*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini
Bagaimana
sejarah kesehatan di wilayah Cirebion? Yang pertama sebaiknya merujuk pada
upaya pembangunan rumah sakit di kota di Cirebon. Namun tidak hanya itu.
Bagaimana dengan awal kehadiran dokter di Cirebon dan bagaimana peran para
dokter djawa. Kehadiran dokter dan status kesehatan penduduk menjadi pemicu pembangunan
ruimah sakit.

Pada awal abad XX, Cirebon adalah kota kurang sehat.
Keadaan ini menjadi semakin buruk adanya “Kali Bacin” dipenuhi
tumpukan kotoran terendam air asin menaburkan aroma yang tidak sedap. Gemeente
Cirebon membuat kebijakan bertujuan mengubah kondisi kota Cirebon. Gemeente
Cirebon dengan semboyan “per aspera ad astra” mengandung semangat membangun
kota dalam mencapai kemakmuran. “Per aspera ad astra” diartikan “dari
duri onak dan rawa-rawa menuju bintang”. Upaya-upaya yang dilakukan memperbaiki
dan membangun prasarana yang dapat mengubah kondisi fisik dan citra Kota
Cirebon. Jenis-jenis prasarana sosial yang dibangun meliputi pengadaan
prasarana air bersih, prasarana kesehatan, dan penerangan jalan. Kali Bacin
yang dianggap sebagai salah satu sumber penyakit akibat bau tidak sedap yang
menyengat dan membuat lingkungan menjadi kumuh ditutup pada 1917. Untuk
mendukung program di bidang kesehatan masyarakat, Gemeente Cirebon mendirikan
Rumah Sakit Oranje. Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota
Cirebon, awalnya diajukan oleh Dewan Kota pada tahun 1919 dan kemudian pada
tanggal 14 Maret 1920 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung
rumah sakit yang terletak di Jalan Kesambi. Rumah sakit selesai dibangun dan
diresmikan pada tanggal 31 Agustus 1921 oleh De Burgermeester Van Cheribon
“J. H Johan”, sehingga tanggal 31 Agustus 1921 ditetapkan sebagai
hari lahir RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. (https://rsdgunungjati.cirebonkota.go.id/)
Lantas bagaimana sejarah kesehatan di wilayah
Cirebon? Seperti disebut itu bermula pada era Pemerintah Hindia Belanda. Dalam
hal ini terkait antara kesehatan lingkungan, kehadiran dokter termasuk Dokter
Djawa hingga pembangunan rumah sakit kota. Lalu bagaimana sejarah kesehatan di wilayah
Cirebon? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Kesehatan di Wilayah Cirebon; Kesehatan Lingkungan,
Dokter Djawa hingga Pembangunan Rumah Sakit Kota
Tunggu deskripsi lengkapnya
Kesehatan Lingkungan, Dokter Djawa hingga Pembangunan
Rumah Sakit Kota: Bermula di Garnisun Militer
Tunggu deskripsi lengkapnya
Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak
1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta
Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun
di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis
artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang,
utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





















