الله الرحمن الرحيم
Rasulullah, kepada keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya
hingga hari Kiamat, amma ba’du:
Allah menjadikannya ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamiin.
karena hadits yang menyebutkan satu-persatu nama-nama Allah tidak sahih, bahkan
selipan dari perawi, maka para ulama berselisih dalam menyebutkannya. Di antara
ulama yang menyebutkan nama-nama tersebut adalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.
Beliau menyimpulkan nama-nama Allah Ta’ala yang ada dalam kitab Allah, yaitu:
- Allah
- Al Ahad (Allah Maha Esa)
- Al A’laa (Allah Mahatinggi)
- Al Akram (Allah Mahamulia)
- Al Ilaah (Allah; Tuhan yang
berhak disembah) - Al Awwal (yang pertama; yang
tidak ada sebelum-Nya segala sesuatu) - Al Aakhir (yang terakhir; yang
tidak ada setelah-Nya segala sesuatu) - Azh Zhaahir (yang tampak; yang
tidak ada di atas-Nya segala sesuatu) - Al Baathin (yang tidak ada
sesuatu di bawah-Nya) - Al Baari’ (Allah Maha Pencipta)
- Al Barr (Allah Mahaihsan)
- Al Bashiir (Allah Maha Melihat)
- At Tawwab (Allah Maha Penerima tobat)
- Al Jabbar (Allah Subhaanahu wa
Ta’aala mewujudkan kehendak-Nya terhadap semua makhluk-Nya tanpa ada yang
dapat menghalangi) - Al Haafizh (Allah Maha
Pemelihara) - Al Hasiib (Allah Maha
Menghisab) - Al Hafiizh (Allah Maha
Pemelihara) - Al Hafii (Allah Mahabaik)
- Al Haqq (Allah Mahabenar)
- Al Mubiin (Allah Maha Menerangkan)
- Al Hakiim (Allah Mahabijaksana)
- Al Haliim (Allah Maha
Penyantun) - Al Hamiid (Allah Maha Terpuji)
- Al Hayy (Allah Maha Hidup)
- Al Qayyum (Allah Maha Mengurus
makhluk-Nya sendiri) - Al Khabiir (Allah Maha
Mengetahui) - Al Khaaliq (Allah Maha
Pencipta) - Al Khallaq (Allah Maha
Pencipta) - Ar Ra’uuf (Allah Mahasayang)
- Ar Rahmaan (Allah Maha Pemurah)
- Ar Rahiim (Allah Maha
Penyayang) - Ar Razzaq (Allah Maha Pemberi rezeki)
- Ar Raqiib (Allah Maha Pengawas)
- As Salaam (Allah Maha Pemberi
keselamatan) - As Samii’ (Allah Maha
Mendengar) - Asy Syaakir (Allah Maha
Menyukuri) - Asy Syakuur (Allah Maha
Mensyukuri) - Asy Syahiid (Allah Maha
Menyaksikan) - Ash Shamad (Allah, Tuhan yang
bergantung kepada-Nya segala sesuatu) - Al ‘Aalim (Allah Maha
Mengetahui) - Al ‘Aziiz (Allah Maha Perkasa)
- Al ‘Azhiim (Allah Maha Agung)
- Al ‘Afuww (Allah Maha Memaafkan)
- Al ‘Aliim (Allah Maha
Mengetahui) - Al ‘Aliiy (Allah Mahatinggi)
- Al Ghaffar (Allah Maha
Pengampun) - Al Ghafuur (Allah Maha
Pengampun) - Al Ghaniyy (Allah Mahakaya)
- Al Fattah (Allah Maha hakim,
Dia yang memutuskan masalah di antara hamba-hamba-Nya) - Al Qaadir (Allah Mahakuasa)
- Al Qaahir (Allah Mahaberkuasa)
- Al Quddus (Allah Maha bersih
dan Suci dari segala aib dan kekurangan) - Al Qadiir (Allah Mahakuasa)
- Al Qariib (Allah Mahadekat)
- Al Qawiyy (Allah Mahakuat)
- Al Qahhar (Allah Maha Berkuasa)
- Al Kabiir (Allah Mahabesar)
- Al Kariim (Allah Mahamulia)
- Al Lathiif (Allah Mahalembut
dan Mahahalus) - Al Mu’min (Allah Maha Pemberi
keamanan) - Al Muta’aaliy (Allah Maha
Tinggi) - Al Mutakabbir (Allah Maha
bersih dari keburukan, kekurangan dan cacat karena kebesaran dan
keagungan-Nya, Dia memiliki segala keagungan) - Al Matiin (Allah Maha Kokoh)
- Al Mujiib (Allah Maha
Mengabulkan) - Al Majiid (Allah Maha Mulia)
- Al Muhiith (Allah Maha
Meliputi) - Al Mushawwir (Allah Maha
Membentuk) - Al Muqtadir (Allah Mahakuasa)
- Al Muqiit (Allah Maha Pencipta
makanan) - Al Malik (Allah Maha Raja)
- Al Maliik (Allah Maha
Menguasai) - Al Maulaa (Allah Maha
Pelindung) - Al Muhaimin (Allah Maha
Pengawas dan Pemelihara) - An Nashiir (Allah Maha Pembela)
- Al Waahid (Allah Mahaesa)
- Al Waarits (Allah Maha
Mewariskan) - Al Waasi’ (Allah Mahaluas)
- Al Waduud (Allah Mahacinta)
- Al Wakiil (Allah yang
diserahkan kepada-Nya segala urusan) - Al Waliiy (Allah Maha
Pelindung) - Al Wahhab (Allah Maha Pemberi)
dari hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
- Al Jamiil (Allah Mahaindah)
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ » .
Allah Mahaindah, Dia menyukai keindahan.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
- Al Jawwad (Allah Maha Pemberi)
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
يُحِبُّ الْجُوْدَ وَ يُحِبُّ مَعَالِيَ الْأَخْلاَقِ وَ يَكْرَهُ سَفْسَافَهَا
Allah Ta’aala Maha Pemberi, Dia suka memberi, Dia menyukai akhlak yang mulia
dan membenci akhlak yang rendah.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari
Thalhah bin Ubaidillah dan Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas, dishahihkan oleh Syaikh
Al Albani no. 1744 dalam Shahihul Jaami’)
- Al Hakam (Allah Penyelesai masalah)
adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Allah adalah Al Hakam…dst.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i, dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Al Irwaa’ (2615))
- Al Hayiy (Allah Maha Malu)
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Allah Maha Pemalu lagi Maha Mulia.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu
Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah (3117))
- Ar Rabb (Allah Pengurus alam
semesta)
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ
فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ » .
ketika ruku’, maka agungkanlah Tuhanmu Azza wa Jalla di sana, sedangkan ketika
sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena sangat layak kamu akan
dikabulkan.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
- Ar Rafiiq (Allah Mahalembut)
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فِى الأَمْرِ كُلِّهِ
Allah Mahalembut, menyukai kelembutan dalam segala sesuatu.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
- As Suubuh (Allah Mahasuci dari
segala keburukan)
ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ruku’ dan sujud:
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ » .
Allah dan Maha Bersih, Tuhan para malaikat dan malaikat Jibril.” (HR.
Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
- As Sayyid (semua ketinggian
berpulang kepada Allah)
adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
adalah Allah Tabaaraka wa Ta’aala.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Nasa’i dalam
Amalul yaumi wal lailah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul
Jaami’ no. 3700)
- Asy Syaafiy (Allah Maha
Penyembuh)
adalah doa yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang
yang sakit:
أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ إِلاَّ
شِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ يُغادِرُ سَقَماً » .
sakit wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkau-lah Penyembuh; tidak ada
kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan dari-Mu merupakan kesembuhan yang
tidak meninggalkan sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Ath Thayyib (Allah Mahabaik)
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِلاَّ طَيِّبًا
Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim dan
Tirmidzi)
- Al Qaabidh (Allah Maha
Menyempitkan). - Al Baasith (Allah Maha
Melapangkan)
kedua nama di atas adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الْبَاسِطُ
Allah adalah yang menetapkan harga, yang menyempitkan rezeki dan
melapangkan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Al Haafizh berkata
dalam At Talkhiish, “Isnadnya sesuai syarat Muslim, dan dishahihkan oleh
Ibnu Hibban dan Tirmidzi,” dishahihkan pula hadits ini oleh Syaikh Al
Albani dalam Al Misykaat (2894))
- Al Muqaddim (Allah Maha
Mengawalkan) - Al Mu’akhkhir (Allah Maha
Mengakhirkan)
adalah doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di sana terdapat
kata-kata:
yang mendahulukan dan mengakhirkan.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i dari
hadits Ali radhiyallahu ‘anhu, Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Musa, Bukhari
meriwayatkan juga dari hadits Ibnu Abbas)
- Al Muhsin (Allah Maha Berbuat
baik)
adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
فَأَحْسِنُوا
Allah muhsin, maka berbuat ihsanlah.” (HR. Ibnu ‘Addiy dari Samurah,
dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 1823)
- Al Mu’thiy (Allah Maha Pemberi)
adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
yang memberi, adapun saya hanya membagi-bagikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Al Mannan (Allah Maha Pemberi)
dalam doa Ismul A’zham –di mana apabila seseorang berdo’a dengannya akan
dikabulkan- disebutkan:
الْحَمْدُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ
sesungguhnya Aku meminta kepada-Mu, di mana untuk-Mulah segala puji, tidak ada
Tuhan yang berhak disembah selain Engkau… dst.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi,
Nasa’i dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu
Majah (3112))
- Al Witr (Allah Mahaesa)
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
adalah witr (Esa), Dia menyukai yang ganjil.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu ‘Utsaimin setelah menyebutkan nama-nama di atas berkata, “Inilah yang
kami pilih setelah menggalinya; 81 ada dalam kitab Allah dan 18 ada dalam
sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun kami masih ragu-ragu
dalam memasukkan nama Al Hafiy, karena nama tersebut disebutkan dengan ditaqyid
(dibatasi), yaitu pada firman Allah Ta’ala menyebutkan tentang (perkataan) Nabi
Ibrahim:
Ibrahim), “Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (Terj. QS. Maryam:
47)
juga nama Al Muhsin, karena kami belum melihat para perawinya dalam (Mu’jam)
Thabrani, namun Syaikhul Islam menyebutkannya termasuk nama-nama-Nya (Asmaa’ul
Husna). Kemudian saya menemukannya dalam Mushannaf Abdurrazzaq (Juz 4/492/ no.
8603) dari Syaddad bin Aus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam[1].”
juga berkata, “Dan di antara nama-nama Allah Ta’ala ada yang diidhafatkan
(dihubungkan), misalnya Maalikul mulki Dzil Jalaali wal Ikraam.”
(Al Qawaa’idul Mutsla hal. 25 cet. Maktabah Al ‘Ilm)
Maraji’:
Al Qawaa’idul Mutsla fi Asmaa’illahi wa shifaatihil ‘Ula karya Syaikh
Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.
Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ (1824).






































