berdebat dalam bentuk kata kerja
maknanya adalah bertukar pikiran tentang suatu hal dengan saling memberi
alasan untuk mempertahankan pendapat.
satu atau beberapa orang SALING BERHADAPAN
BERDEBAT SECARA LISAN.
atau pun tulisan hakikatnya adalah sama, sebagaimana satu kaidah yang
disampaikan ulama : “Al kitabaatu tanzilu manzilatal qauli”. Tulisan
(hukumnya) sebagaimana ucapan.
saling memberi alasan dan mempertahankan pendapat melalui tulisan sebagaimana
yang kita baca di media sosial termasuk
dalam kategori berdebat.
adakah kebaikan bagi orang yang suka berdebat ?. Dalam hal ini
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berkata : Debat secara umum akan menghilangkan berkah.
Telah disebutkan dalam Shahih al Bukhari, dari Aisyah radhiyallahu
‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
debatnya. (H.R Imam Bukhari, no. 4523, Imam Muslim, no. 2668).
sini adalah orang yang berdebat dengan cara yang keras. Dia berdebat dengan
cara yang bathil dan dia akan benar benar membantah kebenaran.
mengingatkan tentang keburukan orang orang yang suka berdebat sebagaimana sabda
beliau yang dirwayatkan oleh at Tirmidzi dan Ibnu Majah : Tidaklah satu kaum
menjadi sesat setelah mereka dulunya berada diatas hidayah KECUALI YANG SUKA
BERDEBAT. Kemudian beliau membaca ayat :
بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
tidak memberikan (perumpamaan itu)
kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja. Sebenarnya mereka adalah kaum
yang suka bertengkar. (Q.S az Zukhruf 58).
melalui sarana media sosial kita sering menemukan
orang orang saling berdebat tentang ilmu agama atau ilmu syariat. Terkadang
dari bantahan dan alasan yang disebutkan tentang suatu masalah, dengan mudah
kita mengetahui bahwa mereka berdebat tanpa ilmu yang cukup. Akibatnya hujjah hujjah yang disebutkan tidak nyambung.
Terkesan
menggunakan akal tanpa dalil demi saling mempertahankan pendapat.
mulai sengit, maka keluarlah kata kata yang tak sopan, kasar, celaan dan
hinaan. Bahkan ada pula yang sempat menyebut beberapa nama penduduk ZOO. Memang
ada sebagian orang yang berjiwa kerdil menjadikan dunia maya sebagai wilayah
aman sehingga dengan mudah menyampaikan
celaan dan kata kata kasar tanpa beban.
mengingatkan tentang buruknya sifat suka mencela dalam firman-Nya :
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟
خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا
مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ
بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ
فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
yang beriman !. Janganlah suatu kaum mengolok olok kaum yang lain (karena)
boleh jadi mereka (yang diperolok olokkan) lebih baik dari mereka (yang
mengolok olok) dan jangan pula perempuan perempuan (mengolok olokkan) perempuan
yang lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok olokkan) lebih baik
dari perempuan (yang mengolok olok).
SALING MENCELA SATU SAMA LAIN dan janganlah saling memanggil dengan gelar gelar
yang buruk. Seburuk buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik)
setelah beriman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka itulah
orang-orang yang zhalim. (Q.S. al
Hujraat 11)
yang tak patut kita cela karena mereka adalah saudara saudara kita. Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
membunuhnya (adalah) kekufuran. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)
menghindari perdebatan termasuk di dunia maya, apalagi ketika ilmu kita masih
sedikit. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.495)





































