
Pictures memilih untuk merilis film yang diadaptasi dari novel horror anak remaja yang (pernah) booming hampir 30 tahun lalu, Goosebumps.
Menara Teror, Kutukan Bangsa Viking,
sangat familiar, ya judul-judul
tersebut merupakan beberapa judul dari serial Goosebumps karya R. L. Stine.
Selain karena ceritanya yang seram dan twist
ending serta cover illustration nya yang eye
catching dan mengerikan menjadi salah
satu ciri khas Goosebumps yang tak terlupakan.
anak remaja, sekurang-kurangnya mereka pasti pernah membaca Goosebumps, entah
itu meminjam dari teman atau bahkan menumpang baca di toko buku.
serial horror yang digemari oleh para
remaja, ada Anonymorph dan sederet serial horror
lainnya. Akan tetapi bisa dikatakan Goosebumps adalah yang paling digemari, bahkan
saking populernya R.L. Stine juga sampai merilis Goosebumps dalam format yang menarik.
Karnaval Hantu, R.L. Stine menempatkan pembaca sebagai tokoh utamanya dan
membiarkan mereka (pembaca) menentukan alur cerita sesuai dengan keinginannya,
agak membingungkan ya?
pilihan pada setiap halamannya, setiap pilihan mengarahkan pada halaman
tertentu, dan tetap seperti itu sampai akhirnya pembaca bisa menyelesaikan buku
tersebut. Tak usah khawatir, apapun pilihannya R.L. Stine akan mengarahkan
pembacanya pada plot pilihannya,
(karena) ia tak akan membiarkan pembacanya melewatkan monster-monster ciptaannya.
seakan-akan memberikan angin segar bagi dunia perfilman Hollywood dalam genre film horror, yang kini didominasi dengan remake film-film jadul.
dengan membaca Goosebumps mungkin agak terkejut sekaligus senang dengan
dirilisnya Goosebumps The Movie ini, apalagi kalau bukan untuk bernostalgia
dengan cerita-cerita seram ala R. L. Stine.
Cooper yang baru saja pindah ke sebuah kota kecil, ia bertetangga dengan Hannah
yang ternyata adalah anak dari R. L. Stine, penulis buku terkenal Goosebumps,
yang aneh dan misterius. Sebenarnya, semua monster dan hantu yang ada di
bukunya adalah nyata, R. L. Stine
berusaha untuk menjaga agar mereka tetap berada di dalam buku.
seorang temannya yang bernama Andy melepaskan monster dan hantu yang terkurung
ribuan tahun lamanya. Kekacauan pun segera terjadi, Nah, tugas mereka adalah
mengembalikan monster dan hantu tersebut ke tampat asalnya.
The Movie bukanlah monster dan hantu baru, yang baru saja diciptakan khusus
untuk film tersebut, melainkan monster dan hantu yang pernah muncul dalam
serial Goosebumps.
mendapatkan tempat di hati pembacanya, mungkin penonton akan sedikit kecewa, tidak
semua monster dan hantu bisa ditampilkan karena durasi yang terbatas. Beberapa belas tahun
yang lalu sebenarnya sudah pernah ada serial TV Goosebumps, dari ke 62 buku
Goosebumps (seingat saya) tidak semuanya diangkat ke layar kaca. Semoga saja
dengan hadirnya Goosebumps The Movie ini akan menarik minat para sutradara
untuk membuat remake serial TVnya.






































