
Islamedia – Pasca banjir
bandang Sungai Cidamar (3/12) lalu, puluhan korban yang merupakan warga
Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur mengalami gangguan
psikis akibat kehilangan harta benda mereka, seperti rumah dan seluruh
isinya, padi yang gagal panen di area pesawahan, bahkan korban nyawa
(dua orang hilang yang hingga kini belum diketemukan).
mengaku sangat terpukul dan kecewa berat akibat musibah banjir bandang
ini. Ia dan keluarganya tak henti-hentinya menatap sisa rumahnya yang
tinggal separuh bagian dapurnya akibat tergerus air sungai Cidamar.
tanah lapang yang asalnya merupakan lokasi perumahan penduduk yang
hilang terbawa banjir bandang yang terjadi Selasa (3/12). Mereka mencoba
menghilangkan rasa sedih mereka dengan bermain bola di pinggir sungai
Cidamar.
hilang terbawa derasnya air Sungai Cidamar saat banjir datang.
Rumah-rumah tersebut disapu bersih air sungai yang datang secara
tiba-tiba saat warga bersiap-siap untuk melaksanakan shalat maghrib.
sangat deras, sehingga rumah-rumah itu hanyut terbawa air,” kata seorang
warga Cidamar.
puluhan rumah penduduk, juga membawa material seperti bongkahan
batu-batu besar dan pohon-pohon besar sisa pembalakan liar di kawasan
hulu Sungai Cidamar, Cidaun, Cianjur selatan.
banjir bandang di Sungai Cidamar itu akibat terjadinya penyumbatan
aliran sungai yang tertutup longsor.
air dari hulu mengalir deras ke hilir,” kata Wakil Bupati Cianjur
Suranto ketika meninjau lokasi bencana di Desa Cidamar, Jumat (6/12)
lalu.[act/YL/Islamedia]






































