Ta’ala sebagai petunjuk bagi manusia untuk keselamatan hidupnya di dunia dan di
akhirat. Allah Ta’ala berfirman :
أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى
وَالْفُرْقَانِ Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di
dalamnya diturunkan al Qur an SEBAGAI PETUNJUK BAGI MANUSIA DAN PENJELASAN
PENJELASAN MENGENAI PETUNJUK ITU dan pembeda (antara yang benar dengan yang
bathil). Q.S al Baqarah 185.
cara paling penting dan paling utama adalah membaca dan mempelajarinya dengan
benar meskipun bukan dalam bahasa kita. Al Qur an diturunkan Allah Ta’ala dalam
bahasa Arab sebagaimana firman-Nya :
عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
berbahasa Arab, agar kamu mengerti. (Q.S Yusuf 2).
orang orang Ajam atau bukan Arab tahap awal harus belajar membacanya
lalu mempelajari makna maknanya. Ternyata belajar membaca al Qur an tidaklah
sulit karena huruf hurufnya yang jelas dan dilengkapi dengan tanda tanda baca
yang jelas pula. Lihatlah, meskipun tidak atau belum mengerti bahasa Arab
ternyata jutaan orang bisa membaca al
Qur an dengan benar bahkan mampu menghafalkannya baik sebagian maupun
seluruhnya.
secara utuh dan lengkap pada zaman Khalifah Usman bin Affan belum memiliki
tanda tanda baca. Waktu itu tidak ada titik, harakat, tanwin, tasydid dan tanda
tanda baca lainnya. Gundul secara total.
karena bahasa mereka sendiri. Nah,
setelah Islam berkembang pesat dan menjangkau berbagai wilayah mulai terasa
kesulitan dan juga kesalahan dalam membaca al Qur an bagi orang orang Ajam.
huruf BA, TA dan
TSA karena ditulis dengan bentuk yang sama. Alhamdulillah kita saat ini bisa
membedakan huruf huruf itu meskipun
bentuknya sama karena
diberi titik sepertiب – ت – ث :
untuk bisa membaca al Qur an dengan benar. Allah telah memberi petunjuk kepada
orang orang shalih dan berilmu untuk memberi tanda baca pada al Qur an.
masa Dinasti Umaiyah ketika masa pemerintahan Khalifah Malik bin Marwan beliau
meminta Yahya bin Ya’mar untuk memberi titik pada huruf agar mudah membedakan huruf
yang satu dengan yang lain. Kemudian dilanjutkan dengan memberi tanda harakat
dan tanwin oleh Abul Aswad ad Du’ali.
seorang pakar bahasa Arab yaitu al Khalil bin Ahmad al Farahidi mengembangkan
tanda baca al Qur an dengan beberapa harakat seperti tanda hamzah, tasydid dan
sebagainya.
disempurnakan pula oleh orang orang sesudahnya dengan tanda tajwid,
tanda washal, tanda waqaf dan berlanjut dengan pengembangan ilmu tajwid. Dan
ulama yang pertama kali menuliskan dan membukukannya ilmu tajwid adalah Musa
bin Ubaidilah bin Yahya bin Khaqan, wafat tahun 325 H. Seterusnya dikembangkan pula
dari generasi ke generasi.
serta ilmu tajwid maka semakin memudahkan kita untuk membaca dan mempelajari al
Qur an. Allah Ta’ala berfirman :
لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍوَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ
فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?. (Q.S al Qamar 17).
al Qamar sebanyak empat kali yaitu pada
ayat 17, 22, 32 dan 40.
Kami mudahkan kata kata al Qur an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami
dan diketahui karena al Qur an adalah KATA KATA TERBAIK, MAKNANYA PALING BENAR
DAN PENJELASANNYA PALING GAMBLANG. Siapa saja yang mempelajarinya maka akan
diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala untuk mencapai maksudnya SECARA AMAT MUDAH.
dan kemampuan kepada kita semua untuk membaca dan mempelajari al Qur an. Insya
Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.745).







































