2. Tidak ada kebutuhan pada hari H
Setiap jadwal Harbolnas tiba, selalu saja saya tidak ada kebutuhan yang akan dibeli pada event itu. Sudah saya cek detail apa saja produk yang sedang promo tapi belum ada yang bersifat mendesak untuk dipenuhi. Ya, saya belanja online hanya jika ada need dan juga tingkat prioritas. Walau lagi ada diskon selangit pun, kalau belum butuh ya belum bisa belanja. Kemudian kalau sudah ada need tapi belum bersifat mendesak, maka juga belum dibeli.
Dengan kata lain, saya tipikal yang tidak aji mumpung dan asal sikat barang. Tidak suka beli jauh-jauh hari atau di arsipkan dulu atau sekedar menambah koleksi. Selain karena prinsip hidup, juga sedang belajar mengelola keuangan rumah tangga. Kalau keinginan sih jangan ditanya. Banyak, kalau bisa ingin borong semua. Tidak hanya kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan tersier pun inginnya di koleksi semuanya.
3. Tidak bisa menunggu
Sebagai tipikal yang kurang sabar, tatkala membutuhkan sesuatu yang bersifat mendesak maka saya akan langsung beli. Wong ini sifatnya penting untuk belanja, tidak bisa diundur menunggu nanti. Misalnya, baju anak sudah pada kekecilan pada bulan Oktober. Biasanya langsung saya beli pada bulan tersebut. Padahal sebagian orang mungkin berpikir kenapa tidak diundur saja 2 bulan sampai bulan Desember, ketika event pesta belanja online.
Dalam kondisi seperti itu, semakin cepat baju anak dibeli maka semakin bagus. Memang toko online memberikan diskon besar-besaran sesuai jadwal harbolnas 2020 tapi ini masih bersifat tidak pasti.
Bisa saja potongan belanja tidak untuk semua baju bayi yang saya incar tetapi hanya untuk kategori produk tertentu saja. Misalnya potongan 50 % untuk kosmetik dan fashion pria. Jadi, saya lebih memilih segera membeli kapan saja butuh daripada menggantungkan keputusan belanja gara-gara keuntungan yang belum jelas.
4. Belum ketemu promo gila
Saya baca beberapa pengalaman orang yang belanja pada saat momen tersebut, ternyata ada yang berhasil mendapatkan kesempatan langka. Misalnya, membeli mobil seharga beberapa juta saja. Ada handphone Apple seharga hp biasa, emas batangan dan logam mulia dengan harga murah sekali. Namun, entah kenapa giliran saya selalu saja belum ketemu promo yang gila.
Mungkinkah ini yang dinamakan orang faktor keberuntungan? dan saya sering tidak beruntung?
Ya, faktanya sejauh ini saya belum pernah menemukan promo yang benar-benar berbeda dari biasa khusus produk yang saya idamkan. Ketika terjadi hari belanja online ini saya penasaran dan sering hanya melihat promo cashback atau voucher gratis ongkir yang lebih banyak dari bulan lain. Ada sih beberapa produk yang diskon besar tapi ternyata hanya berupa tiket untuk undian. Membeli berarti mendapat tiket undian untuk memenangkan hadiah besar. Tentu saja untung-untungan, hal ini saya sih ogah banget.
Diskon terbesar yang pernah saya menangkan dan raih dalam hidup saya selama belanja online adalah cashback kalau ditotal sebesar Rp.250.000 di Tokopedia. Namun, ini bukan pada saat pesta online bulan Desember melainkan hanya pada bulan biasa. Terjadi sekitar tahun 2017 ketika saya lagi bekerja di Denpasar. Setelah itu, hampir tidak pernah lagi dan sampai sekarang keberuntungan terbesar saya hanya mendapatkan voucher gratis ongkir extra sampai Rp.40.000.
Oya, berhubung saya sudah melakukan membeli secara daring selama 6 tahun terakhir, saya sudah punya toko langganan dan lumayan hafal harga produk tertentu. Anehnya, pas pesta belanja online yang katanya ada diskon besar-besaran saya menemukan harganya tidak jauh berbeda dari harga biasa. Ini untuk produk yang saya cari ya. Jadi, saya anggap pengalaman saya ini kebetulan semata. Mungkin produk lain seperti elektronik atau peralatan make up memang lagi memberikan potongan gila yang sayang dilewatkan pagi peminatnya.
***