orang beriman adalah adanya hari Akhir atau hari Kiamat. Ini termasuk
rukun yang kelima dalam Islam. Tentang hari
Kiamat ini, diantaranya disebut dalam firman Allah :
فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ
فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian
ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu
(putusannya masing-masing).
peristiwa yang sangat dahsyat. Allah Ta’ala takdirkan terjadinya kehancuran
total seluruh alam atas kehendak-Nya. Pada hari itu gunung-gunung akan diterbangkan
seperti bulu yang dihamburkan.
bertebaran. Matahari digulung. Bintang-bintang pada berjatuhan, unta-unta
bunting ditinggalkan dan tidak
diperdulikan, binatang-binatang liar dikumpulkan sedangkan lautan dipanaskan.
menjelaskan tentang dahsyatnya peristiwa hari Kiamat, Diantaranya adalah :
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ
عَظِيمٌ
تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ
حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ
عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
Rabb-mu. Sungguh guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang
sangat besar. (Ingatlah) ketika kamu melihatnya (guncangan itu) semua perempuan
yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya. Dan setiap
perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya. Dan kamu melihat manusia
dalam keadaan mabuk. Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi adzab Allah
itulah yang keras”.
تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا
pada hari (ketika) bumi dan gunung gunung berguncang keras dan menjadikan
gunung gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan”.
: Surat ‘Abasa ayat 33-36
جَاءَتِ الصَّاخَّةُ يَوْمَ يَفِرُّ
الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ وَأُمِّهِ
وَأَبِيهِ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ
(tiupan sangkakala yang kedua). Pada hari itu manusia lari dari saudaranya. Dan
dari ibu dan bapaknya. Dan dari istri dan anak anaknya”.
: Surat at Takwir ayat 1-6
الشَّمْسُ كُوِّرَتْ وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ وَإِذَا الْبِحَارُ
سُجِّرَتْ
apabila bintang bintang berjatuhan. Dan apabila gunung gunung dihancurkan. Dan
apabila unta unta yang bunting di tinggalkan (tidak terurus). Dan apabila
binatang binatang liar di kumpulkan. Dan apabila lautan dipanaskan”.
tersebab bencana yang terjadi di masa
lalu sepanjang sejarah manusia seringkali digambarkan al Qur an sebagai bentuk
azab Allah Subhaanahu wa Ta’ala kepada kaum-kaum terdahulu yang membangkang dan
ingkar kepada para Nabi utusan Allah
’alaihimus-salaam.
dikatakan sebagai puncak adzab bagi manusia yang tersisa menjelang terjadi
Kiamat yaitu hanya orang orang jahat dan ingkar. Rasulullah Muhammad Shallallahu ’alaih wa sallam yang
menyebutkan bahwa peristiwa Kiamat hanya
menimpa orang-orang yang jahat.
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ
atas orang-orang yang paling jahat. (H.R Imam Muslim)
Kubra ?. Rasulullah Shallallahu ’alaih
wa sallam mengatakan bahwa ketika hari Kiamat sudah begitu dekat maka Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan mendatangkan
tiupan angin sejuk yang menyebabkan semua orang beriman menemui ajalnya saat
tersentuh angin tersebut.
wa Ta’aala tidak akan mengizinkan kiamat terjadi ketika masih ada kaum beriman
di muka bumi walau seorangpun. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ رِيحًا مِنْ الْيَمَنِ أَلْيَنَ مِنْ
الْحَرِيرِ فَلَا تَدَعُ أَحَدًا فِي قَلْبِهِ قَالَ أَبُو عَلْقَمَةَ مِثْقَالُ
حَبَّةٍ و قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا
قَبَضَتْهُ
mengutus suatu angin yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak
seorangpun (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang
masih ada iman walau seberat biji dzarrah kecuali akan dicabut ruhnya. (H.R Imam
Muslim)
nyawa semua orang beriman, termasuk orang yang di dalam hatinya terdapat
sedikit keimanan, Allah Subhaanahu wa Ta’aala mendatangkan Kiamat sebagai
balasan atas kekufuran dan kemusyrikan yang dilakukan manusia yang masih hidup
di muka bumi.
sallam dalam sabda beliau :
بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلَا يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي
قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ … فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ
السِّبَاعِ لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ
لَهُمْ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلَا تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا
تَأْمُرُنَا فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ
رِزْقُهُمْ حَسَنٌ عَيْشُهُمْ ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ
berhembus dari Syam. Maka tidak seorangpun dari manusia yang beriman kecuali
dicabut nyawanya… sehingga yang tersisa hanya manusia jahat yang tidak memiliki
keimanan.
mana yang buruk hingga syaithan muncul dan berkata : Mengapa kalian tidak
memenuhi seruanku saja ?. Mereka menjawab : Apa yang kalian perintahkan pada
kami ?. Syaithan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah berhala. Maka
merekapun mengikuti saran tersebut. Sedangkan mereka berada dalam kehidupan
yang serba berkecukupan, kemudian ditiuplah sangkakala (hari Kiamatpun datang).
(H.R Imam Muslim).
Kiamat dan Allah Ta’ala tak memperlihatkan kedahsyatan yang menakutkan itu
kepada seorangpun dari orang beriman. Ini
adalah salah satu bukti kasih sayang-Nya
kepada umat Muhammad Salallahu ‘alaihi wasallam.
Wallahu A’lam. (1.655).







































