yang selalu berusaha menyesatkan. Tujuan utama syaithan adalah mengajak Bani
Adam untuk bersama sama dengannya memasuki api neraka.
fattakhidzuuhu ‘aduwwan. Innama yad’uu hizbahuu li yakuunuu min ash-habis
sa’iir” Sungguh, syaithan itu musuh bagimu maka perlakukanlah dia sebagai
musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka
menjadi penghuni neraka yang bernyala nyala (Q.S Faatir 6).
kepada kalian menjadi perhatian. Jangan kalian meremehkan serangan serangan
(musuh ini) yang bisa terjadi setiap waktu. Sebab syaithan bisa melihat kalian
dan kalian tidak bisa melihatnya. Dan dia selalu mengintai kalian. (Kitab Taisir Tafsir Kariimir Rahman)
yang akan memasuki diri kita. Yaitu dengan memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala.
semua manusia yang memiliki akal akan
mengetahui bahwa tidak ada pintu masuk bagi syaithan kecuali tiga :
kebutuhan. Berlebihan itu adalah bagian syaithan dan pintu masuknya kedalam
hati. Cara menjaganya adalah dengan tidak memberikan kepada diri di luar kebutuhan
(berlebihan dalam) makanan, tidur, kelezatan atau istirahat.
Ketika dia lalai (dari berdzikir) maka pintu benteng itu terbuka. Lalu musuh
pun akan memasukinya dan orang ini akan kesulitan untuk mengeluarkan musuh
(syaithan) yang telah masuk.
dirinya.
menjaga diri dari sifat boros, lalai dari berdzikir dan memaksa maksakan diri.
Mudah mudahan ini akan menghambat musuh yang bernama syaithan itu masuk kedalam
diri kita.




































