
- Cerita teman : saat jualan keliling, ada pelanggan mau lihat barang yang dibawa. Setelah lama melihat-lihat ternyata tidak jadi beli, kemudian penjual marah-marah dan memaki-maki calon pelanggan sampai nangis, akhirnya barang dibeli dengan terpaksa.
- Cerita teman : sore hari dagangan belum laku, pura-pura silaturahmi dan akhirnya mencuri, alhasil harus masuk bui hanya karena uang yang tak jadi masuk ke dalam dompet sama sekali, siapa yang konyol dan rugi?!
Kala malam hari menghitung keuntungan dagang, semua keuntungan diapakai untuk kebutuhan sehari-hari dan tak ingat dengan tabungan apalagi hutang yang wajib dibayar. Boro-boro mau sodakoh, tetangga ada yang kekurangan saja malah menutup mata dan telinga.
- Bisa ibadah dengan mudah tanpa ada waktu kerja yang memaksa dan aturan yang menyudutkan waktu.
- Bisa berbagi dengan sesama baik dengan hasil keuntungan maupun lapangan pekerjaan
- Bisa mendapatkan banyak rekan bisnis, menjalin silaturahmi dengan sesama, mendapatka banyak pelajaran berharga.
- Mengimplementasikan apa yang Rasulullah SAW lakukan, beliau berdagang dan berjihad atas nama Allah SWT.
- Memajukan negara, karena dari sebagian banyak negara maju, di dalamnya banyak pengusaha sukses yang mampu memberikan keuntungan untuk negara.
- Menggunakan aset dari Tuhan yang kita miliki dengan usaha, yang pintar menggambar bisa bisnis sablon, yang pandai bicara bisa jadi trainer, yang kuat fisiknya bisa buka bisnis olahraga, yang pandai matematika bisa dagang, dan lain sebagainya.
Artikel ini adalah sebuah peringatan yang saya tulis untuk diri saya pribadi, kalau anda merasa bahwa artikel ini bermanfaat, silakan laksanakan apa yang sekiranya bermanfaat untuk anda. Mari sama-sama kita berusaha dengan baik di dunia ini, apa yang lebih indah dari sukses dunia dan akhirat?!









