
PELAKU UKM. Tidak pernah ada habisnya inovasi yang dibuat oleh manusia. Termasuk dalam bidang agrikultur. Selama ini orang-orang lebih mengenal sistem tanam hidroponik sebagai alternatif sistem penanaman konvensional. Namun kendala pada penerapan sistem hidroponik ini terbilang cukup rumit dan membutuhkan pengetahuan yang mumpuni, karena meskipun terlihat mudah, ternyata sistem hidroponik ini memang cukup rumit.
Batang pisang ini telah banyak digunakan untuk berbagai fungsi lain karena kandungan yang dimilikinya. Nutrisi yang terdapat pada batang pohon pisang ini sangat bermanfaat sebagai media tanam. Kelebihan lainnya adalah bahwa batang pohon pisang mengandung 80% air, sehingga selama batang pohon pisang belum kering tanaman bisa bertahan tanpa harus disiram.
Caranya cukup mudah :
- Siapkan batang pohon pisang. Anda bisa membuat penyangga dari kayu atau menggantungnya menggunakan kawan atau tali tambang. Usahakan batang pohon pisang tidak menyentuh tanah, karena akan mempercepat proses pembusukan batang pohon pisang tersebut sehingga mempersingkat usia penggunaan.
- Beri lubang pada batang pohon pisang sedalam kurang lebih 10 cm dengan diameter seukuran gelas air mineral. Jarak antara lubang sekitar 10 cm. Setiap satu batang pohon pisang bisa digunakan sebanyak 2 lajur lubang.
- Masukkan tanah beserta sampah organik pada lubang-lubang tersebut, lalu diamkan selama 2-3 hari sebelum media siap untuk ditanami. Ini berfungsi untuk menetralisir kandungan asam yang terdapat pada getah batang pohon pisang.
- Setelah siap, masukkan benih sayuran yang sudah Anda siapkan.
- Batang pohon ini rata-rata bisa digunakan sebanyak 2-3 kali masa tanam, tergantung kondisi lingkungan.












