rizki semua makhluk-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya :
إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ
كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rizkinya. Dia (Allah) mengetahui
tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang
nyata. (Q.S Huud 6).
harta. Dan dalam membelanjakan hartanya, orang orang beriman mendapat tuntunan dari
Allah Ta’ala yang hakikatnya haruslah
digunakan untuk ketaatan dan mencari ridha Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala mengingatkan orang orang beriman agar TIDAK BOROS DAN TIDAK PULA
KIKIR dalam membelanjakan rizki atau harta yang di anugerahkan Allah kepadanya.
Allah Ta’ala berfirman :
يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
Pengasih) orang orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebih
lebihan dan tidak (pula) kikir. Diantara keduanya secara wajar. (Q.S al Furqan
67).
nafkah yang wajib dan yang sunnah mereka tidak melebihi batas sehingga akan
termasuk kedalam perbuatan tabdzir yaitu menghambur hamburkan (harta). Dan
tidak pula kikir sehingga mengakibatkan mereka terjerumus ke dalam sifat pelit
serta mengabaikan hak hak (nafkah) yang wajib. Maksudnya pembelanjaan itu
(berada) antara sikap berlebih lebihan dengan sikap kikir. (Tafsir Taisir
Karimir Rahman).
terlalu boros bisa membuat manusia tercela dan menyesal. Allah Ta’ala berfirman
:
إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا
مَحْسُورًا
terbelenggu pada lehermu (terlalu kikir) dan janganlah kamu terlalu
mengulurkannya (terlalu boros) karena itu KAMU MENJADI TERCELA DAN MENYESAL.
(Q.S al Isra’ 29).
berfirman seraya memerintahkan unuk berlaku sederhana dalam menjalani hidup.
Allah Ta’ala mencela sifat kikir sekali gus melarang bersikap (boros) berlebih
lebihan karena kamu menjadi tercela dan menyesal.
akan menjadi tercela dan senantiasa mendapat celaan dan hinaan dari dari orang orang serta tidak
dihargai dan mereka tidak memerlukanmu lagi. (2) Bila kamu mengulurkan tanganmu
(boros) di luar kemampuanmu maka kamu akan hidup tanpa sesuatu yang dapat kamu nafkahkan
(lagi). Tafsir Ibnu Katsir.
beriman dalam membelanjakan harta. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu
A’lam. (1.651).





































