
Selama ini saya mengira hanya pohon labu jenis labu siam saja yang sedap untuk dimasak. Karena pucuknya sering saya temukan dijual di supermarket atau pasar tradisional. Batang dan permukaan daun labu siam mulus tanpa bulu-bulu kasar sehingga wajar jika labu jenis ini menjadi alternatif sayuran yang harganya cukup mahal. Tetapi informasi dari Heni yang mengatakan bahwa daun labu kuning pun sering di masak di kampungnya membuat saya tertarik untuk mencobanya. Apalagi pohon labu akan semakin bercabang dan menyumbangkan pucuk yang banyak jika ujung-ujungnya sering di pangkas. Jadi weekend lalu seikat pucuk labu yang segar berakhir menjadi masakan berkuah santan nan laziz bersama ikan asin gabus yang gurih. Sedap, mudah dibuat dan yang ini benar-benar organik. Hm, berkebun memang mengasyikkan! ^_^


Klik untuk baca selanjutnya…







































