
Anda mungkin sudah tidak asing dengan sebuah tempat hiburan bernama bioskop. Sebuah tempat hiburan yang menyajikan tontonan film-film terbaru dari seluruh dunia, dan orang-orang tinggal memilih akan menonton film apa yang disukai dengan membayar tiket masuk. Berbagai fasilitas seperti AC, sound system yang baik, tempat duduk yang nyaman, semua menjadi fitur Andalan bioskop-bioskop masa kini. Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati bagaimana rasanya menonton bioskop, terutama di kota-kota yang memang tidak terdapat bioskop di kota tersebut. Ini yang belakangan memberi peluang bagi pelaku bisnis yang dengan kreatifitas mereka mendirikan bioskop-bioskop mini.
Pelayanan
Bioskop mini ini memang tidak berbeda jauh dengan bioskop besar pada umumnya. Letak perbedaaannya hanya pada segi skalanya yang lebih kecil. Ini berartipelaku bisnis ini harus memiliki sesuatu yang lebih untuk ditawarkan kepada pengunjung. Jika fasilitas seperti kursi penonton, sound system, kualitas gambar dan faktor teknis lainnya sudah mumpuni, itu saja tidak cukup, karena bioskop besar tentu juga menawarkan hal yang sama. Lalu?
Beberapa pelaku bisnis bioskop mini ini kemudian melirik pada satu hal : Pelayanan. Fitur pelayanan kemudian menjadi senjata utama. Karena mereka bersaing dengan korporasi bermodal tebal, bersaing pada bidang teknologi serta fasilitas tentunya jelas akan kalah. Namun jika membidik dari segi pelayanan, mereka masih mempunyai posisi tawar di mata pengunjung.
Pada bioskop mini, umumnya ruangannya lebih kecil, sekitar 15-20 orang. Pengunjung bisa memilih untuk menonton bersama pengunjung lainnya, atau menyewa satu ruang studio bioskop untuk rombongan mereka. Sebuah pilihan bagi pengunjung yang menginginkan sebuah privasi untuk menonton. Lalu kelebihan lainnya, tidak seperti bioskop besar yang filmnya sudah ditentukan dengan jadwal tertentu, pada bioskop mini ini pengunjung bisa dengan bebas memilih film apa yang ingin mereka tonton.
Pemasaran
- Merangkul Komunitas
Aktifitas menonton bioskop memang menyenangkan, terlebih jika dilakukan bersama teman, kerabat, atau komunitas. Ini juga menjadi salah satu keunggulan dari bioskop mini, karena pengunjung bisa memilih film apa yang ingin ditonton, jadi menonton dengan orang-orang terdekat yang juga menyukai film yang sama tentunya akan sangat seru.
Anda bisa mulai dengan membagikan brosur di tempat-tempat biasa para komunitas-komunitas berkumpul. Atau dengan membangun komunitas Anda sendiri dengan memanfaatkan media sosial. Anda bisa menawarkan fasilitas membership dengan beberapa keuntungan seperti misalnya potongan harga, dll.
- Kota Kecil Untung Besar
Pertengahan 90an memang merupakan masa sulit bagi pebisnis bioskop. Banyak usaha bisnis bioskop yang gulung tikar karena hantaman arus peredaran VCD bajakan, kemudian dilanjutkan dengan semakin maraknya DVD bajakan. Hanya mereka dengan modal serta korporasi besar yang mampu bertahan. Jika mungkin Anda berasal dari sebuah kota kecil, mungkin dulu sempat merasakan menonton bioskop, namun hal itu sekarang sudah tidak bisa Anda nikmati lagi karena bioskop tersebut sudah lama bangkrut.
Membuka bisnis hiburan seperti bioskop mini di kta0kota kecil ini tentu saja merupakan sebuah kesempatan. Pertama karena bisa dikatakan bisnis ini hampir tidak mempunyai pesaing, sehingga Anda berpeluang menjadi penguasa pasar dibidang ini. Kedua, masyarakat mungkin rindu dan ingin merasakan sensasi menonton dengan suasana bioskop, meski dalam skala kecil.
- Komisi Agen










