الله الرحمن الرحيم
Belajar Mudah Ilmu Tauhid (5)
Landasan Utama, Hakikat Kufur, dan Hakikat Nifak)
semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, sahabatnya, dan
orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
tentang tiga landasan utama, hakikat kufur, dan hakikat nifak yang kami
terjemahkan dari kitab At Tauhid Al Muyassar karya Syaikh Abdullah bin
Ahmad Al Huwail; semoga Allah menjadikan risalah ini ikhlas karena-Nya dan
bermanfaat, Allahumma aamiin.
hamba mengenal Tuhannya.
hamba mengenal agamanya.
hamba mengenal Nabinya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
ditanya di alam kubur.
perlu diketahui:
Tuhan kita adalah Allah, Dialah yang mengurus kita dan
mengurus alam semesta dengan nikmat-nikmat-Nya.
Allah Azza wa Jalla Dialah yang berhak disembah, tidak
ada sesembahan bagi kita selain Dia.
Kita dapat mengenal Tuhan kita melalui ayat(tanda
kekuasaan)-Nya dan makhluk-makhluk-Nya yang besar.
adalah malam dan siang, matahari dan bulan. Sedangkan di antara makhluk-Nya
adalah langit yang tujuh, bumi yang tujuh, dan apa saja yang ada di dalamnya
dan yang berada di antara keduanya.
perlu diketahui:
hanya diterima Allah tidak yang lain adalah agama Islam.
Islam artinya menyerahkan diri kepada Allah dengan
mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan menaati-Nya, dan berlepas diri dari
syirk dan para pelakunya.
Tingkatan agama ada tiga, yaitu (1) Islam, (2) Iman,
(3) Ihsan.
Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam.
perlu diketahui:
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Hasyim berasal dari Quraisy, dan Quraisy
berasal dari bangsa Arab, sedangkan bangsa Arab adalah keturunan Isma’il bin
Ibrahim Al Khalil.
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
sebelum diangkat menjadi nabi, dan 23 tahun setelah menjadi nabi dan rasul.
kerasulan Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
turunnya ayat “Iqra’ (QS. Al ‘Alaq: 1-5), dan diangkat menjadi rasul dengan
turunnya surat Al Muddatstsir.
tempat hijrah Beliau shallallau ‘alaihi wa sallam
Beliau berhijrah ke Madinah.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
‘alaihi wa sallam untuk memperingatkan manusia dari syirk dan mengajak manusia
kepada tauhid.
tertutup. Sedangkan secara syara’ kufur adalah lawan dari Islam.
Kufur Akbar
Kufur Asghar
diketahui tentang kufur akbar:
Ta’rif (definisi) kufur akbar
Rasul-Nya baik disertai sikap mendustakan atau tidak.
Hukumnya
Macam-macamnya
Kufur karena mendustakan.
Ta’ala,
افْتَرَى عَلَى اللّهِ كَذِباً أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ
الظَّالِمُونَ
daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau
mendustakan yang hak ketika yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam
neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?” (QS. Al ‘Ankabut: 68)
Kufur karena enggan dan sombong
meskipun membenarkan
لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى
وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka
sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan ia termasuk golongan
yang kafir.” (QS.
Al Baqarah: 34)
Kufur karena ragu-ragu –yaitu kufur
zhann (anggapan yang salah)-
ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا (35)
وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لَأَجِدَنَّ
خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا (36) قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ
يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ
ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا (37) لَكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي
وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا (38)
dia dalam keadaan zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata, “Aku kira
kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,–Dan aku tidak mengira hari kiamat
itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku
akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun
itu”–Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap
dengannya, “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari
tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang
laki-laki yang sempurna?”–Tetapi aku (yakin bahwa) Dialah Allah, Tuhanku, dan
aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku.” (QS. Al Kafhi: 35-38)
Kufur karena berpaling
عَمَّا أُنذِرُوا مُعْرِضُونَ
berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.” (QS. Al Ahqaaf: 3)
Kufur karena nifak (bersikap munafik)
آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati;
karena itu mereka tidak dapat mengerti.” (QS. Al Munafiqun: 3)
diketahui tentang kufur asghar:
Ta’rif (definisi) kufur asghar
dalam Al Qur’an dan As Sunnah dengan sebutan kufur, namun tidak sampai kepada tingkatan
kufur akbar.
Hukumnya
dosa-dosa besar, tetapi tidak mengeluarkan dari agama Islam.
Contoh-contohnya
Kufur nikmat.
اللّهِ
(mengingkari nikmat-nikmat Allah.”
(QS. An Nahl: 112)
Seorang muslim memerangi saudaranya yang muslim.
sallam bersabda,
sebuah kefasikan, sedangkan memeranginya adalah sebuah kekufuran.” (Muttafaq
‘alaihi)
Mencela nasab orang lain.
Meratapi mayit.
sallam bersabda,
فِي النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ “
merupakan kekufuran, yaitu mencela nasab dan meratapi mayit.” (HR. Muslim)
menyembunyikan sesuatu dan menutupinya. Secara syara’, nifak artinya
menampakkan Islam dan menyembunyikan kekafiran dan keburukan.
Nifak Akbar (besar) I’tiqadi
Nifak Asghar (kecil) Amali
keyakinan)
diketahui tentang kufur akbar:
Ta’rif (definisi) nifak i’tiqadi
menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.
Hukumnya
dari Islam secara keseluruhan dan pelakunya akan berada di lapisan bawah
neraka.
Macam-macamnya
Mendustakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mendustakan sebagian
yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Membenci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Membenci sebagian yang dibawa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam.
Senang jika agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam kalah.
Tidak suka jika agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam menang.
diketahui tentang nifak amali:
Ta’rif (definisi) nifak amali
termasuk amalan orang-orang munafik, namun masih adanya iman di hati.
Hukumnya
seseorang dari Islam, tetapi hukumnya haram dan termasuk dosa-dosa besar.
Pelakunya memiliki keimanan dan kemunafikan. Dan jika banyak dilakukan, maka
pelakunya bisa menjadi munafik sejati.
Contoh-contohnya
Berdusta dalam bicara. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda (menyebutkan ciri orang munafik), “Jika berbicara ia
berdusta.”
Mengingkari janji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam , “Jika berjanji, maka ia mengingkari.”
Mengkhianati amanah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Apabilah diamanahkan dia berkhianat.”
Bersikap jahat ketika bertengkar. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan apabila bertengkar, dia berbuat
jahat.”
Membatalkan perjanjian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
mengadakan perjanjian, maka dia membatalkan.”
Malas melakukan shalat berjamaah di masjid. Allah
Ta’ala berfirman,
الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى
shalat mereka berdiri dengan malas.”
(QS. An Nisaa’: 142)
Berbuat riya dalam amal saleh. Allah Ta’ala berfirman,
Nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.
Diterjemahkan dari
kitab At Tauhid Al Muyassar oleh Marwan bin Musa





































