berkelompok, bermasyarakat. Bahkan manusia membutuhkan teman karib untuk bisa
tolong menolong dalam menjalani kehidupan.
merupakan suatu kebahagian tersendiri. Namun demikian lihatlah siapa orang
orang yang kita jadikan teman apalagi teman karib.
siapa orang yang patut dan
bermanfaat untuk dijadikan teman karib. Sungguh Rasulullah
telah mengingatkan kita dalam sabda
beliau :
يُخَالِلُ
akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa
yang akan menjadi teman karib kalian. (H.R Abu Daud no. 4833,
at Tirmidzi no. 2378, Imam Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545).
akan mendatangkan penyesalan bukan hanya di dunia tapi penyesalan itu akan
sampai ke akhirat. Oleh karena itu seorang hamba haruslah melakukan
evaluasi siapa teman teman akrabnya.
orang orang yang TAK MENGAJAKMU kepada kebaikan. Tak mengajak untuk berakidah yang
lurus, beribadah yang benar, berakhlak yang mulia dan bermuamalah yang
baik.
jabatan, pangkat, harta dan perhiasan dunia. Pertemanan seperti ini hanya
sangat sementara, ketika ada kepentingan. Jika kepentingan sudah tak ada maka
pertemanan juga bubar bahkan muncul permusuhan semasa masih di dunia. LIHATLAH SEBAGIAN POLITIKUS DI NEGERI KITA. Beberapa waktu yang lalu diantara mereka
saling membela lalu ternyata tak lama kemudian saling mencela. JADI MUSUH.
pertemanan di dunia yang tak dilandasi dengan takwa maka di akhirat kelak akan
menjadi musuh pula. Allah berfirman :
لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali
orang-orang yang bertakwa (Q.S az Zukhruf 67)
Orang orang yang membina kasih (pertemanan)
diatas kedurhakaan kepada Allah Ta’ala semasa di dunianya, pada hari
Kiamat mereka semua adalah musuh. Saling berlepas diri, kecuali orang orang
yang membina cinta kasih di atas fondasi ketakwaan kepada Allah semasa di
dunianya.
sedikit atau cuma satu orang saja, tapi dia peduli akhiratmu itu jauh lebih
baik dibanding sahabat yang banyak tapi tidak ada yang peduli pada akhiratmu.
(Tafsir Ibnu Katsir).
kita pilih siapa orang orang yang layak
dijadikan teman sehingga pertemanan itu langgeng dari dunia hingga
akhirat kelak. Tidak terganggu dengan kepentingan dunia kecuali untuk meraih
ridha Allah saja.
kita semua. Wallahu A’lam. (1.386)






































