dosa-dosa besar. Dengan pertolongan Allah kita tidak lagi akan melakukan dosa dosa besar. Sekuat tenaga kita akan menghindar dari berbagai dosa besar seperti kesyirikan, berurusan dengan
dukun dan sihir, durhaka
terhadap orang tua,
minum khamer memakan harta anak yatim dan dosa dosa besar lainnya.
Ketahuilah bahwa dosa-dosa kecil perlu diwaspadai dan ditakuti karena bisa
menjadi dosa besar. Dosa
dosa kecil yang menumpuk dengan sangat mudah akan menjadi dosa besar. Para
ulama mengingatkan kita bahwa dosa dosa kecil yang kita lakukan adalah fondasi untuk membangun
dosa besar. Bukankah orang
bijak berkata : “Gunung yang besar terdiri dari butiran-butiran pasir”.
Minhajus Qashidin, membuka satu pasal khusus dengan judul “Dosa Besar”.
Beliau rahimahullah menjelaskan beberapa penyebab kenapa dosa kecil bisa
menjadi besar.
dilakukan lalu bertaubat dengan taubat nasuha, lebih bisa diharapkan
ampunan-Nya dari pada dosa kecil yang dilakukan terus menerus“
menerus dikerjakan dan tidak ada dosa besar selagi dimohonkan ampun (H.R Ad
Dailami, sebagian ulama mendha’ifkan hadits ini).
remeh seperti ada orang berkata : “Ah, inikan cuma dosa kecil mudah untuk diampuni. Allah–kan Maha pengampun,
dosa besar saja diampuni apalagi dosa kecil”
suatu dosa kecil dianggap besar oleh seorang hamba maka dosa itu akan (tetap) menjadi kecil
disisi Allah.
besar disisi Allah. Kenapa, karena dia telah meremehkan maksiat yang
dilakukannya kepada Allah yang Maha-agung.
(dosa) tetapi lihatlah kepada siapa kalian telah bermaksiat. Sungguh yang
kalian maksiati adalah dzat yang maha Agung yaitu Allah Subhanahu wa ta’ala.
sebuah atsar dari Anas bin Malik: “Sesungguhnya kalilan benar-benar telah
melakukan berbagai macam perbuatan dosa yang dalam pandangan kalian lebih kecil
dari sehelai rambut. Andaikan kami melihatnya pada masa Rasulullah, maka itu
adalah dosa sebesar gunung Uhud.”
disebagian orang muslim yaitu seseorang telah melakukan dosa kecil lalu dengan senang hati disebut-sebut. Maka ini bisa
berubah menjadi besar, karena disebut-sebut dan merasa senang dengannya.Semestinya, seseorang
yang punya dosa meskipun kecil tentu takut kepada Allah dan segera minta ampun.
tidak lepas dari dua perkara yaitu dia tidak merasa menyesal telah berbuat dosa dan ini adalah
indikasi bahwa dia bangga dengan dosanya. Sungguh adalah suatu perbuatan tercela jika seseorang bangga dengan maksiat yang telah dilakukannya. Akibatnya adalah akan menambah koleksi dosanya.
kecil yang dilakukan seorang berilmu.
menjadi panutan sehingga dia harus lebih berhati-hati dalam berbicara dan berbuat. Dia
haruslah memberi contoh yang baik dalam aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah.
perbuatan buruk atau maksiat meskipun kecil ini sangat mungkin diikuti oleh
orang lain. Akibatnya
dosanya menjadi besar karena memberi contoh buruk yang mendatangkan dosa.






































