satu makanan yang saya suka. Kalau kangen dengan kuliner ini di Jakarta,
ada beberapa penjualnya di Rawamangun. Kali ini, saya akan mengulas Mie
Bakso Kocok Bandung yang berlokasi di jalan Paus.
kuahnya gurih. Rasa asam dan pedasnya juga berasa. Ditambah lagi dengan
kikil yang melimpah dan tentu aja kerupuk! Saya pun langsung bilang ke
suami pengen makan mie kocok di Rawamangun, Jakarta.
makan siang. Tapi, rasanya mie kocok gak terlalu berat di perut. Jadi,
masih sanggup lah makan malam. Yakin malamnya bakal lapar lagi
hehehe.
arah yang berlawanan
mana?”
Lokasinya saling berdekatan. Ya udah saya pilih yang ditunjuk suami aja,
deh. Daripada muter balik. Lagipula dari ketiganya, tinggal mie kocok
itu yang belum pernah kami cobain.
antre hehehe. Tapi, tumben banget sore itu sepi. Sampe suami meminta
saya masuk duluan buat nanya-nanya. Jangan-jangan lagi gak jualan.
gak ada pembeli sama sekali. Mungkin karena jam nanggung juga, ya.
Karena ketika kami hampir selesai makan, tempatnya mulai ramai.
kocok hanya menawarkan mi. Belum pernah saya lihat ada yang pakai bihun.
‘Ya mungkin di sini banyak pelanggan yang minta bihun,’ pikir
saya.
kikilnya?
karena udah ngebayangin kikilnya yang melimpah.
gerobakan yang suka keliling. Maksudnya, kuahnya gak berasa terlalu
gurih kaldu. Jadi memang enaknya ditambahin kecap, saos, dll. Tapi,
masih termasuk yang enak, lah. Rasanya masih bisa diterima
pas. Dan dagingnya berasa alias gak kebanyakan tepung. Memang enak lah
baksonya. Saya juga setuju dengan pendapat suami kalau ini mie bakso,
bukan mie kocok.
memasukkan mie ke dalam wadah logam bolong-bolong yang bergagang
kemudian dikocok-kocok dan dicelupkan ke dalam air panas. Tetapi, mie
kocok biasanya tidak hanya dilengkapi dengan bakso, tetapi ada topping
irisan kikil. Bahkan ada juga yang ditambah dengan babat sapi.
biasa pun gak apa-apa. Tapi, yang penting ada topping kikilnya.
Karena itu yang membedakan mie kocok dengan mi bakso.
saya, rasa asam dari jeruk nipis bisa mengimbangi kikil. Tapi, asam cuka
dengan jeruk nipis tuh rasanya berbeda. Jauh lebih enak dan segar kalau
pakai jeruk nipis.
ada jeruk nipis. Karena kalau makan bakso, saya lebih suka kombinasi
pedas, asin, dan manis. Tanpa ada rasa asam.
bakso pakai emping. Ternyata rasanya gak nyambung hihihi.
kalau buat saya. Bakso enakan pakai kerupuk putih. Emping enaknya buat
soto. Akhirnya saya makan emping hanya pakai kecap. Kesukaan saya deh
ngegadoin emping pakai kecap.
Apalagi waktu nyanyiin lagu Sheila on 7. Ih! Coba datang dari awal.
Giliran udah mau selesai makan, baru datang. Makanya, saya nunggu
sejenak sampai lagunya selesai.
bangunannya seperti yang difoto, ya. Lokasinya persis di seberang Mie
Bakso Tasik.
penjual mie bakso kocok Bandung. Tetapi, semuanya hanya membuat nama
yang sama. Harusnya tambahin nama, nomor, atau apa kek di belakangnya.
Misalnya, Mie Kocok Mang Dadang atau apalah.
Biar ada ciri khasnya gituuuu …
Kocok Bandung. Makanya ketika saya baca ulasannya di Google pun, jadi
kayak campur-campur gitu. Ada yang mengulas mie kocok ini, mie kocok
itu, dll hahaha!
Bakmi Tasik. Di seberang, ya, bukan di depannya. Karena di depan Mie
Tasik, tepatnya di parkirannya, juga ada penjual mie bakso kocok. Tapi,
jualannya di gerobakan gitu hehehe.
Bakmi Tasik Rawamangun Rasanya Bikin Ketagihan]
tunai. Gak pernah cobain bayar pakai QRIS. Makanya, saya belum bisa
cerita tentang pengalaman ini.
sering terlihat ramai. Memang rasa mi baksonya cukup enak. Kalau pengen
ngebakso, mungkin kami akan ke sini lagi. Tapi, kalau pengen mie kocok ya
cari di tempat lainnya.






























