
Dua minggu yang lalu di hari Jumat, kawat gulung tiba dengan sukses di kantor. Walau terlihat besar, namun sebenarnya sangat ringan, jadi saya menentengnya pulang menggunakan MRT. Seharian di weekend yang tadinya akan digunakan untuk memasang kawat, malah berakhir dengan berleha-leha di kasur menikmati cuaca adem sambil menonton You Tube. Saya baru keluar ke halaman dan mengecek aneka tanaman di Minggu sore ketika jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Saat sedang menyemprot anggrek dengan pupuk, si tikus keluar dari lubangnya dan berlari ke sudut halaman, membuat saya berteriak-teriak sendiri di depan rumah dan kabur ke teras menyelamatkan diri. Saya yakin si tikus pun sama takut dan shocknya dengan saya. Duduk diam mematung selama tiga puluh menit, kesabaran saya berbuah manis, tikus itu kembali muncul dan berlari ke gerbang, menghilang dari lubang di bawah pagar. Saya langsung berdiri dan beraksi dengan secepat kilat membongkar kawat ayam. Kawat ini ringan, lentur, kuat tetapi tajam, beberapa kali jemari saya tergores ketika mengguntingnya menjadi lembaran-lembaran yang cukup untuk menutup celah terbuka di bawah pagar.


Klik untuk baca selanjutnya…







































