santai, yang sering Ā menarik perhatian,
MPO, adalah diantara mereka yang banyak mengeluarkan canda dengan memperolok
olok orang lain. Semakin banyak yang pandai memperolok olok semakin ramai dan
riuh suasana.Ā
yang diperolok olok itu adalah bekas teman satu kantor, teman sesama SMA bahkan
ada juga yang memperolok olok bekas guru atau dosennya. Ini dijadikan bahan
hiburan dan mereka tertawa tawa dan bersuka ria dan ini sangat tercela. Ini
fakta.
yaitu dengan merendahkan disertai celaan, menyebut kekurangan dan aib seseorang
atau sekelompok orang.Ā
TAPI JUGA ISYARAT DAN TULISAN. Ingatlah Ā satu kaidah yang disampaikan ulama : āAl
kitabaatu tanzilu manzilatal qauliā. Tulisan (hukumnya) sebagaimana ucapan.
Dan kenyataannya, dengan kemajuan teknologi komunikasi maka perbuatan MEMPEROLOK
OLOK orang lain MELALUI TULISAN benar benar marak tak terbendung.
memperolok olok dan merendahkan orang lain. Allah Taāala berfirman :Ā
Ł±ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų”ŁŲ§Ł ŁŁŁŁŲ§Ū ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲ®ŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų¹ŁŲ³ŁŁŁ°Ł Ų£ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŲ§Ū
Ų®ŁŁŁŲ±ŁŲ§ Ł ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲ§ŁŲ”Ł Ł ŁŁŁ ŁŁŁŲ³ŁŲ§ŁŲ”Ł Ų¹ŁŲ³ŁŁŁ°Ł Ų£ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±ŁŲ§
Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ū
orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan
kumpulan yang lain, boleh Jadi yang diolok olok Ā itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula
sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan
itu lebih baik.(Q.S. al Hujurat Ā 11)
: Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang sebagian hak seorang mukmin dengan
mukmin yang lain. Yaitu janganlah sekelompok orang mengejek sekelompok yang
lain baik dengan kata-kata ataupun perbuatan yang mengandung makna merendahkan
saudara sesama muslim. Perbuatan ini terlarang dan haram hukumnya.
dalam ayat ini bermakna suka mencela, mengghibah, dan MEMPEROLOK OLOK
MANUSIA. Dan dia berjalan kian kemari untuk melakukan namimah yaitu
menceritakan perkataan sebagian orang kepada yang lain dengan tujuan membuat
kerusakan diantara mereka dan menimbulkan permusuhan dan kebencian. (Tafsir
Taisir Karimir Rahman)
bahwa orang beriman itu bersaudara, sehingga tak ada Ā sedikitpun kebaikan jika seseorang menyakiti
saudaranya dengan memperolok oloknya. Allah Taāala berfirman :
orang beriman itu bersaudara (Q.S al Hujurat 10).
ditunaikan Allah diantara sesama orang orang yang beriman. Siapapun orangnya
yang berada dibelahan timur bumi ataupun barat yang beriman kepada Allah,
Malaikat, kitab kitab-Nya, Rasulnya serta beriman kepada hari yang Akhir, maka
ia adalah saudara bagi orang orang yang beriman lainnya.
saudaranya sebagaimana mereka mencintai diri mereka sendiri serta tidak
menyukai apapun mengenainya sebagaimana diri mereka sendiri tidak suka terkena
halĀ itu. (Tafsir Karimir Rahman).
baik dihadapannya ataupun dibelakangnya. Ketahuilah bahwaĀ sikap
terpuji yang harus dilazimkan untuk Ā sesama
saudara adalah Ā SALING MENDOAKAN DAN SALING NASEHAT MENASEHATI.
(1.542)





































