kemampuan dan kesempatan yang ada. Jangan pernah berhenti.
bersabda : “Thalibul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli
Muslim”. Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim (H.R Imam Ahmad
dan Ibnu Majah).
dia akan memiliki ilmu. Setidak-tidaknya ada ilmu yang fardhu a’in baginya.
yang diberikan kepada seseorang yang dikehendakiNya dan patut disyukuri.
Diantaranya adalah kewajiban untuk tetap memelihara dan memantapkan ilmu yang
telah ada dan berusaha mencari tambahannya Ini adalah sebagai salah satu wujud
syukur kita kepada Allah karena telah diberi ilmu meskipun baru sedikit..
adalah sebagaimana yang dijelaskan dengan sangat baik oleh Syaikh Muhammad bin
Shalih al Utsaimin dalam Kitabul ‘Ilmi.
mendapatkan tambahan petunjuk dari Allah.
Ini adalah sebagaimana dimaksud dalam firman Allah : “ Walladzina
ahtadau zaadahum hudau wa ataahum taqwaahum” Dan orang yang mendapat
petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahkan ketakwaan
kepada mereka (Q.S Muhammad 17)
adalah untuk diamalkan.Tidaklah disebut ilmu bermanfaat jika tidak diamalkan.
Dengan ilmu maka amal seseorang akan menjadi baik dan sesuai syari’at.
pula menyibukkan diri dengan ilmunya tidak dengan yang lain. Ia harus pula
menjadikan ilmu sebagai sesuatu yang dia butuhkan dan merupakan harapan bagi
dirinya.
terpelihara jika seseorang itu selalu berusaha mengetahui dalil terhadap
sesuatu yang diyakini dan diamalkannya. Keinginannya adalah berpindah dari
posisi sebagai muqallid menjadi muttaba’ yaitu orang yang mengamalkan sesuatu
dengan mengetahui dalilnya.
mengulang-ulang membaca kitabnya,
catatannya dan terutama menjaga hafalannya. Akan sangat baik bila dia
membuat jadwal kegiatan dan disiplin dalam menepatinya.
saja.
pendidikan dan mendapat ijazah atau sertifikat bahkan gelar. Sungguh ilmu itu
sangat luas dan tidaklah cukup untuk dipelajari di bangku pendidikan saja. Juga
perlu banyak berdiskusi dengan orang-orang berilmu dan cari kesempatan untuk
mendakwahkan sesuai kemampuan. Kalau begitu kapan kita baru berhenti
belajar.
orang bodoh lebih baik daripada orang
berilmu.
dirimu untuk ilmu maka ilmu akan memberikan sebagian dirinya kepadamu.
Berikanlah sebagian dirimu untuk ilmu maka ilmu tidak akan memberikan
apa-apa kepadamu.






































