ALLAH
kikir dalam bersedekah. Orang yang bakhil dalam bersedekah akan mendapat
kerugian karena Allah menutup rizkinya.
kepadaku : “Janganlah kamu menyimpan hartamu (bakhil) sehingga Allah akan
menutupi rizkimu”.
atau sedekahkan atau nafkahkanlah. Dan janganlah kamu menghitung hitungnya
sehingga Allah akan menghitung hitung pemberian-Nya kepadamu. Dan janganlah
kamu menakar nakarnya sehingga Allah akan menakar nakar pemberian-Nya
kepadamu”. (Mutafaqun ‘alaihi).
adalah ketika sudah memiliki harta yang berlebih. Lalu kapan bisa mencapai
jumlah yang lebih dan ternyata tak ada acuan yang bisa dijadikan pedoman
tentang seberapa harta yang dianggap berlebih. Bahkan ada sebagian manusia yang
semakin banyak hartanya semakin tak bersemangat untuk bersedakah karena sangat
sayang kepada hartanya.
zhahir terlihat memiliki harta yang berlebih namun belum mau bersedekah karena
masih merasa kurang bahkan takut miskin karena bersedekah. Ini adalah pikiran
yang keliru.
: Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di
antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan
barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah
Pemberi rizki yang sebaik-baiknya. (Q.S. Saba 39).
bahwa Allah Ta’ala akan melipat gandakan harta yang diinfakkan di jalan –Nya,
yakni sebagaimana firman-Nya : “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya
di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap
tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki
dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui”.(Q.S al Baqarah 261)
ayat ini dengan sangat terang menjelaskan bahwa Allah melipat gandakan harta
orang orang yang berinfak di jalan-Nya sampai tujuh ratus kali lipat bahkan
bisa jadi lebih dari itu.
‘alaihi Wasallam bersabda : “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu
(dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (H.R al-Baihaqi).
lapang yaitu sebagaimana Allah berfirman
: “Alladziina yunfiquuna fissarraa-i wadhdharra-i” (Orang yang
bertakwa yaitu) orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun diwaktu sempit.
(Q.S Ali Imran 134).
keadaan mereka sedang sulit atau keadaan mereka sedang lapang. Bila mereka
lapang maka mereka (orang yang takwa ini) akan berinfak lebih banyak. Apabila
mereka sedang kesulitan mereka tidak menganggap remeh suatu kebaikan walaupun
hanya (berinfak) sedikit (Tafsir Karimur Rahman).
memberikan tambahan rizki dan keberkahan. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita
semua. Wallahu A’lam. (1.201)





































