• Latest
  • Trending
Khutbah Jum’at Pergantian Tahun : 3 Simpanan Terbaik

Perjalanan dari Rumah menuju Kota Bengkulu dengan Bersepeda

23 Februari 2021
Viral Calon Haji Makassar Minta Turun Pesawat, Ternyata Bukan Soal Ayam: Fakta Sebenarnya Bikin Haru

Viral Calon Haji Makassar Minta Turun Pesawat, Ternyata Bukan Soal Ayam: Fakta Sebenarnya Bikin Haru

1 Mei 2026
Viral! Video Eka Priti Putri Disebut “Kebelet Jadi Talent Berbayar”, Netizen Heboh di TikTok

Viral! Video Eka Priti Putri Disebut “Kebelet Jadi Talent Berbayar”, Netizen Heboh di TikTok

1 Mei 2026
Viral Jule dan Safrie Jadikan Anak Bahan Candaan, Daehoon Ngamuk dan Netizen Ikut Murka

Viral Jule dan Safrie Jadikan Anak Bahan Candaan, Daehoon Ngamuk dan Netizen Ikut Murka

1 Mei 2026
Viral! Jule Mendadak Basah Gara-Gara Makan Pisang

Viral! Jule Mendadak Basah Gara-Gara Makan Pisang

30 April 2026
Baru! Video Chatimeh TikTokers Disebut “Istri Virtual Chindo” Berdurasi 12 Menit Hebohkan Netizen

Baru! Video Chatimeh TikTokers Disebut “Istri Virtual Chindo” Berdurasi 12 Menit Hebohkan Netizen

30 April 2026
Viral! Video Asyell Dulu vs Sekarang Disebut Lebih “Barbar”, Durasi 43 Menit Bikin Heboh Netizen

Viral! Video Asyell Dulu vs Sekarang Disebut Lebih “Barbar”, Durasi 43 Menit Bikin Heboh Netizen

30 April 2026
Viral! Video Nada, Monic, dan Bestie Live Joget 14 Menit Banjiri FYP, Netizen Heboh

Viral! Video Nada, Monic dan Bestie Live Joget 14 Menit Banjiri FYP, Netizen Heboh

28 April 2026
Heboh! Video Viral Akibat Pacar Hyper Datang, Pria Ini Ketakutan Durasi 20 Menit

Heboh! Video Viral Akibat Pacar Hyper Datang, Pria Ini Ketakutan Durasi 20 Menit

28 April 2026
Guru Atun Viral Usai Dibully Murid, Donasikan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Guru Atun Viral Usai Dibully Murid, Donasikan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

28 April 2026
Kencan Pertama Bikin Kaget! Pria Ini Syok Teman Wanitanya Sampai Bungkus Makanan, Netizen Ikut Heboh

Kencan Pertama Bikin Kaget! Pria Ini Syok Teman Wanitanya Sampai Bungkus Makanan, Netizen Ikut Heboh

28 April 2026
Viral! Video Niat Bantu Kakak Mandi Malah Disalahartikan dan Diburu Netizen

Viral! Video Niat Bantu Kakak Mandi Malah Disalahartikan dan Diburu Netizen

28 April 2026
Viral! Cewek Cantik Ini Basah Kuyup Setelah Payungnya Dicuri Copet

Viral! Cewek Cantik Ini Basah Kuyup Setelah Payungnya Dicuri Copet

28 April 2026
Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
    • Filter
      • Terbaru
      • Viral
      • Hot
      • Galeri
      • Populer
      • Terviral
      • Terbaik
      • Trending
  • Hiburan
    • Cerita
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Viral! Video Eka Priti Putri Disebut “Kebelet Jadi Talent Berbayar”, Netizen Heboh di TikTok

    Viral! Video Eka Priti Putri Disebut “Kebelet Jadi Talent Berbayar”, Netizen Heboh di TikTok

    Baru! Video Chatimeh TikTokers Disebut “Istri Virtual Chindo” Berdurasi 12 Menit Hebohkan Netizen

    Baru! Video Chatimeh TikTokers Disebut “Istri Virtual Chindo” Berdurasi 12 Menit Hebohkan Netizen

    Viral! Video Asyell Dulu vs Sekarang Disebut Lebih “Barbar”, Durasi 43 Menit Bikin Heboh Netizen

    Viral! Video Asyell Dulu vs Sekarang Disebut Lebih “Barbar”, Durasi 43 Menit Bikin Heboh Netizen

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerpen
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

  • More
    • Tekno
    • Religi
      Hari Lebaran 21 Maret 2026 Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Hari Lebaran 21 Maret 2026: Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
IKLAN GRATIS
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
    • Filter
      • Terbaru
      • Viral
      • Hot
      • Galeri
      • Populer
      • Terviral
      • Terbaik
      • Trending
  • Hiburan
    • Cerita
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Viral! Video Eka Priti Putri Disebut “Kebelet Jadi Talent Berbayar”, Netizen Heboh di TikTok

    Viral! Video Eka Priti Putri Disebut “Kebelet Jadi Talent Berbayar”, Netizen Heboh di TikTok

    Baru! Video Chatimeh TikTokers Disebut “Istri Virtual Chindo” Berdurasi 12 Menit Hebohkan Netizen

    Baru! Video Chatimeh TikTokers Disebut “Istri Virtual Chindo” Berdurasi 12 Menit Hebohkan Netizen

    Viral! Video Asyell Dulu vs Sekarang Disebut Lebih “Barbar”, Durasi 43 Menit Bikin Heboh Netizen

    Viral! Video Asyell Dulu vs Sekarang Disebut Lebih “Barbar”, Durasi 43 Menit Bikin Heboh Netizen

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerpen
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    Peran John Herdman di Balik Kemenangan 4-0 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    12 Pemain Bintang Dunia yang Absen di Piala Dunia 2026, Italia Paling Terpukul!

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    Pantas Timnas Indonesia Dibantai Jepang, Inggris Saja Dipermalukan di Stadion Wembley

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    PSSI Resmi Tunjuk Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026, Turnamen Digelar Juni

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    Peluang Timnas Indonesia Gantikan Irak di Playoff Antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Ini Skenario Lengkapnya

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    John Herdman Diminta Panggil Rivaldo Pakpahan ke Timnas Indonesia

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Tiga Ganda Campuran Indonesia Lolos ke Semifinal Thailand Masters 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Live Streaming Barcelona vs Real Oviedo 25 Januari 2026

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

    Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

  • More
    • Tekno
    • Religi
      Hari Lebaran 21 Maret 2026 Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Hari Lebaran 21 Maret 2026: Makna, Tradisi, dan Kebahagiaan Umat Muslim

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Secara Hisab Jatuh pada 19 Februari 2026

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Makna Sabar dalam Al-Qur’an: Kunci Lulus Ujian Hidup Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Mengapa Muslim dan Non-Muslim Dibedakan dalam Islam? Penjelasan Aqidah, Dalil Al-Qur’an, dan Makna Ketakwaan

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Tanggal Berapa Bulan Suci Puasa Ramadan 2026?

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan, Mukjizat, dan Kekuatan Doa di Saat Putus Asa

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Belajar dari Sistem Ramadhan

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Makna Hadits “Agama Adalah Nasehat”: Tafsir Lengkap & Aplikasi dalam Kehidupan Muslim

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

      Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Perjalanan dari Rumah menuju Kota Bengkulu dengan Bersepeda

Explore by Explore
23 Februari 2021
Reading Time: 20 mins read
Donasi
0
Share on TwitterFacebookWhatsappTelegram

Dalam rangka merayakan masa-masa sebagai seorang penganggur yang sudah hampir setahun ini tetapi tetap konsisten mengalahkan diri sendiri dan mencoba hal-hal baru dengan yang dimiliki, aku memutuskan untuk bersepeda lebih jauh lagi dari yang pernah kulakukan.

RELATED POSTS

5 Tips Long Trip Saat Libur Panjang agar Perjalanan Nyaman, Aman, dan Bebas Drama

Viral Tren Meditasi di Dalam Peti Mati di Jepang, Cara Unik Refleksi Hidup dan Atasi Stres

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Matahari tenggelam di Pantai Panjang, Bengkulu

Pada rencana awal, Kota Manna menjadi destinasiku untuk bersepeda, sekaligus mengambil mobil di rumah bouku (bibi) dan yang nantinya akan kubawa ke Sekincau guna menjadi kendaraan opung kami di Sekincau. Kan enak, sesampainya di kota tujuan aku tidak perlu repot mencari bus untuk kembali ke Liwa. Namun sayang, mobil itu sudah dijemput oleh sepupuku lebih dulu beberapa hari sebelum keberangkatanku. Rencana tetaplah rencana, akhirnya tetap kuputuskan untuk bersepeda ke sana dan apa yang menjadi urusan nanti, ya diurus nanti saja.

Hotrod 1.0 kesayangan

Sepeda yang kugunakan di perjalanan kemarin masih sama dengan yang di perjalanan-perjalananku sebelumnya. Wimcycle Hotrod 1.0 yang sudah kugunakan sejak zaman kuliah. MTB (mountain bike) ngeyel pokoknya. Demi perjalanan ini, beberapa bagian sepeda telah diganti secukupnya supaya tidak menjadi kendala di dalam perjalanan, termasuk melapisi ban dalam dengan silikon agar tidak mudah bocor menghadapi halang dan rintang menuju Bumi Rafflesia.

Setelah membaca dan mendengarkan cerita perjalanan orang lain, aku mulai menerapkan perjalanan seminimalis dan seefisien mungkin. 5 kaos, 3 celana, sebuah sarung, jaket, dan beberapa lembar pakaian dalam kumasukkan ke tas sadelku yang berkapasitas 5 liter. Sedangkan perlengkapan bersepeda seperti kunci-kunci, ban serep, segala pernik, lalu alat mandi, sunblock, dan kudapan kumasukkan ke tas depan. Untuk perjalanan ini, kaos dryfit dan celana spandeks sudah cukup untuk perjalanan bersepeda yang kuestimasikan 2 sampai 3 hari. Pokoknya semua kubuat jadi lebih ringkas dibanding perjalanan jauhku akhir 2019 lalu dari Bandar Lampung menuju Liwa. Toh ini hanya 200 km, pikirku.

Samudra Hindia

Sehari sebelum berangkat, aku sebenarnya sudah dipenuhi rasa gugup untuk bilang ke bapak soal perjalanan ini. Sepertinya, sampai kapan pun memang akan seperti itu jika sedang di rumah. Aku akan tetap merasa gugup untuk meminta izin atau pamit keluar rumah ke bapak, meskipun sebenarnya aku tahu pasti bakal diizinin. Hahahahaha. Setelah ditunda-tunda sampai semalam sebelum keberangkatan, akhirnya aku pun memberanikan untuk cerita, dan bapakku hanya menjawab, “Dasar kurang kerjaan.” Seketika itu aku riang semringah karena jawaban dan intonasi itu sudah mewakili sebuah makna persetujuan.

Esoknya aku berangkat pukul 6 pagi, meluncur menembus kawasan TNBBS Kubuperahu menuju Krui. 40 km terasa mudah dilewati karena banyak jalan menurun sampai ke Pesisir Barat. Cincailah.

Cuaca hari itu sangat cerah. Langit biru berawan tipis. Aih, pas nian, bisa lihat pantai pula sepanjang hari itu. Berharap menjelang sore hujan tak turun agar bisa menempuh jarak yang jauh. Paling tidak bisa mencapai wilayah Bengkulu sebelum gelap.

Pantai Batu Tihang, 60an km dari rumah

Perjalanan melintasi jalan raya Pesisir Barat merupakan rute perjalanan favoritku dan mungkin juga perjalanan favorit bagi banyak orang yang pernah melintas karena disuguhi pemandangan hijaunya alam dan birunya laut sejauh mata memandang. Apalagi, semakin ke utara, semakin sepi suasana jalannya. Dari rumah, terbentang birunya laut di sebelah kiri jalan.

Dari sini sampai ke Bengkulu, laut ada di sebelah kiri

Menjelang siang, setelah mengayuh menaiki dan menuruni bukit, akhirnya aku tiba di Pugung Tampak. Aku menyempatkan diri untuk beristirahat karena cuaca yang semakin terasa panas. Tentu ada banyak sekali tempat yang bisa dijadikan tempat untuk beristirahat di sana, apalagi karena letak jalannya yang berada di tepi pantai.

Kebun kelapa di Pugung Tampak, Pesisir Barat, Lampung

 

Spot berselancar di ujung utara Pesisir Barat, peselancar asing mengenalnya dengan nama Jenny’s dan Jimmy’s

Setelah dari Pugung, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi teman SMP yang telah menjadi pegawai di sebuah puskesmas di ujung Lampung. Namanya Pita. Tempo hari ia sudah kukabari dan aku akan singgah di tempatnya bekerja/tinggal. Sepertinya Pita senang sekali bisa kukunjungi. Dia memasakkanku tumis cumi yang sudah ia pesan jauh-jauh dari Bintuhan. Enak. Buktinya aku sampai nambah. Oiya, katanya, aku adalah temannya yang ke-4 yang pernah mengunjungi dia di sana. 100 km jauhnya dari Pasar Liwa.

Bersama Pita di tempat bekerjanya di Lemong, Pesisir Barat

Setelah mengobrol banyak hal dengan Pita dari tentang kondisi dan situasi jalan menuju Bintuhan sampai macam-macam jenama sunblock yang cocok buat kulitku, aku pun bersiap-siap melanjutkan perjalanan. Sebelum berangkat aku mengajaknya untuk berfoto bersama supaya ia punya bukti kalau aku adalah satu-satunya orang yang pernah mengunjunginya dengan bersepeda. Hahahaha.

Dari Puskesmas Lemong, aku pun langsung berhadapan dengan tanjakan. Tanjakan itu begitu panjang dan terbuka tanpa bayangan pepohonan karena sepertinya matahari terasa begitu dekat di kepala. Panas nian. Sekilas aku mengingat tanjakan tersebut bak Tanjakan Sedayu di Tanggamus, tetapi jelaslah tanjakan itu lebih panjang dan tinggi. Tak ada lawan. Mungkin jika waktu itu aku melintas agak sorean, aku tak perlu menderita kepanasan. Hahahaha.

Tiba di pucuk tanjakan, akhirnya aku tiba di sebuah pekon terakhir sebelum memasuki hutan. Berhubung keringat masih mengucur deras dan lelah akibat kombinasi tanjakan curam dan cuaca panas, aku pun mengambil jeda waktu untuk beristirahat di sebuah warung yang dari jalan nampak jelas tersedia lemari pendingin besar dengan beraneka minuman berasa. Bagiku, warung-warung seperti ini menjadi suaka untuk mengistirahatkan badan yang lelah dan kepanasan saat bersepeda.

Salah satu warung pisang yang kusinggahi sebelum memasuki hutan

Semakin mendekati hutan, semakin mudah menemukan warung-warung yang menjajakan pisang. Pisang-pisang itu biasanya dibeli bahkan diborong oleh pengendara yang akan melintasi hutan dan nantinya diberikan kepada kawanan kera yang ditemui di jalan. Padahal, memberi makanan kepada satwa liar itu dilarang karena jadi membuat satwa menjadi bergantung kepada si pemberi makan.

Berhasil melintasi hutan kawasan Manula

Memasuki hutan, suasana pun berubah menjadi lebih sejuk karena telah dipayungi pohon-pohon besar di kanan kiri. Melintasi hutan hujan sendirian seperti itu selalu menjadi hal menyenangkan saat bersepeda, ditambah kondisi jalannya yang kian sepi. Hanya aku di sana walaupun sesekali motor atau mobil melintas bahkan dengan knalpotnya yang berisik itu.

Jembatan Manula penghubung Lampung dan Bengkulu

Rasanya tak begitu sulit melintasi hutan dari arah Lampung. Lebih cepat dari perkiraan, akhirnya aku menemukan jalan bertebing batu sebagai penanda bahwa aku telah berada di ujung hutan dan segera tiba di Jembatan Manula yang sudah diceritakan oleh Pita. Nama jembatan diambil dari nama seorang tokoh setempat yang juga dimakamkan di sekitar tempat itu, yaitu Syekh Aminullah.

Jembatan Manula

 

Tebing Pasir di Manula, perbatasan Lampung dan Bengkulu

Jembatan raksasa yang tinggi dan kokoh itu menghubungkan dua tebing yang dilalui oleh sungai besar. Kusempatkan untuk berhenti mengambil foto dan melihat seberapa tinggi jembatan itu dari permukaan sungai dan ternyata tinggi banget. Bisa bikin bungee jumping. Edan.

Ternyata beberapa motor gaduh yang tadi mendahuluiku di tengah jalan hutan adalah rombongan akamsi (anak kampung sini) yang sedang akan memacu kebut motornya bolak-balik di atas jembatan raksasa itu entah buat apa. Setiap mereka melintas kebut di sana, kendaraan-kendaraan lainnya lebih memilih untuk berhenti sebentar. Cari aman.

Memasuki wilayah ujung selatan Provinsi Bengkulu tepatnya Kaur, ada rasa semringah dalam diri karena telah berhasil menempuh hingga sejauh ini menuju tempat baru. Akhirnya aku berkesempatan bersepeda hingga melintasi provinsi. Ya meskipun beberapa waktu lalu juga pernah sih bersepeda lintas provinsi dari Liwa sampai ke Danau Ranau bagian provinsi Sumatra Selatan karena memang dekat, hanya 20 km dari rumah.

Sembari beristirahat di salah satu warung di pemukiman yang kutemui, aku kembali mengecek peta di google untuk memperhitungkan jarak yang akan kutempuh. Sudah 130 km jarak yang kulewati hari itu. Masih ada 70an kilometer lagi untuk sampai ke Kota Manna tetapi hari sudah semakin gelap. Akhirnya, aku tetap memutuskan untuk mengayuh sejauh yang aku bisa meskipun sebenarnya di perjalanan ini aku tidak menggunakan head lamp karena belum punya, tetapi tetap menggunakan strobo untuk di belakang sepeda.

Melintasi jalan utama wilayah Bengkulu bisa dibilang jauh lebih mudah dibanding rute sebelumnya saat berada di Lampung. Jalan yang kutempuh didominasikan oleh jalanan yang datar dengan kondisi jalan yang baik, juga tak banyak tanjakan. Saat bersepeda malam, aku lebih fokus memperhatikan jalan yang kulewati dengan bantuan cahaya senter dari ponselku dan cahaya gedung atau rumah di sepanjang jalan.

Sering sekali aku harus berhadapan dengan kendaraan-kendaraan yang menyalakan lampu tembaknya dari jauh sehingga mau tak mau aku harus melambatkan ritme kayuhanku namun tak jarang juga ada banyak pengendara yang dari belakang membantuku menerangi jalan, apalagi saat melintasi daerah yang sepi atau kebun sawit.

Semakin malam, semakin sepi kendaraan yang melintas. Hanya satu dua truk besar menghampiri. Karena tak ingin memperbesar peluang resiko dan tak tahu apa yang ada di depan sana, aku pun mencari tempat yang bisa dijadikan tempat beristirahat hari itu.

Sambil mengayuh dan memperhatikan rumah-rumah di tepi jalan, akhirnya aku menemukan tempat yang cocok sekali untuk dijadikan tempat beristirahat. Tepat jam 11 malam aku menghentikan kayuhanku di tempat itu. Tempat peristirahatanku malam itu adalah sebuah rumah makan lesehan yang berada di seberang pantai. Belasan kilometer setelah Kota Bintuhan, kabupaten Kaur.

Tersedianya colokan listrik, sumber air bersih dan tertutup dari jalan menjadi tempat yang sangat cocok untuk dijadikan tempat bermalam di tepi jalan saat bersepeda sendirian seperti ini. Tentu sebelumnya aku sudah banyak bertanya kepada orang-orang yang kutemui perihal keamanan di daerah yang akan kulintasi dan semua aman.

Sepedaku parkirkan di belakang pondok tersebut. Saat sedang bersih-bersih dan mengganti pakaian, sang pemilik tempat itu pun tiba. Aku pun menghampir untuk meminta izin bermalam di pondoknya. Ternyata ia sudah melihatku di jalan sebelumnya dan bahkan ia menawariku untuk tidur di dalam rumahnya, tetapi aku menolak karena aku tidak ingin merepotkan apalagi karena aku harus melanjutkan perjalananku saat fajar.

161 km berhasil kutempuh hari itu. 50an km lagi aku akan sampai pada tujuanku di Kota Manna. Setelah dipikir-pikir, jarak tersebut adalah jarak terjauh yang pernah aku tempuh dalam waktu sehari. Pun bersyukur karena tak ada kendala yang terjadi selama di perjalanan. Menakjubkan!

Tiba-tiba muncul pergumulan dalam pikiran menjelang tidur. Segera kubuka google maps untuk melihat jarak menuju Kota Bengkulu dari tempatku saat itu. Saat itu aku merasa bahwa bertandang ke Bengkulu merupakan kesempatan yang sangat jarang kudapatkan, apalagi ke Kota Bengkulu yang sama sekali belum pernah kukunjungi dan bahkan tak pernah terpikirkan untuk berkunjung ke sana. Akhirnya, setelah dipikir-pikir, bukan lagi Manna, Kota Bengkulu menjadi destinasi bersepedaku saat itu.

Lesehan Jogja 313 tempatku bermalam di jalan waktu itu.

Beberapa jam setelahnya, aku terbangun untuk kesekian kalinya karena suara mesin mobil truk yang melintas di depan pondok. Tidur di luar ruangan seperti ini sebenarnya membuatku hanya tidur macam bak ayam, tetapi tentu aku sangat menikmatinya.

Kulihat jam telah menunjukkan pukul setengah empat pagi. Aku memilih untuk bangun dan mengumpulkan nyawa. 200 km menjadi jarak tempuhku hari itu, aku penasaran apa mungkin tubuhku di atas sepeda gunung dengan ban berukuran 26 ini mampu menempuhnya seharian? Sembari menunggu nyawa terkumpul, kulanjutkan menonton serial anime Haikyu musim kedua sambil menikmati kudapan yang kubeli saat melintasi Bintuhan semalam.

Makan besar selama di perjalanan: soto ayam

Setelah semua barang kukemas dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal, aku pun memulai kembali kayuhanku. Lampu ponsel kembali menjadi penerang andalan selama mengayuh fajar itu. Ada saat di mana sepanjang jalan hanyalah pepohonan sawit dan tak ada satu pun kendaraan yang melintas. Di saat-saat seperti itu, berpikiran jorok menjadi hal yang sangat tepat untuk mengalihkan pikiran yang selalu saja terpaut pada ingatan-ingatan atau kejadian-kejadian aneh yng sering terjadi di malam hari.

Setelah beberapa jam melintas, akhirnya Minggu pagi aku tiba di Kota Manna, ibukota kabupaten Bengkulu Selatan. Hal pertama yang kucari di kota itu adalah sarapan. Nasi uduk menjadi pilihan terbaik demi menunjang pasokan energi bersepeda namun tetap irit. Hahahaha, padahal toh nanti di jalan berhenti dan jajan lagi. Mencarinya pun ternyata tidak mudah karena warung makan yang sudah buka di sana kebanyakan hanya menjual lotek dan lontong sayur.

Jajanan lokal di kampung sentra cucur di desa Air Teras, Seluma.

Usai sarapan dan mengecek sepeda, kembali kulanjutkan kayuhan. Kota Bengkulu menjadi targetku hari itu. Aku juga sudah mengirim pesan ke bou dan orang tuaku di rumah soal perubahan rencanaku. Kubilang pada mereka bahwa aku harus ke Bengkulu karena belum pernah. Sekalian dan sekian.

Oasis bersepeda di tengah terik siang bolong

150 km untuk hari kedua. Bentuk jalan menuju Bengkulu didominasi oleh jalanan datar, sehingga puluhan kilometer bisa kulewati cukup mudah walaupun jadi agak jenuh karena kaki harus tetap mengayuh. Tidak seperti saat ada tanjakan, berarti bakal ada turunan. Sesekali aku berhenti untuk beristirahat mendinginkan tubuh. Sayang, tak mudah menemukan minimarket di rute perjalananku tersebut. Padahal, tempat semacam itu sangat diperlukan bagi pesepeda di saat siang terik, terutama mesin pendingin udaranya.

***

Arya dan Dio yang unjuk kebolehan memperbaiki rantai di depanku

 

***

Sore itu aku sudah tiba di Tais, kota terakhir sebelum memasuki Kota Bengkulu. Bukan kota yang besar tetapi sepertinya menjadi pusat pemerintahan kabupaten. Saat melintas, di kota ini terdapat bendungan yang nampak dari jalan raya. Aku pun menuju ke sana untuk beristirahat. Di waktu yang sama juga, Yustin, seorang kawan yang pernah berkuliah di Bengkulu menghubungiku mungkin setelah melihat update-ku di Instagram. Ia menanyai perihal tujuan bersepeda waktu itu. Setelah itu, ia pun memberitahu bahwa ia memiliki seorang teman yang bisa kudatangi untuk bermalam selama di Bengkulu.

Bendungan Seluma, Tais, Bengkulu.

Ada rasa aman ketika sudah mengetahui akan bermalam di mana jika sudah
tiba di Kota Bengkulu. Puas menikmati suasana Bendungan
Seluma yang ramai akan muda-mudinya, aku kembali ke jalan. Hari sudah menjelang malam, masih ada 50 km lagi
jarak yang harus kutempuh.

Anak-anak bermandi ria di Bendungan Seluma, Tais, Bengkulu.

 

“Abang turis, fotoin aku juga.”

Semakin gelap, ponsel kembali kupasang di sekat tas depan sebagai pencahayaan. Hanya ini satu-satunya masalah yang luput dari perhitunganku saat itu. Tak pernah terpikirkan aku akan bersepeda di malam hari di tempat sesepi di sana. Tetapi keberuntungan tiba buatku, rombongan truk besar dari arah lampung melintas dengan kecepatan yang terlalu kebut dan stabil. Mungkin karena sudah dekat dengan kota, jalanan sudah semakin ramai.

Akhirnya, aku pun mengikuti konvoy tersebut dari belakang. Sebuah trik yang aku pelajari dari seorang teman di Bandar Lampung jika ingin bersepeda dengan kecepatan yang stabil tanpa harus lelah melawan angin. Windbreaker! 40 km berlalu begitu saja tanpa rasa lelah karena menyesuaikan kecepatan rombongan truk.

Kususuri jalan utama Kota Bengkulu malam itu dari selatan hingga ke utara. Benteng Marlborough menjadi titik terakhir perjalanan bersepedaku. Dari rumah sampai ke Kota Bengkulu. 39 jam menempuh 374 km dengan sepeda gunung kesayangan. Mungkin aku akan menulisnya di artikel yang selanjutnya karena di sini sudah terlalu panjang dan sepertinya aku masih harus membaca dan meninjau tulisan ini berulang kali.

Joy, aku, dan Keken. Foto bersama sebelum kembali ke Lampung.

Selama di Bengkulu, aku tinggal bersama Keken dan Joey, teman Si Yustin yang sempat kuhubungi di perjalanan menuju Bengkulu. Dua Batak bermarga Malau ini sedang sibuk-sibuknya mencari pekerjaan. Selagi mereka sibuk dengan urusan mereka, aku mengisi hariku di rumah mereka untuk beristirahat dan bersepeda keliling kota di saat sore.

Benteng Marlborough yang sempat kukunjungi di keesokan harinya.

Di sana juga aku sempat bertemu dengan orang-orang yang sudah kukenal saat mereka masih tinggal di Lampung, seperti Bang Oksanov yang datang jauh-jauh dari Curup untuk menemuiku. Sayang, kami lupa untuk berfoto bersama saat itu. Juga Raman beserta keluarganya. Aku juga bertemu dengan Raman yang dulu pernah tinggal di Lampung dan kini tinggal bersama keluarganya di Bengkulu.

Raman Siregar bersama adik dan mamanya yang sempat kutemui sewaktu di Bengkulu

Kurasa perjalanan menuju Bengkulu ini menjadi lembaran baru untuk bersepeda atau melangkah lebih jauh lagi. Entah kapan. Namun yang pasti perjalanan ini akan menjadi satu hal yang akan kurindukan suatu saat. Sengaja kutulis semua proses yang kualami selama di perjalanan meskipun mungkin tak serinci yang seharusnya. Perjalanan tunggal dari rumah sampai ke Bengkulu menjadi momen bagiku untuk berproses, melangkah lebih jauh lagi atau mencoba hal-hal baru dan menjadi pribadi yang lebih baik dan bijaksana.

Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
TweetShareSendShare
Explore

Explore

Related Posts

5 Tips Long Trip Saat Libur Panjang agar Perjalanan Nyaman, Aman, dan Bebas Drama
Edukasi

5 Tips Long Trip Saat Libur Panjang agar Perjalanan Nyaman, Aman, dan Bebas Drama

12 April 2026
Viral Tren Meditasi di Dalam Peti Mati di Jepang, Cara Unik Refleksi Hidup dan Atasi Stres
Entertainment

Viral Tren Meditasi di Dalam Peti Mati di Jepang, Cara Unik Refleksi Hidup dan Atasi Stres

13 Maret 2026
Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20 Januari 2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17 Januari 2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16 Januari 2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15 Januari 2026
Next Post

[Lirik + Terjemahan] Jung Eun Hye & Moon Jung Wook - When We Meet Again (우리 다시 만나면) D+DAY OST

[Lirik + Terjemahan] PL - Think About You (네가 생각나) Replay: The Moment When It Starts Again OST

Iklan

Recommended Stories

Menuju Penghambaan Hanya Kepada Allah

Menuju Penghambaan Hanya Kepada Allah

16 November 2015

Altimet feat Yuka Kharisma – Off Day Chord

7 September 2020
Keuntungan Memiliki Kemampuan Baca Cepat

Keuntungan Memiliki Kemampuan Baca Cepat

9 Mei 2016

Popular Stories

  • Heboh! Video Ibu Tiri dan Anaknya Viral Main di Dapur Pondok Kebun Sawit

    Heboh! Video Ibu Tiri dan Anaknya Viral Main di Dapur Pondok Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru! Video Cewek Jilbab Cantik Asal Jawa di Kamar Hotel Hebohkan Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Video Mesum Sejoli di Batang Jateng, Kini Diburu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh! Video Bandar Membara Viral Jadi Buruan Warganet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral! Tante Prank Ojol di Kolam Renang Ini Berujung Tak Terduga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia. Lanjut baca »



Topoin.com - Iklans.com - Pugur.com - Tradingan.com - Piool.com - Terviral.id - Keimanan.com - Dului.com - Jokbangka.com - Biodataviral.com - Topbisnisonline.com

Tools & Data

Heatmap Saham | Heatmap Forex | Heatmap ETF | Heatmap Koin Kripto | Bunga Bank Sentral | Harga IHSG | Saham Aktif | Saham Untung | Saham Rugi | Harga Emas | Harga Minyak | Swift Kode Bank | Semua Data | Heatmap | Kurs Silang Forex | Grafik Real-Time | Kalender Ekonomi | Forex Quotes | Rasio Forex | Waktu Forex | Top Berita Utama | Ikhtisar Pasar | Pasar Kripto | Konversi Mata Uang | Kalkulator Fibonacci | Kalkulator Pivot | Kalkulator Profit | Kalkulator Pip Forex | Kalkulator Margin Forex | Kalkulator Kurs | Kalkulator MM | Bunga Majemuk | Simulasi KPR | Donasi | Beli Crypto | Tukar Crypto | Mining Crypto | Top Broker | Market | Bonus | Penawaran

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Cerita
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Foto
  • Gosip
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Musik
  • Nasional
  • Otomotif
  • Perang Dunia
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu
  • Video

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Iklan Gratis
  • Join Komunitas
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscribe
  • Kategori
    • Berita
    • Explore
      • Food & Travel
      • Kuliner
      • Sejarah
      • Review
    • Bisnis
    • Edukasi
    • Hiburan
      • Cerita
      • Foto
      • Gosip
      • Musik
      • Video
    • Otomotif
    • Religi
    • Sports
    • Teknologi & Sains
  • Terbaru
  • Join Komunitas
  • Pasang Iklan Gratis
  • Trading & Investasi
  • Seputar Bisnis
  • Biodata Viral
  • Networks
    • Berita Viral
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Seputar Bangka
    • Seputar Kripto
    • Tempo Doeloe
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?