
kalimat motivasi semacam ini, “Orang yang hebat bukanlah orang yang
tidak pernah gagal, melainkan orang yang selalu bisa bangkit tiap kali
mengalami kegagalan.”
sekali-dua kali mengalami kerugian. Yang menentukan apakah Anda akan
keluar sebagai pemenang atau pecundang adalah bagaimana cara Anda
mempelajari dan menerima “pukulan demi pukulan” lalu dengan strategi
tertentu mengubahnya menjadi kemenangan yang gemilang. Ya, trading
memang seperti itu. Beberapa kali loss adalah hal yang sangat biasa.
keadaan bukanlah hal yang bisa dilakukan secara instan. Diperlukan
pengetahuan, kesabaran dan kedisiplinan yang cukup selain – tentu saja –
kekuatan modal yang memadai.
seorang trader adalah membiarkan pikirannya dikuasai perasaan “dendam”
setelah mengalami kerugian. Ia ingin segera membalas kekalahan yang baru
saja ia alami, maka ia dengan tergesa-gesa segera mencari-cari peluang
untuk kembali membuka posisi.
harus sadar bahwa setiap keputusan harus dilakukan dengan kepala
dingin. Dari pengalaman kami, sulit untuk bisa tetap obyektif dalam
mengambil keputusan dalam trading jika kondisi kita sedang emosional.
Anda akan cenderung melewatkan beberapa poin penting dalam analisa Anda
karena tak ingin tertinggal peluang dan ingin segera “membayar”
kekalahan Anda barusan. Ini berbahaya, karena jika demikian maka besar
kemungkinan Anda akan kembali mengalami kerugian dan semakin membebani
pikiran serta perasaan Anda.
segera menutup platform trading Anda setelah mengalami kerugian. Anda
baru boleh kembali bertarung jika kerugian yang telah lalu tidak lagi
terbayang ketika Anda ingin melakukan transaksi.
adalah pembatasan resiko dalam setiap transaksi. Jika Anda sudah
menetapkan resiko per transaksi – misalnya – adalah 5%, maka terapkan
juga 5% tersebut dari posisi modal terakhir yang Anda miliki.
$1,000 berarti 5%-nya adalah sebesar $50. Setelah mengalami kerugian,
modal Anda menjadi $950. Maka jika Anda ingin kembali bertransaksi,
batasan resikonya adalah sebesar $47.5. Nah, dengan strategi modal
seperti itu, Anda akan memiliki “cadangan peluru” lebih banyak.
memiliki “jatah” 10 (sepuluh) “tembakan” sebelum total kerugian mencapai
batasan resiko maksimum. Itu pun jika kesepuluh transaksi yang Anda
lakukan berakhir dengan kerugian.
transaksi, batasan resiko yang ditetapkan sangat “mepet”. Pada transaksi
pertama saja Anda tingkat keleluasaan Anda hanya sebesar 250 pips.
Untuk forex, batasan resiko seperti ini sangatlah sempit. Hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sangat berpengalaman dalam scalping dan tentunya memiliki “jam terbang” tinggi.
Dengan demikian, toleransi resiko Anda menjadi sedikit lebih “lega”
setidaknya hingga transaksi ke-6. Lewat dari transaksi ke-6, trading
Anda sudah masuk area “lampu kuning”. Selain karena toleransi resiko
menjadi semakin sempit, kerugian yang mungkin akan diderita melebihi
batasan resiko maksimum yang telah ditetapkan. Hati-hati.
besar modal Anda, “cadangan peluru” Anda juga akan semakin banyak.
Terlihat pula bahwa semakin kecil modal, untuk bisa trading dengan
nyaman, resiko per transaksi justru semakin besar (10% versus 5%).
kesalahan kita menginterpretasi chart, sinyal yang muncul dari sistem
trading, atau bahkan kesalahan menghitung position size. Untuk itu, ada baiknya Anda melakukan evaluasi apa yang menyebabkan Anda mengalami kerugian.
pada sinyal yang diberikan oleh sistem trading? Apakah Anda telah
benar-benar menghitung potensi resiko? Apakah ada berita yang
mempengaruhi pasar secara signifikan?
juga, maka itu memang adalah bagian dari resiko trading yang – sekali
lagi – sangat biasa terjadi. Dengan terbiasa melakukan evaluasi, Anda
justru akan bisa meningkatkan kemampuan trading Anda.
“kekalahan”? Jangan khawatir, bisa jadi itu akan menjadi awal langkah
kemenangan. Tetap semangat terus.




































