sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan berinfak tidak hanya dianjurkan pada saat
lapang tapi juga pada saat sempit. Dalam al Qur anul Karim disebutkan bahwa
berinfak adalah salah satu tanda orang yang bertakwa. Dan bagi orang yang
bertakwa Allah sediakan surga yang seluas langit dan bumi.
semua keadaannya. Allah berfirman : “Alladziina yunfiquuna
fissarraa-i wadhdharra-i” (Orang yang bertakwa yaitu) orang yang berinfak
baik di waktu lapang maupun diwaktu sempit. (Q.S Ali Imran 134).
keadaan mereka sedang sulit atau keadaan mereka sedang lapang. Bila mereka
lapang maka mereka (orang yang takwa ini) akan berinfak lebih banyak. Apabila
mereka sedang kesulitan mereka tidak menganggap remeh suatu kebaikan walaupun
hanya (berinfak) sedikit (Tafsir Karimur Rahman)
orang yang dalam keadaan lapang dan
memiliki harta yang melimpah lalu dia bersedekah balam jumlah yang
banyak. Itulah keadilan Allah.
rasulullah ? Qaala : Rajulun lahu maalun katsiirun, akhadza min ‘urdhihi mi-ata
alfi dirhamin tashaddaqa bihaa, wa rajulun laisa lahu illa dirhaman ,
fa-akhadza ahaduhumaa fa tashaddaqa
bihi” Satu dirham mengungguli seratus ribu dirham. Seorang bertanya :
Bagaimana itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Seseorang mempunyai harta
yang melimpah lalu dia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham lalu
menyedekahkannya, dan seseorang yang lain hanya memilik dua dirham, dia
mengambil satu dirham lalu mensedekahkannya.
(H.R Imam an Nasa-I, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya)
Fastabuqul kahiraat. Wallahu a’lam. (119)






































