
- 2 ekor ayam pejantan ukuran kecil. Potong delapan bagian

- Air kelapa dari sebutir buah kelapa (saya meminta gratis dari tukang sayur)
- 9 siung bawang putih
- 7 siung bawang merah
- 3 buah cabe merah besar (boleh diganti cabe keriting jika ingin lebih pedas)
- 1 buah tomat merah
- 1 batang sereh, diikat dan digeprek
- 2 lembar daun jeruk
- 2 cm jahe, digeprek
- Petai sesuai selera (saya terpaksa tidak memakai petai. Lagi mahal, hiks)
- Jeruk nipis atau cuka secukupnya
- Garam secukupnya
- Merica secukupnya
- Sejumput gula pasir
- Minyak goreng secukupnya

- Cuci bersih ayam, lumuri dengan jeruk nipis. Saya kebetulan lupa membeli jeruk nipis. Karena malas pergi ke warung, saya memakai cuka sebanyak 2 sdm. Diamkan ayam satu jam agar bumbu meresap.

- Rebus air kelapa sampai mendidih. Kecilkan api. Masukkan ayam, jahe, sereh, selembar daun jeruk, merica, dan garam. Ungkep sampai air kelapa tinggal sedikit. Angkat ayam. Dinginkan.
- Panaskan minyak secukupnya. Goreng ayam sebentar saja. Angkat. Hidangkan bersama sambal.
- Rebus bawang merah, cabe merah, dan tomat. Tambahkan selembar daun jeruk supaya harum.

- Angkat semua bahan setelah empuk. Buang daun jeruk. Dinginkan. Blender kasar (boleh juga diblender halus jika suka). Diulek biasa juga bisa. Bebas saja 🙂

- Panaskan sedikit minyak sisa menggoreng ayam. Oseng sebentar. Angkat. Hidangkan.







































