: Apakah antum punya dosa ?. Tak akan ada yang (berani) menjawab : Saya tidak punya dosa, meskipun dia
orang berilmu, ahli ibadah, hafal al Qur an dan hafal ribuan hadits, infak dan
sedekahnya menggunung, dan lainnya.
mungkin bebas dari dosa bahkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
mengingatkan kita semua dalam sabda beliau :
التَّوَّابُونَ
yang berdosa adalah yang bertaubat. (HR
Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
itu ?. Orang orang beriman pastilah dengan
sungguh sungguh berusaha mencari jalan
untuk bisa menghilangkan dosa dosa itu selagi berada di dunia.
Diantaranya adalah : (1) Memohon ampun dan bertaubat. (2) Banyak beribadah
seperti shalat, puasa, sedekah dan yang lainnya. (3) Mengiringi perbuatan buruk
dengan perbuatan baik.
MEMAAFKAN KESALAHAN MANUSIA. Ini sebagaimana dijelaskan Allah Ta’ala dalam
firman-Nya :
وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ
رَحِيمٌ
dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu ?. Dan Allah Maha
Pengampun Maha Penyayang. (Q.S an Nuur 22).
yang merasa berat atau tidak suka memaafkan kesalahan orang lain meskipun
kesalahan itu kecil apalagi dianggap besar. Bahkan kalau mampu mereka membalas
dengan balasan yang lebih berat, baru merasa puas. Ini tentu tidaklah terpuji.
mengetahui beberapa hal, diantaranya :
banyakkah kesalahan manusia kepadanya sehingga tak mau memaafkan. Bukankah dia TIDAK
TERUS MENERUS mendapat perlakuan buruk dari orang lain. Kalaupun ada yang
berbuat buruk kepada kita hanya sedikit jumlahnya.
kita TERUS MENERUS dan banyak berbuat dosa kepada Allah Ta’ala sedangkan Allah terus mengampuni dosa kita sebanyak apapun. Dalam satu hadits qudsi dijelaskan bahwa
Allah Ta’ala berfirman :
والنهار، وأنا أغفرُ الذنوبَ جميعاً، فاستغفروني أغفرْ لكم
berdosa malam dan siang, dan Aku Maha Mengampuni dosa, maka mintalah ampunan
kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni kalian. (H.R Imam Muslim).
sebagai manusia biasa kita sendiri banyak berbuat salah kepada orang lain dan
kita sangat menginginkan agar kesalahan kita dimaafkan. Kalau kesalahan kita
tak dimaafkan orang lain bisa jadi kita menjadi orang yang bangkrut di akhirat
akibat adanya transfer dosa dan pahala antara manusia.
Ta’ala menyuruh kita untuk menjadi pemaaf sebagaimana firman-Nya :
الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
yang ma’ruf serta jangan pedulikan orang orang yang bodoh. (Q.S al A’raf 199).
mengumpulkan kebaikan akhlak kepada manusia dan apa yang harus dilakukan dalam
bergaul dengan mereka. Perkara yang selayaknya dijadikan pedoman dalam bergaul
dengan manusia (diantaranya) adalah MEMBERI MAAF yakni perangai yang disukai
oleh diri mereka. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
orang bertakwa, yaitu sebagaimana firman Allah :
وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
berinfak baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya
dan MEMAAFKAN (KESALAHAN) ORANG LAIN. Dan Allah mencintai orang orang yang
berbuat kebaikan. (Q.S Ali Imran 134).
berusaha menjadi pemaaf meskipun berat dalam melakukannya. Ingatlah kebaikan
kebaikan yang akan didapat oleh orang orang yang suka memaafkan, diantaranya adalah MENDAPAT AMPUNAN ALLAH TA’ALA.
Wallahu A’lam. (1.358)




































