• Latest
  • Trending
Peranan Perguruan Tinggi Untuk Demokrasi

Peranan Perguruan Tinggi Untuk Demokrasi

25 Oktober 2020
7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Hidup Lebih Produktif dan Teratur Setiap Hari

7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Hidup Lebih Produktif dan Teratur Setiap Hari

17 Agustus 2026
9 Manfaat Lada Putih untuk Kesehatan, Baik untuk Pencernaan hingga Berpotensi Menjaga Jantung

9 Manfaat Lada Putih untuk Kesehatan, Baik untuk Pencernaan hingga Berpotensi Menjaga Jantung

17 Agustus 2026
Mengenal Kombucha, Minuman Fermentasi yang Lagi Tren: Benarkah Baik untuk Kesehatan?

Mengenal Kombucha, Minuman Fermentasi yang Lagi Tren: Benarkah Baik untuk Kesehatan?

16 Agustus 2026
7 Buah Kaya Air dan Vitamin untuk Melawan Cuaca Panas, Bantu Tubuh Tetap Bugar Seharian

7 Buah Kaya Air dan Vitamin untuk Melawan Cuaca Panas, Bantu Tubuh Tetap Bugar Seharian

16 Agustus 2026
Dokter Ungkap Fakta Torpedo Kambing, Bukan Peningkat Vitalitas Pria Seperti yang Banyak Dipercaya

Dokter Ungkap Fakta Torpedo Kambing, Bukan Peningkat Vitalitas Pria Seperti yang Banyak Dipercaya

15 Agustus 2026
Gejala Sindrom Nefrotik pada Anak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Tanda dan Cara Penanganannya

Gejala Sindrom Nefrotik pada Anak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Tanda dan Cara Penanganannya

15 Agustus 2026
Ruben Onsu Klaim Punya ‘Kartu AS’ untuk Lawan Sarwendah di Persidangan

Ruben Onsu Klaim Punya ‘Kartu AS’ untuk Lawan Sarwendah di Persidangan

15 Agustus 2026
Putri Anne Keluar dari Islam, Dea Annisa Berhijab setelah Menikah

Putri Anne Keluar dari Islam, Dea Annisa Berhijab setelah Menikah

15 Agustus 2026
Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

14 Agustus 2026
Menyusui Tak Hanya Tugas Ibu, Peran Ayah Ternyata Penting untuk Kelancaran ASI

Menyusui Tak Hanya Tugas Ibu, Peran Ayah Ternyata Penting untuk Kelancaran ASI

14 Agustus 2026
Doktif Bantah Laporkan Richard Lee karena Persaingan Bisnis: Saya Tak Jual Barang yang Sama!

Doktif Bantah Laporkan Richard Lee karena Persaingan Bisnis: Saya Tak Jual Barang yang Sama!

14 Agustus 2026
Dinyatakan Tak Bersalah, Kim Soo Hyun Langsung Kebanjiran Job

Dinyatakan Tak Bersalah, Kim Soo Hyun Langsung Kebanjiran Job

14 Agustus 2026
Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
    • Filter
      • Terbaru
      • Viral
      • Hot
      • Galeri
      • Populer
      • Terviral
      • Terbaik
      • Trending
  • Hiburan
    • Cerita
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

    Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

    Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter, Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem

    Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter, Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem

    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerpen
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    John Herdman Segera Coret Pemain Timnas Indonesia Usai TC Tahap Pertama, Berapa Nama yang Tersisa untuk Piala AFF 2026?

    John Herdman Segera Coret Pemain Timnas Indonesia Usai TC Tahap Pertama, Berapa Nama yang Tersisa untuk Piala AFF 2026?

    Update Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru 8 Juli: Lionel Messi Pimpin, Harry Kane Tempel Ketat Mbappe dan Haaland

    Update Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru 8 Juli: Lionel Messi Pimpin, Harry Kane Tempel Ketat Mbappe dan Haaland

    4 Pemain Top Resmi Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Tutup Karier Internasional dengan Haru

    4 Pemain Top Resmi Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Tutup Karier Internasional dengan Haru

    Daftar Lengkap 16 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Jadwal Big Match dan Hasil Terbaru

    Daftar Lengkap 16 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Jadwal Big Match dan Hasil Terbaru

    6 Wasit Perempuan di Piala Dunia 2026 Ukir Sejarah, FIFA Percayakan Peran Penting di Turnamen Terbesar Dunia

    6 Wasit Perempuan di Piala Dunia 2026 Ukir Sejarah, FIFA Percayakan Peran Penting di Turnamen Terbesar Dunia

    Ole Romeny Diincar Fortuna Sittard, John Herdman Diyakini Semakin Optimistis dengan Masa Depan Timnas Indonesia

    Ole Romeny Diincar Fortuna Sittard, John Herdman Diyakini Semakin Optimistis dengan Masa Depan Timnas Indonesia

    Thomas Tuchel Bersyukur Jerman dan Belanda Tersingkir, Inggris Makin Percaya Diri Hadapi Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

    Thomas Tuchel Bersyukur Jerman dan Belanda Tersingkir, Inggris Makin Percaya Diri Hadapi Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

    Kabar Buruk untuk Garuda Muda!

    Kabar Buruk untuk Garuda Muda!

  • More
    • Tekno
    • Religi
    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
IKLAN GRATIS
  • Home
    • Join Komunitas
    • Pasang Iklan Gratis
    • Filter
      • Terbaru
      • Viral
      • Hot
      • Galeri
      • Populer
      • Terviral
      • Terbaik
      • Trending
  • Hiburan
    • Cerita
    • Musik
      • Chord Lirik
      • Terjemahan lirik
    • Foto
    • Gosip
    • Video
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Dunia
    • Kriminal
    • Nasional
    • Perang Dunia
    Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

    Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

    Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter, Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem

    Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter, Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem

    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    Trending Tags

    • Perang Dunia
    • Viral
    • Musik
    • Gosip
    • Ramadhan
    • Jelajah
  • Bisnis
    • Seputar Bisnis
    • Investasi & Trading
    • Top Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Ulasan Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Biodata Viral
    • Cerpen
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Review
    • Sejarah
    • Wisata
  • Sports
    • All
    • Bulutangkis
    • Sepakbola
    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Vietnam, John Herdman Sebut Ini Ujian Sesungguhnya Garuda di Piala AFF 2026

    John Herdman Segera Coret Pemain Timnas Indonesia Usai TC Tahap Pertama, Berapa Nama yang Tersisa untuk Piala AFF 2026?

    John Herdman Segera Coret Pemain Timnas Indonesia Usai TC Tahap Pertama, Berapa Nama yang Tersisa untuk Piala AFF 2026?

    Update Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru 8 Juli: Lionel Messi Pimpin, Harry Kane Tempel Ketat Mbappe dan Haaland

    Update Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru 8 Juli: Lionel Messi Pimpin, Harry Kane Tempel Ketat Mbappe dan Haaland

    4 Pemain Top Resmi Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Tutup Karier Internasional dengan Haru

    4 Pemain Top Resmi Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Tutup Karier Internasional dengan Haru

    Daftar Lengkap 16 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Jadwal Big Match dan Hasil Terbaru

    Daftar Lengkap 16 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Jadwal Big Match dan Hasil Terbaru

    6 Wasit Perempuan di Piala Dunia 2026 Ukir Sejarah, FIFA Percayakan Peran Penting di Turnamen Terbesar Dunia

    6 Wasit Perempuan di Piala Dunia 2026 Ukir Sejarah, FIFA Percayakan Peran Penting di Turnamen Terbesar Dunia

    Ole Romeny Diincar Fortuna Sittard, John Herdman Diyakini Semakin Optimistis dengan Masa Depan Timnas Indonesia

    Ole Romeny Diincar Fortuna Sittard, John Herdman Diyakini Semakin Optimistis dengan Masa Depan Timnas Indonesia

    Thomas Tuchel Bersyukur Jerman dan Belanda Tersingkir, Inggris Makin Percaya Diri Hadapi Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

    Thomas Tuchel Bersyukur Jerman dan Belanda Tersingkir, Inggris Makin Percaya Diri Hadapi Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

    Kabar Buruk untuk Garuda Muda!

    Kabar Buruk untuk Garuda Muda!

  • More
    • Tekno
    • Religi
    • Bangka Belitung
    • Otomotif
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Kesehatan & Kecantikan
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Tempo Dulu
    • Lainnya
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Edukasi

Peranan Perguruan Tinggi Untuk Demokrasi

Edukasi Indonesia by Edukasi Indonesia
25 Oktober 2020
Reading Time: 10 mins read
Donasi
0
Share on TwitterFacebookWhatsappTelegram
Oleh Yoyo Hambali, Dosen Syariah Unisma Bekasi
 

RELATED POSTS

7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Hidup Lebih Produktif dan Teratur Setiap Hari

Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

Viral MUA Asal Probolinggo Kena Tipu Modus QRIS Saat Dapat Job Pertama, Saldo Rp1 Juta Raib

Topik mengenai demokrasi tetap menarik untuk dibicarakan. Walaupun secara historis akarnya bisa dilacak ke masa Yunani sekitar abad ke-4/3 SM, tak dapat dipungkiri bahwa demokrasi merupakan produk dunia Barat modern yang telah mengundang perdebatan khususnya di dunia Islam.
Perdebatan  tentang apakah demokrasi sesuai (compatible) dengan Islam atau tidak nampaknya pelan-pelan nyaris tak terdengar lagi. Hal itu karena demokrasi telah diterima oleh mayoritas dunia Islam bahkan sebagian besar negara dengan mayoritas Muslim telah mempraktekan demokrasi terlepas di sana sini masih terdapat kelemahan.
Dengan demikian, demokrasi telah diterima sebagai suatu keniscayaan. Memang tidak sedikit para penulis Barat yang mengkaji tentang dunia Islam yang meragukan kesuksesan demokrasi di negara-negara Islam, bahkan di antara mereka ada yang berpandangan sangat pesimistis, misalnya sinyalemen yang mereka lontarkan bahwa demokrasi apabila dipraktekkan di dunia Islam akan mengalami kegagalan.
Pandangan seperti itu nampaknya sepintas beralasan apabila melihat dari sisi munculnya beberapa negara Islam yang masih bersifat diktator dan dikendalikan oleh kaum ulama ditambah dengan menguatnya fundamentalisme dan radikalisme keagamaan yang mereka anggap sebagai ancaman terhadap sistem demokrasi. 
Namun pandangan para penulis Barat seperti itu tidak terlepas dari bias orientalisme yang menempatkan dunia Islam sebagai objek yang harus dideskreditkan. Dunia Islam telah mempraktekan demokrasi setidak-tidaknya sebagai suatu proses menuju demokrasi (demokratisasi) sesuai dengan kriteria negara demokrasi sebagaimana dinyatakan oleh Samuel P. Huntington dalam The Third Wave: Democratization (Gelombang Demokratisasi Ketiga) (Samuel P. Huntington, 1991).
Dalam bukunya itu Huntington menjelaskan ciri-ciri suatu negara demokrasi sebagai berikut: Suatu negara  dikategorikan sebagai negara demokrasi sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilu yang adil, jujur dan berkala, dan di dalam sistem itu para calon secara bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara.
Demokrasi juga mengimplikasikan adanya kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan untuk berbicara, menerbitkan, berkumpul dan berorganisasi.
Demokrasi juga memberikan tempat kepada oposisi; dijaminnya kebebasan pers dan menghindari penyensoran dan pembreidelan; kontrol yang efektif oleh warganegara terhadap kebijakan pemerintah, pemerintah yang bertanggung jawab, kejujuran dan keterbukaan dalam percaturan politik, musyawarah yang rasional dan didukung oleh informasi yang cukup, partisipasi dan kekuasaan yang setara, dan berbagai kebajikan warganegara lainnya (Huntington:1991).
Indikator-indikator dari Huntington itu dapat ditambahkan lagi sejauh sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yaitu: kebebasan, persamaan, musyawarah, keadilan dan kesejahteraan.
Dimasukannya dua prinsip terakhir (keadilan dan kesejahteraan) menunjukkan bahwa suatu negara demokrasi tidak saja harus menjamin demokrasi politik bagi warganya tetapi juga demokrasi ekonomi.
 
Pentingnya indikator ekonomi dan kesejahteraan itu dikarenakan boleh jadi suatu negara berhasil memberikan kebebasan politik bagi warganya namun secara ekonomi kesejahteraannya masih rendah.
Dengan memperhatikan kriteria-kriteria di atas, muncul pertanyaan yang lebih menukik kepada konteks negara dan bangsa kita: Indonesia. Apakah Indonesia merupakan suatu negara demokrasi?
Jawabannya dapat mengacu kepada indikator-indikator yang dikemukakan di atas dan variabel-variabel yang dapat memperkuat apakah suatu negara termasuk Indonesia merupakan negara demokrasi atau bukan. 
Variabel-variabel tersebut sebagaimana dikemukakan Huntington lagi adalah tingkat kemakmuran ekonomi secara menyeluruh yang tinggi; distribusi pendapatan dan atau kekayaan yang relatif merata; ekonomi pasar; tiadanya feodalisme; borjuasi yang kuat; kelas menengah yang kuat; tingkat melek huruf dan pendidikan yang tinggi; adanya pluralism sosial; tingkat kekerasan yang rendah; pemimpin-pemimpin politik mendukung demokrasi sepenuh hati; tradisi toleransi dan kompromi; tradisi menghormati hukum  dan hak-hak individu; jaminan terhadap keberagaman etnis, ras dan agama; adanya konsensus dalam masalah politik dan social (Huntington,1991).
Dengan indikator dan variabel-variabel itulah Huntington memasukan Indonesia sebagai negara yang selama 15 tahun sejak tahun 1974 (masa Orde Baru), disejajarkan dengan Cina, Vietnam dan Birma sebagai negeri yang tidak melakukan demokratisasi.
Sayangnya, Huntington mengkaji perkembangan demokrasi di dunia modern itu hanya sampai tahun 1990. Padahal pasca 1990-an (1998) setelah tumbangnya rezim Orba, Indonesia mengalami suatu era baru yakni era reformasi di mana terjadi berbagai perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam bidang politik.
Barangkali patut kiranya dikaji perkembangan demokrasi pasca 1990-an dengan menambah satu gelombang lagi selain tiga gelombang yang dikemukakan Huntiongton, misalnya gelombang ke-empat demokratisasi dan memasukan Indonesia pada gelombang ke-empat itu.
Secara historis Indonesia memang telah menerapkan beberapa sistem demokrasi: demokrasi parlementer bahkan sukses menyelenggarakan pemilu tahun 1955 dengan sistem multipartai; demokrasi terpimpin yang diawali dengan Dekrit Presiden, kembali ke UUD ‘45 pada tanggal 15 Juli 1959. Dekrit itu disusul dengan pidato kenegaraan 17 Agustus 1959, berjudul “Menemukan Kembali Revolusi Kita (Rediscovery of Our Revolution) yang disampaikan oleh pemimpin besar revolusi Bung Karno.  Namun demokrasi terpimpin telah menjadikan Indonesia terjerumus ke lembah kediktatoran. 
Masa Orde Baru, Indonesia menerapkan demokrasi Pancasila, walaupun pada kenyataannya masih jauh panggang dari api. Demokrasi Pancasila ternyata hanya menjadi alat kekuasaan yang menyebabkan Indonesia mengalami krisis multidimensional, terutama krisis moral dengan merajalelanya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Orde Baru berhasil membangun bangsa dalam aspek jasmaninya tetapi terbengkalai dalam aspek rohani dan moralnya. Padahal keberhasilan dan kekuatan suatu bangsa tidak saja terletak pada jasmaninya tetapi juga pada rohani dan moralnya. Dengan demikian, negara yang kuat adalah Negara yang sejahtera jasmani, rohani dan moralnya atau aspek raga dan jiwanya.
John Gardner, seorang cendekiawan Amerika yang pernah menjadi Menteri Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan dalam pemerintahan John F. Kennedy, mengatakan, “no nation can achieve greatness unless it believes in something, and unless that something has moral dimensions to sustain a great civilization” (tidak ada bangsa yang mampu mencapai kebesaran kecuali jika bangsa itu memiliki kepercayaan (agama) dan moral untuk menopang peradaban yang besar).
Krisis yang menimpa Indonesia pada akhir rezim Orba itu, dikatakan Nurcholish Madjid, mirip dengan kehancuran Kekaisaran Romawi sebagaimana ditulis oleh sejarawan Edward Gibbon dalam karya klasiknya The History of the Decline and Fall of the Roman Empire (Nurcholish Madjid, Indonesia Kita, Paramadina: 2004).
Berkat gerakan mahasiswa (dunia kampus) dan berbagai komponen bangsa lainnya, maka lengserlah Soeharto dan Indonesia memasuki era baru yaitu era Reformasi. Euforia reformasi bergaung di mana-mana yang ditandai dengan kebebasan dan keterbukaan. 
Keran demokrasi khususnya demokrasi politik yang dikekang pada masa Orba menjadi demikian terbuka. Indonesia memasuki era demokratisasi: era kebebasan dan keterbukaan. Walaupun secara ekonomi nampaknya belum memenuhi standar negara demokrasi karena tingkat kemakmuran dan pemerataan yang masih sangat rendah.
 
Apa yang Bisa Dilakukan Perguruan Tinggi (PT) ?
Dalam membangun demokrasi, peranan PT tidak bisa dipungkiri. Peranan yang bisa dimainkan adalah memberikan pendidikan politik kepada rakyat. 
Perguruan Tinggi merupakan institusi yang di dalamnya berkumpul kaum intelektual, para agen perubahan masyarakat. Kaum intelektual memiliki tugas untuk terjun ke tengah-tengah masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijamin oleh undang-undang.  
Undang-undang menyatakan bahwa salah satu fungsi pendidikan nasional adalah untuk mewujudkan warganegara yang demokratis serta bertanggug jawab (UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Bab II, Pasal 3). 
Karena itu, pendidikan hendaknya diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa (ibid, Bab III, Pasal 4).
Sebagai suatu institusi yang bertujuan untuk membentuk warganegara yang demokratis maka hendaknya perguruan tinggi dapat berada di garis terdepan yang menjunjung tinggi demokrasi. 
Salah satu wujud dari demokrasi di kampus adalah dijaminnya kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik sebagaimana ditegaskan pada pasal 24 ayat 1 UU Sisdiknas: “Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, pada perguruan tinggi berlaku kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuwan”.
Dalam menjalankan perannya di masyarakat, perguruan tinggi dapat melakukan bebagai program dan aktivitas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat baik pemberdayaan politik maupun ekonomi. Paling tidak kampus dapat memberikan gagasan-gagasan cerdas bagi perubahan masyarakat. 
Dunia kampus dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai pentingnya mewujudkan prinsip-prinsip dan indikator-indikator demokrasi sebagaimana dikemukakan di atas. Misalnya, kampus dapat menyampaikan akan pentingnya penghargaan kepada keanekaragaman sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, penghormatan kepada hukum dan hak-hak individu dan masyarakat, pemberantasan buta huruf dan peningkatan mutu pendidikan rakyat. 
Dunia kampus juga dapat melakukan kritik dan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat (maslahat al-ammah). 
Dalam melakukan perannya itu, dunia kampus hendaknya dapat menghindari politik-politik kotor, bersikap netral dan semata-mata merupakan gerakkan moral (moral force). Berusaha sekuat mungkin untuk tidak ditunggangi oleh kepentingan manapun yang dapat merusak “misi suci” dunia kampus sebagai komunitas intelektual yang tercerahkan. 
Bila tidak menjaga misi sucinya itu sangat mungkin kaum intelektual akan terjerumus untuk  melakukan apa yang dikatakan oleh Jullien Benda sebagai pengkhianatan intelektual.
Perlu ditekankan, sebelum “orang kampus” terjun ke masyarakat, maka terlebih dahulu dunia kampus harus mencerminkan suatu lembaga yang benar-benar demokratis. Dengan memakai istilah dari John Dewey, filosuf modern asal Amerika, dunia kampus hendaknya melakukan “democracy of education (demokrasi pendidikan). 
Hal itu mesti dilakukan merujuk ungkapan Al-Qur’an, hendaknya dunia kampus menjadi “uswatun hasanah” (teladan yang baik) bagi masyarakat pada umumnya. 
Dalam konteks ini, kita diingatkan oleh tulisan Paulo Freire dalam bukunya The Politic of Education: Culture, Power and Liberation (Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan, dan Pembebasan) hendaknya lembaga pendidikan dapat menjadi sarana untuk membebaskan manusia dari penindasan dan dapat menumbuhkan kesadaran yang menjauhkan seseorang dari rasa takut. 
Karenanya, sejalan dengan prinsip demokrasi, hendaknya di kampus ditumbuhkan kebebasan.  Kebebasan itu ada dua macam, yaitu “kebebasan untuk” (freedom to) dan “kebebasan dari” (freedom from). “Bebas untuk” dalam artian bahwa dunia kampus harus menjamin kebebasan warganya untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran tanpa diskriminasi apapun;  bebas untuk berekpresi, bebas untuk mengeluarkan pendapat, berkumpul dan berorganisasi; bebas untuk mempelajari dan mengajarkan apapun yang berguna bagi peningkatan kecerdasan, kecakapan, dan perbaikan budi pekerti; bebas untuk beragama dan menganut kepercayaan yang dianutnya; bebas untuk memilih dan dipilih; bebas untuk memperoleh kesejahteraan lahir dan batin; dan kebebasan yang bernilai kebajikan lainnya sesuai dengan koridor hak asasi manusia dan undang-undang yang berlaku. 
Adapun “bebas dari” (freedom from) antara lain bebas dari kebodohan dan keterbelakangan; bebas dari rasa takut, penindasan dan eksploitasi manusia atas manusia (exploitation del’home parl’home), bebas dari pembungkaman pendapat dan pemaksaan; dan lain sebagainya yang bertentangan dengan hak asasi manusia dan undang-undang yang berlaku.  
Oleh karena itu, sebelum dunia kampus terjun ke masyarakat untuk berpartisipasi membangun demokrasi, maka dunia kampus hendaknya terlebih dahulu melakukan demokratisasi. Perguruan tinggi bahkan dapat menjadi miniatur terwujudnya demokrasi. Dari sinilah pendidikan demokrasi dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas, masyarakat, bangsa dan negara. Wallahu a’lam.
*Gambar diambil dari internet untuk sekedar ilustrasi.

Terkait

Tags: BacaBelajarCari IlmuEdukasiIlmuIlmu PengetahuanPendidikanPengetahuanTips
TweetShareSendShare
Edukasi Indonesia

Edukasi Indonesia

Related Posts

7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Hidup Lebih Produktif dan Teratur Setiap Hari
Edukasi

7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Hidup Lebih Produktif dan Teratur Setiap Hari

17 Agustus 2026
Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak
Berita

Ciri-Ciri Love Scamming Yang Banyak Sasar Usia 45-60 Tahun, Psikolog Ungkap Alasan Korban Mudah Terjebak

14 Agustus 2026
Viral MUA Asal Probolinggo Kena Tipu Modus QRIS Saat Dapat Job Pertama, Saldo Rp1 Juta Raib
Berita

Viral MUA Asal Probolinggo Kena Tipu Modus QRIS Saat Dapat Job Pertama, Saldo Rp1 Juta Raib

20 Juli 2026
Sering Bangun Tidur Badan Terasa Remuk? Ini 4 Penyebab Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai Menurut Ahli Kesehatan
Edukasi

Sering Bangun Tidur Badan Terasa Remuk? Ini 4 Penyebab Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai Menurut Ahli Kesehatan

11 Juli 2026
5 Makanan yang Bikin Pria Tahan Lama dan Meningkatkan Stamina Secara Alami, Wajib Dicoba!
Edukasi

5 Makanan yang Bikin Pria Tahan Lama dan Meningkatkan Stamina Secara Alami, Wajib Dicoba!

5 Juli 2026
Mitos atau Fakta? Apakah Ukuran Penis Berpengaruh terhadap Kepuasan Perempuan? Ini Penjelasan Ilmiah yang Perlu Diketahui
Berita

Mitos atau Fakta? Apakah Ukuran Penis Berpengaruh terhadap Kepuasan Perempuan? Ini Penjelasan Ilmiah yang Perlu Diketahui

3 Juli 2026
Next Post

LANY - Sharing You

H.E.R - Damage

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Recommended Stories

Mushroom Oats Porridge, Menu Sarapan Sehat Bergizi untuk Mengawali Hari.

17 Januari 2021

Kode Pos Kecamatan Sleman, Kab Sleman

28 Oktober 2016

Menata aset saat pasar saham muram

25 Mei 2012

Popular Stories

  • Heboh! Video Ibu Tiri dan Anaknya Viral Main di Dapur Pondok Kebun Sawit

    Heboh! Video Ibu Tiri dan Anaknya Viral Main di Dapur Pondok Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral! Tante Prank Ojol di Kolam Renang Ini Berujung Tak Terduga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral! Video Ibu Guru Bahasa Inggris dan Muridnya Bikin Heboh Jagat Maya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Video Tak Senonoh Sejoli di Batang Jateng, Kini Diburu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baru! Video Cewek Jilbab Cantik Asal Jawa di Kamar Hotel Hebohkan Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia. Lanjut baca »



Topoin.com - Iklans.com - Pugur.com - Tradingan.com - Piool.com - Terviral.id - Keimanan.com - Dului.com - Jokbangka.com - Biodataviral.com - Topbisnisonline.com

Tools & Data

Heatmap Saham | Heatmap Forex | Heatmap ETF | Heatmap Koin Kripto | Bunga Bank Sentral | Harga IHSG | Saham Aktif | Saham Untung | Saham Rugi | Harga Emas | Harga Minyak | Swift Kode Bank | Semua Data | Heatmap | Kurs Silang Forex | Grafik Real-Time | Kalender Ekonomi | Forex Quotes | Rasio Forex | Waktu Forex | Top Berita Utama | Ikhtisar Pasar | Pasar Kripto | Konversi Mata Uang | Kalkulator Fibonacci | Kalkulator Pivot | Kalkulator Profit | Kalkulator Pip Forex | Kalkulator Margin Forex | Kalkulator Kurs | Kalkulator MM | Bunga Majemuk | Simulasi KPR | Donasi | Beli Crypto | Tukar Crypto | Mining Crypto | Top Broker | Market | Bonus | Penawaran

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Cerita
  • Chord Lirik
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Foto
  • Gosip
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Musik
  • Nasional
  • Otomotif
  • Perang Dunia
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains
  • Terjemahan Lagu
  • Video

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Iklan Gratis
  • Join Komunitas
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscribe
  • Kategori
    • Berita
    • Explore
      • Food & Travel
      • Kuliner
      • Sejarah
      • Review
    • Bisnis
    • Edukasi
    • Hiburan
      • Cerita
      • Foto
      • Gosip
      • Musik
      • Video
    • Otomotif
    • Religi
    • Sports
    • Teknologi & Sains
  • Terbaru
  • Join Komunitas
  • Pasang Iklan Gratis
  • Trading & Investasi
  • Seputar Bisnis
  • Biodata Viral
  • Networks
    • Berita Viral
    • Chord Lirik
    • Keimanan
    • Seputar Bangka
    • Seputar Kripto
    • Tempo Doeloe
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?