الله الرحمن الرحيم
shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para
sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
pengantar ilmu Balaghah agar kita mengetahui tingginya sastra Al Qur’an, semoga
Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin.
cara menghias kalimat baik pada lafaznya maupun maknanya.
disebut suatu kata memiliki dua makna (arti);
arti dekat yakni yang segera difahami pendengar, dan arti jauh yang sebenarnya
ini maksudnya karena ada qarinah (tanda) yang tersembunyi.
hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari,” (Qs. Al An’aam: 60)
جَرَحْتُمْ
” adalah arti yang jauh, yakni melakukan perbuatan dosa.
arti yang berlawanan. Contoh firman Allah Ta’ala,
kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur.” (Qs. Al Kahfi: 18)
tidak dapat bersembunyi dari Allah.” (Qs. An
Nisaa’: 108)
dua kata atau lebih, lalu diimbangi dengan kata-kata berlawanan secara
berurutan. Contoh firman Allah Ta’ala:
menangis banyak.” (Qs. At Taubah: 82)
lafaz dengan suatu arti dan menyebutkan dhamirnya namun dengan arti yang lain.
Contoh firman Allah Ta’ala,
tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (Qs. Al Baqarah: 185)
pada dhamir adalah waktu yang sudah maklum (satu bulan).
menyampaikan kepada pendengar kalimat yang tidak diminta untuk mengingatkan
kepadanya hal yang lebih layak diketahui. Contoh firman Allah Ta’ala,
Katakanlah, “bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi
ibadah haji.” (Qs. Al Baqarah: 186)
sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang keadaan
bulan yang semula tampak kecil lalu tampak menjadi besar, dan akhirnya menjadi
kecil kembali. Hal ini adalah salah satu masalah dalam ilmu falak yang untuk
memahaminya diperlukan pengkajian detail dan serius. Oleh karena itu, Al Qur’an
memalingkan mereka dari masalah itu dengan menjelaskan bahwa bulan itu
merupakan tanda untuk mengetahui waktu bekerja dan beribadah. Hal ini merupakan
isyarat, bahwa sebaiknya mereka bertanya tentang faedah ini, juga menunjukkan
bahwa pembahasan dalam ilmu ada yang perlu ditunda sampai tiba saatnya nanti.
sama, namun berbeda dalam makna (arti). Jinas ini ada dua macam:
Jinas Tam, yaitu samanya lafaz namun berbeda makna. Contoh firman Allah Ta’ala,
كَذَلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ
bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “Mereka tidak berdiam (dalam kubur)
melainkan sesaat (saja).” Seperti itulah mereka selalu dipalingkan (dari
kebenaran).” (Qs. Ar Ruum: 55)
السَّاعَة
” yang pertama maksudnya Kiamat, sedangkan yang kedua maksudnya waktu
yang sebentar.
Naqish yaitu adanya kesamaan namun tidak seluruhnya. Contoh firman Allah
Ta’ala,
(10)
kamu berlaku sewenang-wenang.–Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah
kamu menghardiknya.” (Qs. Adh Dhuha: 9-10)
تَقْهَرْ
” dan “ تَنْهَرْ ” ada kesamaan namun
tidak seluruhnya.
dua fashilah (pemisah) dalam natsar (prosa; bukan syair) pada
huruf akhirnya.
merupakan dua uslub yang dipakai oleh lisah para ahli sastra bangsa Arab dan
para oratornya, mereka menyebutkannya tanpa susah payah dan tanpa serampangan.
Dalam Al Qur’an ada ayat yang kosong dari saja’ dan ada ayat yang banyak
dipenuhi saja’, bahkan sebagian surat dari awal ayat hingga akhirnya dipenuhi
saja’ seperti ayat iqtarabatis saa’ah (surah Al Qamar), surah Adh Dhuha, dan Al
kautsar, maka fahamilah.”
tidak seperti saja para peramal atau lainnya, bahkan sebagai saja’ yang
mengandung mukjizat yang mengalahkan para sastrawan. Oleh karena itu, Al Qur’an
merupakan asas dimana kaidah-kaidah dalam ilmu Balaghah kembali kepadanya.
adalah firman Allah Ta’ala,
dan untuk Allah (anak) perempuan?–Yang demikian itu tentulah suatu pembagian
yang tidak adil.” (Qs. An Najm: 21-22)
kalimat mengutip ayat atau hadits.
يَأْتِي الْحِسَابُ مَا لِظَلُوْمٍ مِنْ حَمِيْمٍ وَلاَ شَفِيْعٍ يُطَاعُ
tidak memiliki teman akrab dan pembela yang dapat diandalkan.
مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
”
diambil dari surah Ghafir ayat 18.
خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنِ
engkau ingin tingga di tengah-tengah mereka, maka bergaullah dengan akhlak yang
mulia.
خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنِ ” diambil dari hadits riwayat Tirmidzi dari
Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhuma.
Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahbihi wa sallam.
bin Musa
Maraji’:
Maktabah Syamilah versi 3.45, Qawa’idul
Lughatil Arabiyyah (Hifni Bek Dayyab, dkk.), Hidayatul
Insan bitafsiril Qur’an (Penulis),
https://www.alukah.net/sharia/0/103195/ , https://mawdoo3.com/الأساليب_البلاغية_في_اللغة_العربية#. , http://www.3refe.com/vb/showthread.php?t=225470 , http://kertugas.blogspot.com/2018/01/majaz-aqli-dalam-ilmu-balagah-kata.html, l.
Dll.





































