menjelaskan dalam sabda beliau :
وَغَمْطُ النَّاسِ
kebenaran dan merendahkan manusia. (HR. Muslim, no. 2749, dari
‘Abdullah bin Mas’ud)
setiap kebenaran adalah menerimanya secara penuh sebagaimana firman Allah ‘Azza
wa Jalla :
لِمُؤْمِنٍ وَلاَمُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولَهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ
لَهُمُ الْخِيَرَةَ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ
ضَلاَلاً مُّبِينًا
mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan,
akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Q.S al Ahzab
36)
terhadap makhluk, yakni dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul
karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih
mulia dari orang lain.
seseorang kepada sikap sombong terhadap orang lain, meremehkan bahkan menghina mereka, serta merendahkan mereka baik
dengan perbuatan maupun perkataan. Rasulullh bersabda :
امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ
jika ia menghina saudaranya sesama muslim. (H.R Imam Muslim).
setelah didatangkan dalil dihadapannya maka dia termasuk orang sombong. Dan ketika
seseorang merendahkan saudaranya maka dia termasuk orang sombong. Oleh karena
itu sifat sombong adalah sangat tercela dalam syariat Islam.
diri dan melarang manusia berlaku sombong.
وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ
فَجُوْرٍ
dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)
الْمُسْتَكْبِرِينَ
menyukai orang-orang yang menyombongkan diri. (Q.S an Nahl 23)
adalah :
: Seseorang tidak boleh lupa bahwa dia adalah hamba Allah. Keadaan seorang
hamba adalah hina dan rendah sehingga tidak ada sesuatu pun yang pantas untuk disombongkan.
: Seseorang hendaklah menyadari bahwa dia lemah dan tidak memiliki apa apa.
Allah berfirman : “Lillahi maa fissamawati wamaa fil ardh” Milik Allah
apa yang ada di langit dan di bumi (Q.S
al Baqarah 284)
memberi hamba hamba-Nya kehidupan dan berbagai kebutuhannya.
: Seseorang hendaklah menyadari bahwa hukuman Allah telah pernah dijatuhkan
kepada orang orang yang sombong pada saat masih di dunia dan diakhirat tentu
akan ada hukuman yang lebih berat.
Qarun, kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan yang lainnya, karena kesombongan mereka.
: Seseorang hendaklah mengingat kembali
asal penciptaannya, yaitu sebagaimana dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya :
أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ
ciptakan dan yang memulai ciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia
menciptakan keturunannya dari saripati air yang hina. (Q.S as Sajdah
7-8).
: Senantiasa mengingat kematian. Tentang hal ini Allah Ta’ala berfirman :
تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ
الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian
itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang
mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan. (Q.S al Jumu’ah 8).
dengan memperbanyak mengingat mati, kita menjadi sadar tentang segala hal yang
tidak patut kita sombongkan di dunia.
kembali kepada Allah Ta’ala. Hanya kain mori penutup badan, yang akhirnya
hancur dan dimakan cacing. Bahkan di akhirat kelak setiap orang harus
mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuat di dunia.
hati serta peringatan keras dan ancaman bagi
orang yang sombong.
Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam bersabda :
اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى
أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun
yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain. (H.R Imam Muslim).
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
dihatinya ada kesombongan meskipun seberat biji sawi. (H.R Imam Muslim)
Ta’ala agar diajuhkan dari sifat sombong yang dalam syariat Islam dihukumi sebagai salah satu sifat tercela. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam.
(1.343)






































