menjelaskan bahwa makna akhlak (terhadap sesama) adalah mencakup tiga hal :
Berbuat baik kepada orang lain.
Menghindari sesuatu yang menyakiti atau yang tidak disukai orang lain.
Menahan diri jika disakiti atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain.
berupa seruan atau ajakan.
beriman kepada Allah dan segala yang dibawa oleh Rasul-Nya dengan membenarkan
apa yang diberitakan dan mengikuti apa yang diperintahkan. (Imam Ibnul Qayyim,
Madarijus Saalikin).
berdakwah, mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Ini
bisa dilakukan sesuai kemampuan, sarana dan kesempatan yang ada. Allah
berfirman : “Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa” Allah tidak membebani
seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. (Q.S al Baqarah 286).
ilallahi. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang
yang menyeru (orang lain) kepada (menta’ati) Allah. (Q.S Fussilat 33).
Rasulullah merupakan seseorang yang paling baik akhlaknya dan paling berhasil
pula dakwahnya. Kebaikan akhlak beliau berbanding lurus dengan keberhasilan
dakwah beliau.
taat kepada Allah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Aba
Dzar, Rasulullah bersabda : “Kalian tidak bisa merebut
hati manusia dengan harta kalian, tapi
kalian bisa merebut hati manusia dengan
wajah berseri–seri dan akhlak yang
mulia”.
dikatakan bahwa berdakwah tidak hanya milik ustadz, kiyai atau orang-orang
berilmu saja. Bagi orang awam juga terbuka kesempatan untuk berdakwah kepada
manusia yaitu dengan melazimkan dan menunjukkan akhlak yang mulia
ditengah-tengah umat.
kebenaran setelah melihat seseorang yang baru ngaji, ilmunya masih sangat
sedikit tapi dia memiliki akhlak yang mulia.
dengan menunjukkan akhlak yang terpuji.
disebutkan suatu kisah ketika Fathul Makkah. Beberapa saat setelah Rasulullah
dan para sahabat memasuki kota Makkah, Abu Bakar ash Shiddiq memapah ayahnya
yang sudah tua dan lemah, bernama Abu Kuhafah, mendatangi Rasulullah salallahu
‘alaihi wasallam. Abu Kuhafah waktu itu masih musyrik, belum masuk Islam.
“Wahai Abu Bakar, seandainya engkau biarkan ayahmu beristirahat saja dan jika
beliau ada keperluan maka akulah yang akan
mendatangi kerumahnya untuk memenuhi keperluannya.
Abu Kuhafah sangat kagum kepada akhlak Rasulullah yang luar biasa mulianya.
yang hebat. Pernah menghancurkan pasukan kafir Quraisy di Perang Badar.
perlawanan.
dan kesibukan yang banyak.
datang kerumahku bila aku ada keperluan dengannya. Bukan aku yang harus datang
menemuinya. Sungguh, kata Abu Kuhafah ia
sangat menghargaiku sebagai orang tua yang sudah lemah dan disuruh untuk
beristirahat saja di rumah. Alangkah mulianya akhlak Rasulullah ini.
menyuruh, Abu Kuhafah lalu mengucapkan dua kalimat syahadat, masuk Islam.
membacakan satu ayatpun untuk mengajak Abu Kuhafah masuk Islam. Beliau hanya mengucapkan perkataan yang
terpuji karena menghormati orang tua
yang sudah lemah. Dan inilah akhlak mulia. Sungguh akhlak mulia adalah media
dakwah yang sangat bermutu. Jadi jangan diabaikan.






































