Mencintai Allah Ta’ala melebihi kecintaanya terhadap selain-Nya dari segala sesuatu.
Adab Kepada Allah Ta’ala
Telah berlalu penyebutan pembagian adab yaitu : *Adab kepada Allah Ta’ala dan Adab kepada makhluk- makhluknya,
Baca Sebelumnya >> Adab Kepada Allah #1 Mentauhidkan Allah
Dalam pertemuan ini kita akan memulai membahas adab kepada Allah Ta’ala, yang merupakan seagung-agungnya adab dan terpenting disamping adab kepada Rasul serta Makhluk- makhluk-Nya.
Dan diantara adab kepada Allah Ta’ala yaitu :
2⃣ محبة الله اكثر مما سواه
Mencintai Allah Ta’ala melebihi kecintaanya terhadap selain-Nya dari segala sesuatu.
Dan akar kecintaan ini ketika seorang mukmin menyaksikan Allah Ta’ala Maha kuasa, Maha Hakim, Maha pemberi nikmat dan dia manusia merasakan nikmat-nikmat itu serta dia meyakini keindahan beserta kesempurnaan sifat-sifat Allah Ta’ala. Serta dengan kecintaan ini seorang mukmin mentaati dari apa yang Dia cintai serta cabang kecintaan yang Allah Ta’ala perintahkan.
Allah Ta’ala berfirman :
Dialah Allah Ta’ala yang menciptakan manusia, mengatur urusan mereka, mensyariatkan apa saja yang bermanfaat untuk agama dan dunianya, maka seharusnya dikarenakan sebab itu dia wajib mencintai Allah Ta’ala dengan kecintaan yang paling pokok dan mengalahkan kecintaanya kepada segala sesuatu selainya,
Allah Ta’ala menyebutkan sangat mendalamnya kecintaan orang-orang beriman kepada Allah Ta’ala
Sebagaimana firman-Nya :
(Q.S. Al-Baqarah 160)
Berkata Syeikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah mengenai ayat diatas :
” Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah Ta’ala yaitu melebihi kecintaan orang-orang musyrik kepada Allah Ta’ala, Juga dikatakan melebihi kecintaan mereka kepada sesembahan-sesembahan mereka.”
Wajibnya mencintai Allah melebihi segala sesuatu, Allah Ta’ala berfirman :
Katakanlah; “Jika bapak-bapak kalian, dan anak-anak kalian , dan saudara-saudara kalian, dan istri-istri kalian, dan kaum keluarga kalian,dan harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatiri kerugianya, serta rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta dari berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. At-Taubah 24)
Berkata Syaikh As Sa’diy rahimahullah :
وهذه الآية الكريمة أعظم دليل على وجوب محبة اللّه ورسوله، وعلى تقديمها على محبة كل شيء، وعلى الوعيد الشديد والمقت الأكيد، على من كان شيء من هذه المذكورات أحب إليه من اللّه ورسوله، وجهاد في سبيله.
“Ayat-ayat yang mulia ini adalah dalil paling agung yang menunjukkan wajibnya mencintai Allah dan Rasul-Nya, mendahulukannya atas kecintaan segala sesuatu. Juga menunjukkan ancaman keras dan kebencian sangat atas orang yang lebih mencintai salah satu dari yang telah disebutkan (diatas dalam ayat itu) daripada Allah, Rasul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya.”
Manisnya Iman bisa diraih dengan kecintaan Kepada Allah Ta’ala, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu :
“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu :
- Barangsiapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya,
- Apabila ia mencintai seseorang, tidaklah mencintainya melainkan karena Allah semata,
- Dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana di benci untuk dilemparkan ke dalam api Neraka.” Hadits Shahih Riwayat Bukhariy No.16.
Diantara Sebab Tumbuhnya Cinta kepada Allah Ta’ala : Berkata Syeikh Shaleh Fauzan hafidzahullah:
Maka sesungguhnya mencintai Allah Ta’ala merupakan jenis yang paling agung dari ibadah- ibadah hati.
“Dan dari sebab yang memperkuat dan yang menolong kecintaan kepada Allah Ta’ala yaitu dengan memperhatikan dengan seksama nikmat Allah Ta’ala (kepada kita), dan juga dengan seksama memperhatikan tanda- tanda kekuasaan Allah Ta’ala, Dan sesungguhnya ini semua bisa menambah kecintaan kepada Allah Ta’ala.
Kecintaan kepada Allah Ta’ala menuntut seseorang hamba untuk membuktikan cintanya dengan wujud ketaatan kepada -Nya dan Rasul-Nya.
Berkata Syeikh Shaleh Fauzan hafidzahullah menyebutkan Firman Allah Ta’ala :
” Katakan : jika kalian mencintai Allah Ta’ala maka ikuti Aku ( Muhammad Shalallahu alaihi wassalam ) maka Allah Ta’ala akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian dan Allah Ta’ala maha pengampun lagi maha penyayang”
Maka ciri kecintaan kepada Allah Ta’ala yang benar dan shahih yaitu dengan mengikuti Rasul Shalallahu alaihi wassalam، barang siapa yang menunaikan pengikutan tersebut maka sesungguhnya dia mencintai Allah Ta’ala, Akan tetapi jika tidak mengikuti Rasul maka ini kedustaan (dengan pengakuanya)
Berkata penyair yang bijak :
Bersambung insyallah…
Akhukum Fillah Ustadz Abu Amina حفظه الله Dipondok Annashihah Cepu Dikutip dari Tafsir Assa’diy, Fathul Madjid Syarah Kitab Tauhid, Mulakhos Tauhid, Majmu Fatawa dan Ceramah Syeikh Shaleh Fauzan Hafidzahullah._
Sumber : http://t.me/pesantren_salaf_online
![]() |
| Adab Kepada Allah #2 Mencintai Allah Melebihi Apapun |
































