الله الرحمن الرحيم
Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada
keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari
Kiamat, amma ba’du:
yang disusun oleh Divisi Dakwah Al Jaliyat di Saudi Arabia yang telah kami
terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penerjemahan
risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
disertai dengan doa.
رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَجَعًا يَجِدُهُ فِى جَسَدِهِ مُنْذُ
أَسْلَمَ . فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « ضَعْ يَدَكَ عَلَى
الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ . ثَلاَثًا . وَقُلْ
سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ
وَأُحَاذِرُ » .
Utsman bin Abil ‘Aash radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia pernah mengeluh kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sakit pada badan yang
dideritanya sejak ia memeluk Islam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Letakkan tanganmu pada bagian badanmu yang terasa sakit dan
ucapkanlah, “Bismillah 3x” serta ucapkanlah sebanyak tujuh kali:
segala keburukan yang aku dapatkan dan aku khawatirkan.” [HR. Muslim: 5737].
Berdoa
ketika mendengar ayam berkokok dan berlindung kepada Allah ketika mendengar
ringkikan keledai.
قَالَ « إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ
فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا
بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا » .
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Apabila kamu mendengar ayam berkokok, maka mintalah kepada Allah
karunia-Nya, karena ia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar suara
ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari setan, karena ia
melihat setan.” [Muttafaq ‘alaih: 3303-6920].
رَأَى الْمَطَرَ قَالَ :«(اَللَّهُمَّ) صَيِّباً نَافِعاً » .
Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
apabila melihat hujan turun mengucapkan, “[Allahumma]. shayyiban naafi’aa“
(artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat”). [HR. Bukhari: 1032].
عليه وسلم يَقُولُ « إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ
دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ
عَشَاءَ . وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ
الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ . وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ
طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ » .
Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Aku mendengar Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang masuk ke rumahnya,
lalu ia menyebut nama Allah ketika masuknya dan ketika makannya, maka setan
akan berkata, “Kamu tidak bisa bermalam dan ikut makan.” Dan apabila seseorang
masuk tanpa menyebut nama Allah ketika masuknya, maka setan akan berkata, “Kamu
bisa bermalam.” Demikian juga apabila ia tidak menyebut nama Allah ketika
makannya, maka setan akan berkata, “Kamu bisa bermalam dan ikut makan.” [HR.
Muslim: 5262].
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِساً لَمْ يَذْكُرُوا
اللَّهَ فِيْهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ
تِرَةً فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ”
Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda, “Tidak
ada segolongan orang yang duduk di sebuah majlis, dimana mereka tidak menyebut
nama Allah di sana dan tidak bershalawat kepada nabi mereka kecuali mereka akan
mendapatkan penyesalan. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia akan mengazab
mereka dan jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan mengampuni mereka.” [HR.
Tirmidzi: 2380].
الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ : « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ
مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ » .
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam apabila masuk ke wc berdoa:
laki-laki dan setan perempuan.” [Muttafaq ‘alaih: 6322-831].
عليه وسلم إِذَا عَصَفَتِ الرِّيحُ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ
خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ
شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ » .
Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Pada saat angin bertiup kencang Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta
kepada-Mu kebaikannya, kebaikan sesuatu yang ada di dalamnya dan kebaikan
sesuatu yang dibawanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan
sesuatu yang ada di dalamnya dan keburukan sesuatu yang dibawanya.” [HR.
Muslim: 2085].
« مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ
الْمَلَكُ الْمُوَكّلُ بِهِ: امِيْنْ وَلَكَ بِمِثْلٍ » .
Abu Dardaa’ ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada seorang hamba muslim yang berdoa untuk kebaikan saudaranya di
kejauhan kecuali malaikat yang diserahkan mengurusnya akan berkata, “Amin (ya
Allah, kabulkanlah), kamu pun akan sama mendapatkannya.” [HR. Muslim:6928].
عليه وسلم يَقُولُ « مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا
أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ
أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا . إِلاَّ أَخْلَفَ
اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا » .
Ummu Salamah, bahwa ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Tidak ada seorang muslim yang tertimpa sebuah musibah, lalu
mengucapkan kata-kata yang diperintahkan Allah –yaitu-:
مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Allah, berilah pahala terhadap
musibahku dan gantilah dengan yang lebih baik.”
Allah akan menggantikan untuknya sesuatu yang lebih baik daripadanya.” [HR.
Muslim: 2126].
النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم بِسَبْعٍ ، وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ ، أَمَرَنَا
بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ ….. ، وَإِفْشَاءِ السَّلاَمِ ،…الحديث.
Baraa’ bin ‘Aaazib radhiyallahu ‘anhuma ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam memerintahkan kami tujuh perkara dan melarang kami tujuh perkara; Beliau
memerintahkan kami menjenguk orang
sakit,…….dan menyebarkan salam…dst.” [Muttafaq ‘alaih: 5175-5388].
yang lainnya
«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ
طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ .
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu,
maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” [HR. Muslim: 6853].
وسلم قال : الاِسْتِئْذَانُ ثَلاَثٌ فَإِنْ أُذِنَ لَكَ وَإِلاَّ فَارْجِعْ
Abu Musa Al Asy’ariy bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Meminta izin itu tiga kali, jika diizinkan (silahkan), namun jika tidak, maka
pulanglah.” [Muttafaq ‘alaih: 6245-5633].
dengan sesuatu yang manis) si bayi.
غُلاَمٌ ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ
، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ …الحديث
Abu Musa Al Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Saya kelahiran anak, lalu
saya membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun
menamainya Ibrahim dan mentahniknya dengan kurma serta mendoakan keberkahan
untuknya.” [Muttafaq ‘alaih: 5467-5615].
adalah mengunyahkan makanan yang manis dan mengoleskannya ke (langit-langit) mulut
si bayi. Lebih utama tahnik dilakukan dengan kurma.
ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ أَنْ نَعُقَّ عَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ،
وَعَنِ الْغُلَامِ شَاتَيْنِ ))
Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
memerintahkan kami mengaqiqahkan seorang anak perempuan dengan seekor kambing
dan anak laki-laki dengan dua ekor kambing.” [HR. Ahmad: 25764].
hujan.
عليه وسلم مَطَرٌ قَالَ فَحَسَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ
ثَوْبِهِ حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ
صَنَعْتَ هَذَا قَالَ « لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى » .
Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
membuka bajunya sehingga tersiram air hujan. Kami pun bertanya, “Wahai
Rasulullah, mengapa engkau lakukan ini?” Beliau menjawab, “Karena hujan itu
baru datang dari Tuhannya Ta’ala.” [HR. Muslim: 2083].
“Hasara ‘an tsaubih” yakni membuka sebagian bajunya.
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ « مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِى خُرْفَةِ
الْجَنَّةِ » . قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ قَالَ «
جَنَاهَا » .
Tsauban maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda, “Barang siapa yang menjenguk
orang sakit, maka ia sama saja sedang dalam khurfatul jannah”, lalu ada yang
bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu khurfatul jannah?” Beliau menjawab,
“Memetik buah-buah surga.” [HR. Muslim: 6554].
shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.




































