berbagai bentuk musibah baik terhadap dirinya, keluarganya, hartanya dan yang
lainnya. Allah Ta’ala berfirman :
يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
dibiarkan hanya dengan mengatakan : Kami telah beriman, dan mereka tidak diuji
?. (Q.S al Ankabut 2)
adalah ketetapan Allah Ta’ala
sebagaimana firman-Nya :
اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan
hanya kepada Allah bertawakallah orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51).
MENJELASKAN bahwa penyebab utama datangnya musibah adalah dosa dosa manusia,
Allah Ta’ala berfirman :
وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي
عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar). Q.S. ar Rum 41.
Qayyim menjelaskan : Bahwa yang
dimaksud kerusakan dalam ayat ini adalah kekurangan, keburukan dan
bencana-bencana yang dimunculkan oleh Allah di muka bumi
akibat perbuatan maksiat para hamba-Nya.
berfirman :
أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan
kesalahanmu). Q.S asy Syuura 30.
bahwa kasabat aidiikum, perbuatan tanganmu dalam ayat ini maknanya adalah
dosa dosa kalian.
Qayyim al Jauziyah rahimahullah mengatakan : Di antara akibat dari berbuat
dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana
(musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah
karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa. (Al
Jawabul Kaafi)
mengatakan : Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan
pada dosa karena semua musibah, itu semua disebabkan karena dosa. (Latha’if
Ma’arif).
mengingatkan bahwa MUSIBAH ITU TERSEBAB KESALAHAN DAN DAN DOSA DOSA KITA maka Allah
dan Rasul-Nya telah mengajarkan kepada orang
beriman orang banyak cara agar terhindar
dari musibah. Diantaranya adalah
dengan BANYAK MEMOHON AMPUN DAN BERTAUBAT kepada Allah Ta’ala.
Pertama
: Allah Ta’ala berfirman :
وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
sedang mereka memohon ampun. (Q.S al Anfal 33).
adalah pencegah adzab dari mereka padahal sebab sebab turunnya adzab telah
terpenuhi. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
:
Allah selagi dia memohon ampun kepada Allah Ta’ala”. (H.R Imam Ahmad, dihasankan oleh Syaikh
Syuaib Arnauth karena ada banyak jalan periwayatannya. Dan sanad hadits ini
lemah karena ada padanya satu perawi yang lemah).
bersabda :
wahai Rabb-ku, aku senantiasa akan menyesatkan para hamba-Mu selagi roh masih
ada di badan mereka.
dan kemuliaan-Ku, Aku senantiasa memberikan ampun kepada mereka selama mereka
memohon ampun kepada-Ku”. (H.R Imam
Ahmad, lihat Silsilah ash Shahihah).
بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang
melainkan dengan taubat. (Al Jawabul Kaafi)
terus menerus memohon ampun kepada Allah Ta’ala semoga Allah akan menjauhkan
dari berbagai musibah dan adzab. Sungguh banyak memohon ampun adalah salah satu
cara agar diajuhkan dari musibah. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (1.488).





































