sangat terang bahwa orang beriman ini adalah bersaudara sebagaimana firman-Nya
:
bersaudara. (Q.S al Hujuraat 10).
adalah dengan ikatan iman. Inilah tali persaudaraan yang amat kuat. Tidak
dihambat oleh batas negara, suku, bahasa dan yang lainnya, tetapi diikat oleh tali iman dan akidah yang
sama.
memberi perumpamaan orang orang beriman itu bagaikan bangunan yang saling
menguatkan. Beliau bersabda :
dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian
yang lain. (H.R Imam Muslim)
yang satu dengan yang lainnya haruslah
saling tolong menolong dan saling mengingatkan kepada kebaikan sehingga
bangunan persaudaraan mereka menjadi semakin kuat dan kokoh.
dilakukan orang orang beriman adalah SALING BERPESAN UNTUK BERSABAR DAN
BERKASIH SAYANG. Allah berfirman :
وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih
sayang. (Q.S al Balad 17).
:
untuk taat kepada Allah Ta’ala dan menjauhi kemaksiatan serta bersabar atas
ketentuan ketentuan-Nya yang tidak berkenan, dengan saling mendorong satu sama
lain untuk tunduk pada ketentuan ketentuan Allah Ta’ala serta menunaikannya dengan
sempurna, lapang dada serta ketenangan jiwa.
sayang”. Yakni terhadap manusia dengan membantu mereka yang memerlukan
uluran tangan, mengajari mereka yang tidak tahu, menunaikan apa saja yang
mereka perlukn dari segala sisinya, serta membantu mereka untuk kepentingan
kepentingan dunia dan akhirat. Dan juga mencintai untuk mereka seperti halnya
untuk diri sendiri serta membenci atas mereka seperti halnya untuk diri
sendiri. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Shalih al Utsaimin berkata : (Orang beriman), mereka menetapi kesabaran dan
saling menasehati untuk bersabar dalam tiga jenis kesabaran, yaitu :
Allah yang tidak menyenangkannya.
diri utusan Allah Ta’ala, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada
mereka dan para pengikutnya. (Tafsir Juz ‘Amma)
kepada yang lainnya yaitu untuk mewujudkan atau sebagai bukti adanya persaudaraan
yang kuat dan kokoh diantara orang orang beriman.
dengan memberi perumpamaan bahwa orang
mukmin itu sebagaimana layaknya satu tubuh. Beliau bersabda :
وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى
سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh
sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam. H.R
Imam Muslim).
ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.375)







































