*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini
Bagaimana
sejarah Kuningan? Tentu saja sudah banyak yang menulisnya. Lalu apa keutamaan wilayah
Kuningan dalam sejarah. Nah itu dia. Tampaknya topik ini kurang terperhatikan.
Fakta bahwa wilayah Kuningan yang berada di lereng sebelah timur gunung Ciremai
tempo doeloe menjadi wilayah penting jalur ekonomi antara pantai utara dan pantai
selatan Jawa. Tidak hanya itu wilayah Kuningan termasuk wilayah batas antara
budaya Sunda di barat dan budaya Jawa di timur.

Kabupaten Kuningan adalah sebuah wilayah
kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Berjarak 150 km dari Kota
Bandung dan 43 km dari Kota Cirebon, kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten
Cirebon di utara, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Ciamis dan
Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) di Selatan, dan Kabupaten Majalengka di barat.
Kabupaten ini dikenal karena merupakan merupakan tempat dilaksanakannya
Perundingan Linggajati. Kuningan juga merupakan salah satu pintu gerbang masuk Jawa
Barat dari sebelah timur, bersama dengan Kabupaten Ciamis, Cirebon, Kota Banjar
dan Pangandaran. Kabupaten Kuningan bagian timur adalah dataran rendah, sedang
di bagian barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ceremai (3.078 M) di
perbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ceremai adalah gunung tertinggi
di Jawa Barat. Permukaan tanah berbukit-bukit bagian Barat dan bagian Selatan ketinggian
berkisar 700 M, dataran rendah seperti wilayah Kuningan bagian Timur ketinggian
120-222 M. Tanah Andosol di bagian barat Kuningan cocok untuk tembakau,
bunga-bungaan, sayuran, buah-buahan, kopi, kina, teh, pinus dan apel, Tanah
Alluvial di bagian timur Kecamatan Kuningan, Kecamatan Kadugede bagian utara,
Kecamatan Lebakwangi bagian utara, Kecamatan Garawangi dan Kecamatan Cilimus
cocok tanaman sawah, palawija dan perikanan. Tanah Podzolik di bagian selatan
kecamatan Kadugede, bagian timur kecamatan Ciniru, bagian timur kecamatan
Luragung, bagian selatan kecamatan Lebakwangi dan kecamatan Ciwaru cocok untuk
ladang dan tanaman keras. (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah Kuningan semasa
Residentie Tjeribon? Seperti disebut di atas wilayah Kuningan berada di
pedalaman Cirebon di lereng gunung Ciremai sebelah timur. Wilayahnya Sebagian pegunungan
dan Sebagian dataran rendah yang subur. Gunung Ciremai sebelah timur merupakan
rute terpendek antara pantai utara dan pantai selatan Jawa. Lalu bagaimana sejarah
Kuningan semasa Residentie Tjeribon? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan
sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.
Kuningan Semasa Residentie Tjeribon; Gunung Ciremai,
Antara Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa
Tunggu deskripsi lengkapnya
Gunung Ciremai, Antara Pantai Utara dan Pantai Selatan
Jawa: Kerajan Cirebon hingga Residentie Cheribon
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






















