Imam
Bukhari).
dhuha.
atau shalatul Awwabiin adalah shalat sunnah mu’akkadah. Waktunya,
dimulai sejak terbitnya matahari setinggi tombak, sampai menjelang tergelincirnya
matahari, minimal dua rakaat dan tak terbatas jumlah maksimalnya (Fataawaa
Syaikh Abdul Aziz ibn Baaz, www.binbaz.org.sa)
keutamaannya adalah mendapat penjagaan dari Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah bersabda
bahwa Allah Ta’ala berfirman :
Ghathafani, dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di
waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang. (H.R Imam Ahmad, Abu Daud, at Tirmidzi dan ad Darimi di
shahihkan oleh Syaikh al Albani)
menyebutkan : Hadits ini bisa mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan
menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga
dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga diri yang mengamalkannya dari
terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya.
Atau maknanya bisa lebih luas dari itu.” (‘Aunul Ma’bud).
shalat dhuha bisa menjadi pengganti sedekah bagi 360 persendian. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
manusia terdapat 360 persendian, wajib baginya bersedekah untuk (persendian
itu). Mereka bertanya : Siapa, wahai Rasulullah, yang sanggup akan hal itu ?.
Beliau menjawab : Membersihkan kotoran yang terlihat adalah sedekah,
menyingkirkan gangguan dari jalan juga sedekah, dan shalat dua rakaat pada
waktu dhuha mencukupinya” (H.R Abu
Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
pagi hari, setiap tasbih adalah sedekah,
setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir
adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan shalat dua rakaat pada waktu dhuha, mencukupi
itu semua” (H.R Imam Bukhari).
muakkadah yaitu sangat ditekankan. Waktu pelaksaannya juga sangat longgar dan
panjang yaitu mulai setelah shalat isya sampai sebelum shubuh. Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
berkata : Aku mendengar Amr bin al Ash berkata : Seorang laki laki dari sahabat
Nabi (Abu Bashrah al Ghifari)
memberitahukan kepadaku bahwa Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ
Allah menambahkan satu shalat kepada kalian, maka lakukanlah shalat tersebut di
antara shalat Isya dan Shubuh, yaitu shalat Witir, shalat Witir. (H.R Imam
Ahmad dan Imam ath Thabrani).
keutamaannya adalah mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala. Diriwayatkan dari
Ali bin Abi Thalib, dia berkata bahwa
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ.
menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai
para ahli al-Qur-an. (H.R Imam Ahmad, at Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan an
Nasa’i dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
kita semua. Wallahu A’lam. (1.698)




































