Aopok – #Jembatan #Gantung #Pongpet di #Desa #Margacinta, #Kecamatan #Cijulang, #Kabupaten #Pangandaran, #JawaBarat, menjadi #perhatian setelah mengalami #kerusakan saat #dilintasi rombongan #Bupati #Pangandaran Citra Pitriyami.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026), tak lama setelah jembatan selesai diresmikan. Video detik-detik jembatan mengalami kerusakan kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi viral.

Baca: Viral! Bule Amerika Rela Habiskan Rp21 Juta dan 4 Kali Transit Demi Pujaan Hati di Maluku
Berdasarkan laporan Okezone, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami berada di antara rombongan yang melintas ketika kondisi jembatan tiba-tiba berubah dan membuat orang-orang yang berada di atasnya panik.
Kronologi Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk
Insiden bermula setelah prosesi peresmian Jembatan Gantung Pongpet selesai. Rombongan yang terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, serta masyarakat kemudian melintasi jembatan tersebut.
Saat puluhan orang berada di atas jembatan secara bersamaan, salah satu bagian sistem penahan mengalami masalah. Tali sling pada salah satu sisi jembatan terlepas dari pengikat utamanya sehingga struktur jembatan menjadi miring secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut membuat suasana berubah panik. Orang-orang yang berada di atas jembatan berusaha menyelamatkan diri dan dilakukan proses evakuasi.
Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Lebih dari 50 Orang Berada di Atas Jembatan
Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) kemudian memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.
Menurut keterangan TNI AD, lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan. Jumlah tersebut disebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan untuk jembatan.
Kondisi itu diduga menyebabkan tali sling pada salah satu sisi terlepas dari sistem pengikat utama dan membuat badan jembatan miring.
TNI AD juga meluruskan bahwa struktur utama Jembatan Gantung Pongpet tidak sepenuhnya runtuh. Bagian yang mengalami gangguan adalah sistem sling penahan yang terlepas sehingga posisi lantai jembatan berubah secara drastis.
Baca: Sidang Cerai Perdana Audi Marissa dan Anthony Xie Digelar 3 September 2026
Bupati Pangandaran Sempat Syok
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menjadi salah satu orang yang berada di atas jembatan ketika insiden terjadi.
Citra disebut mengalami syok setelah jembatan tiba-tiba mengalami kerusakan. Ia juga dilaporkan mengalami memar pada bagian tangan. Sejumlah pejabat lain yang berada di lokasi turut membantu memastikan kondisi masyarakat setelah kejadian.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka ringan dan langsung mendapat penanganan.
Jembatan Langsung Ditutup
Setelah kejadian, akses menuju Jembatan Gantung Pongpet ditutup sementara. Masyarakat diminta tidak menggunakan ataupun mendekati lokasi sampai proses pemeriksaan dan evaluasi selesai.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 60 meter dan berada di atas aliran sungai. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Margacinta, termasuk menuju kawasan Kampung Budaya.
Pihak terkait selanjutnya melakukan evaluasi terhadap kondisi konstruksi dan merencanakan perbaikan agar jembatan dapat kembali digunakan masyarakat.
Penyebab Jembatan Masih Dievaluasi
Meski TNI AD menyebut jumlah orang yang melintas telah melebihi kapasitas sebagai faktor yang menyebabkan sling terlepas, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi konstruksi secara menyeluruh.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena jembatan baru saja diresmikan sebelum mengalami gangguan ketika digunakan oleh rombongan.
Karena itu, aspek kapasitas, sistem pengikat, kondisi angkur, sling, serta keseluruhan konstruksi perlu dievaluasi sebelum jembatan kembali dibuka untuk masyarakat.
Baca: Rutin Minum Kopi Bisa Bantu Pasien Kanker Payudara? Ini Fakta dan Kontroversinya
Insiden Jembatan Gantung Pongpet sekaligus menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kapasitas maksimal jembatan, terutama pada fasilitas penyeberangan yang digunakan secara bersamaan oleh banyak orang.
Hingga saat ini, proses evaluasi dan perencanaan perbaikan masih dilakukan oleh pihak terkait. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri melintasi jembatan sebelum dinyatakan aman.
























